19 April, 2010

MENYEMBUHKAN GEJALA PENYAKIT TERTENTU

DAFTAR TINDAKAN TERAPI YANG DAPAT DILAKSANAKAN UNTUK MENYEMBUHKAN GEJALA PENYAKIT TERTENTU


LUKA

Luka baru

• Hentikan perdarahan.
• Bersihkan luka dengan antiseptik (Rivanol) atau air garam.
• Taburkan dengan sulfanilamide bubuk, atau obati dengan metilen biru atau yodium.

Luka lama

• Bersihkan luka dari kotoran dan bulu yang menempel
• Apabila luka lama, korek sampai berdarah (buat luka baru).
• Bersihkan dengan antiseptik (Rivanol) atau air garam.
• Taburi dengan sulfanilamide bubuk, metilen biru atau yodium.
• Apabila ada ulat, bersihkan dan oleskan salep anti lalat (Asuntol atau Gusanex salep) atau obat tradisional: kapur barus + minyak tanah; air tembakau; miang bambu) di sekitarnya dan di luka
• Periksa suhu badan, bila suhu badan tinggi beri antibiotika.


SCABIES


Gejala-gejalanya :
Adalah bulu kasar, ada bagian-bagian kulit yang menebal, kulit retak dan berdarah, sendi-sendi menjadi kaku, kambing menjadi kurus dan sakit.

Penyebabnya:
Scabies disebabkan oleh tungau yang membuat lubang pada kulit dengan cara menggali kulit. Tungau ini dapat menyebar dengan mudah pada hewan lain. Dapat menyerang kambing dan babi.

Penanganannya:

Secara tradisional,
• Campurkan bubuk belerang dengan minyak kelapa sampai menjadi adonan semacam lem.
• Balurkan pada bagian yang terkena satu kali sehari sampai infeksi sembuh.
Atau,

• Gunakan oli mesin bekas.
• Balurkan pada daerah yang terkena, satu kali sehari sampai sembuh.
• Dapat ditambahkan belerang pada oli.

Perhatian:

Oli mesin yang terlalu banyak dapat menyebabkan kulit terbakar. Lebih baik jika tidak membalurkannya pada seluruh tubuh secara sekaligus, berikan di sepertiga bagian tubuh pada waktu pagi, kemudian sepertiga bagian tubuh lain pada waktu sore dan sisa sepertiga bagian tubuh lain pada keesokan paginya.

Cara modern,
• Suntikan Ivomec, 1 ml untuk 50 kg berat badan ulangi 10 hari kemudian.

Pencegahannya :
• Pisahkan hewan yang sakit.
• Jaga agar kandang tetap kering dan bersihkan seluruh bagian kandang dengan cairan anti kuman.
• Jangan kawinkan hewan yang sedang sakit.


FOOT ROT (KAKI MEMBUSUK)

Penyebabnya:
Infeksi, lantai basah.

Penanganannya:

• Bersihkan kaki yang terkena dengan air.
• Kupas kulit yang sudah mati dan keluarkan ulat jika ada.
• Bersihkan dengan Rivanol atau metilen biru. Pembersihan secara tradisional, gunakan kapur barus + minyak tanah atau air tembakau, miang bambu.
• Berikan campuran salep antilalat seperti, Gusanex atau Asuntol, jika terdapat ulat.
• Suntikkan antibiotik selama 3-5 hari.
• Pindahkan ternak ke tempat yang kering.

Pencegahannya :
• Jagalah sebisa mungkin hewan selalu berada di lantai yang kering.
• Jagalah kukunya agar selalu terpotong pendek.
• Jagalah agar lumpur dan kotoran tidak terselip diantara kuku.


KEMBUNG

Gejalanya :
• Perut sebelah kiri besar.
• Kehilangan nafsu makan.
• Pernafasan cepat.
• Menendang dengan kaki belakang

Penyebabnya :
• Makan terlalu banyak rumput muda atau tanaman leguminosa (kacang-kacangan) atau rumput yang baru dipupuk.
• Makan buah terlalu banyak.
• Racun.
• Ubi atau jenis makanan lain yang menahan gas keluar dari perut.
• Kantong plastik bekas garam.

Penanganannya :
Jika parah, hewan akan berbaring dan bernafas dengan cepat, tusuklah perutnya.

Jika kembungnya tidak parah :
• Minumkan obat anti kembung, atau secara tradisional, 1 liter minyak kelapa setiap hari selama 2-3 hari sampai kembungnya hilang.

Setelah ditangani :
• Bukalah mulut hewan yang sehat, ambil rumput yang telah dikunyah dan campurkan dengan 1 liter air. Minumkan pada hewan yang sakit. Hal ini akan menolong hewan yang kembung untuk mencerna makanan.
• Boleh juga, letakkan tali atau sepotong kayu pada mulutnya. Hewan akan mengunyah tali itu dan mendorong keluarnya gas.

Pencegahannya :
• Jemurlah rumput basah di bawah sinar matahari selama 2-3 jam sebelum anda memberikannya kepada hewan ternak.
• Selama musim hujan berikan makan berupa pakan ternak kasar sebelum anda melepasnya di padang penggembalaan yang basah.
• Buanglah plastik bekas pembungkus garam, ikan asin dan lain-lain pada tempat samapah yang sulit dijangkau ternak.
• Janganlah mengeluarkan atau menggembalakan ternak terlalu pagi ketika rumput masih basah.
• Jangan memberikan pakan ternak yang terlalu muda.


MASALAH MATA

Penyebabnya :
• Luka.
• Infeksi.
• Cacing mata.

Pengobatannya :
• Bersihkan mata, dengan air bersih.
• Berikan salep mata yang mengandung antibiotik selama 5 hari.
Jika tidak ada salep mata, semprot mata dengan antibiotik injeksi (dengan spoit tanpa jarum): 0.5 cc Vetoxy® atau Tetrasol® setiap hari selama 5 hari.
• Kalau ada cacing, campurkan bubuk atau tablet obat cacing (Piperazine) dengan antibiotika, lalu semprotkan di mata seperti contoh di atas. Membuat campuran obat dilaksanakan pada saat akan dipakai sebab kalau antibiotik yang telah dicampur disimpan lama akan berubah warnanya menjadi hitam dan kurang baik untuk dipakai.
Berikan obat cacing lewat mulut (Monil) atau suntikan (Dectomax atau Ivomec).

Pencegahannya:
• Kurangi lalat.
• Bersihkan kandang.


PENANGANAN MENCRET
• Periksa, apakah sapi dehydrasi.
• Periksa suhu badan.

Bagaimana memeriksa ternak dehidrasi.
Ternak lemah, mata cekung, kulit keriput. Anda dapat memeriksanya dengan menarik kulit leher dengan jari jempol anda, dan jika kulit kembali ke posisi normal secara perlahanlahan, maka ternak tersebut mengalami dehidrasi.

Penanganan :
Anak sapi
• Jangan diberi susu dari induknya atau susu buatan selama 1 hari 1 malam, untuk itu pisahkan anak dari induknya
• Berikan air minum (1 liter dengan 2 sendok teh garam dan 4 sendok teh gula) 3 kali sehari.
• Berikan Antibiotika sampai tidak mencret lagi, lebih baik antibiotik oral (kapsul , tablet atau kaplet).
• Hangatkan badan anak sapi dengan lampu dan pijat kakinya dengan air panas dan cuka.
Sapi dewasa
• Suntik dengan antibiotika seperti Sulfastrong. Minimal 3 hari.
• Obat tradisional untuk mencret: beri daun pangi, daun sirsak, daun pisang atau campuran 10 cc getah pepaya dengan 100 cc air.

Pencegahan :

• Jangan berikan susu kental manis kepada anak ternak sapi!!!
• Segera minumkan susu (kolostrum) dari induknya (sebelum anak berumur 6 jam).

TERNAK KURUS

Perhatikan gejalanya :
• Bila tidak ada nafsu makan , maka periksalah dulu bagian mulut dan gigi. Periksa juga suhu (kalau tinggi, mungkin ada infeksi umum). Berikan antibitika injeksi setiap hari selama 3 – 5 hari.
• Bila bukan seperti gejala diatas setelah diperiksa, kemungkinan penyakit kronis. Hubungi dokter hewan.
• Bila nafsu makan bagus, ada kemungkinan pakan mutunya kurang baik /busuk/berjamur. Ganti pakan .

CACINGAN

Gejala-gejala :

• Sapi kurus dan lemah.
• Nafsu bisa kurang.
• Kurang darah (anaemia).
• Lendir berwarna pucat.
• Sering mencret.

Penyebab:
Beberapa jenis cacing yang tinggal di usus ternak.
Siklus hidup cacing:
Cacing ditularkan pada waktu ternak memakan rumput atau meminum air yang terkontaminasi atau tercemar oleh ternak lain dengan telur cacing. Bisa juga cacing disebarkan dari induk ke anaknya. Cacing hidup di usus ternak dan memproduksi banyak telur. Masalah ini biasa terjadi pada musim hujan.

Penanganan :
• Minumkan obat cacing modern: Monil atau Verm-O
• Atau, obat cacing tradisional seperti di Riau, Sumatera:
Buah pinang ditumbuk halus kemudian digoreng tanpa minyak (disangrai), kemudian ambil 1 sendok teh dicampurkan 1 botol air (250 cc), lalu minumkan.

Pencegahannya :
• Salah satu dari obat modern seperti Verm-O atau Monil diminumkan satu kali sebelum musim kemarau dan satu kali sebelum musim hujan dan obat tradisional seperti air pinang satu kali sebulan.

RADANG PADA ALAT KELAMIN BETINA DAN RETENSI PLASENTA (BEKAS MELAHIRKAN TIDAK KELUAR SETELAH MELAHIRKAN)

Gejala-gejala :
• Bau, air kencing kotor, bisa lihat daging yang keluar dari alat kelamin.

Penanganan :
• Periksa dalam alat kelamin apakah masih ada bekas
Bila ada bekas di kelamin:
• Jangan tarik plasenta sampai empat hari setelah melahirkan!, Tunggu dulu!!
• Masukkan dua kaplet Caphoprim atau 4 tablet antibiotika manusia (ampicillin, oxytetracicline) ke dalam kandungan lewat leher rahim.
• Setelah 4 hari sesudah melahirkan : Masukkan tangan anda ke dalam alat kelamin mengikuti panjangnya plasenta dan sejauh yang dapat anda capai. Pegang ujung plasenta cobalah tarik pelan-pelan.
• Kalau tidak mau keluar dengan mudah atau terjadi perdarahan, berhenti dan masukkan tablet antibiotika lagi dan tunggu 2 hari lagi.
• Setelah keluar, tarik semua dari dalam dan masukkan tablet antibiotika.

Bila tidak ada bekas melahirkan :
• Masukkan tablet antibiotika atau kaplet Caphoprim ke dalam rahim lewat leher rahim.
• Kalau suhu badan meningkat suntik dengan antibiotika L.A. (Tetrasol L.A, 8cc.). Ingat: jangan coba tarik plasenta keluar apabila belum sampai empat hari sesudah sapi melahirkan.

ORF PADA KAMBING


Gejala-gejala :
• Terjadi bengkak-bengkak atau keropeng pada bibir dan mulut; juga bisa terjadi pada puting susu induk dan kuku.
• Penularan cepat lewat hubungan langsung.

Penanganan:
• Kalau keropeng terkelupas menjadi luka olesi dengan obat lokal seperti: Sulfanilamide, Penisilin salep dicampurkan dengan minyak kelapa.
• Bila suhu tinggi atau kurang makan, suntik dengan antibiotik.

Pencegahan :
• Pisahkan ternak sakit.
• Vaksinasi kalau tersedia.


SUHU BADAN TINGGI

Kalau ada infeksi lokal (luka, abses dan lain lain)
• Berikan pengobatan lokal.
• Suntik antibiotika: Penicillin PPC x 3 hari atau Tetrasol LA ®1 hari

Kalau tidak ada infeksi lokal:

• Mungkin terjadi infeksi umum atau penyakit kronis.
• Suntikkan antibiotika: Tetrasol LA ®.


CACAR AYAM MENULAR (FOWL POX)


Gejala-gejala :

• Adanya bintil-bintil pada daerah kepala (kelopak mata, pial dan di sekitar paruh).
• Bintil di dalam mulut, hidung dan mata.

Penyebab :
Virus, menular dengan cepat dari satu ternak ke ternak lain.

Penanganan :

• Pisahkan ayam sakit dari sehat.
• Bintil-bintil di kepala bisa diolesi dengan Yodium Tincture atau Metilen biru.
• Beri antibiotika lewat air minum atau suntikan.
• Sanitasi kandang dengan anti kuman.

Suhu badan normal ternak

Jenis Ternak Anak (oC) Dewasa (oC)
Sapi 38 - 39 s/d 40,5
Kuda 37,5 – 38,5 s/d 39,5
Kambing 38,5 – 39,5 s/d 41
Anjing 38,5 – 39,5 s/d 39,5

Pencegahan:
• Pisahkan ayam sakit dari sehat.
• Vaksinasi.
• Hindari stress pada ternak.

BATUK DAN NGOROK PADA AYAM

Gejala-gejala :
Susah bernafas, nafas ngorok, batuk dan bersin, hidung dan mata berair.

Penyebab :

• Beberapa penyakit (coryza, CDR, ND)
• Lebih sering pada pergantian musim.

Penanganan :

• Pisahkan ayam sakit dari sehat.
• Antibiotik dicampur dengan air minum seperti: Tetrafin,Tetraclor, Tifurol atau Eridoxin selama 5 sampai 7 hari (lihat petunjuk pada brosur obat).
• Potong yang sakit parah atau tidak mau sembuh.

Pencegahan:
• Sanitasi kandang.
• Pisahkan ayam sakit dan sehat.
• Tambah pemanasan.
• Kualitas pakan diperbaiki.
• Hindari stress , misalnya jauhkan dari binatang buas, saat pindah kandang harus hati-hati pemindahannya dan lainlain.

TETELO atau ND

Gejala-gejala :
• Kalau penyakit menyerang, semua ayam di peternakan sakit pada waktu yang hampir bersamaan, ayam yang lebih muda lebih cepat terkena serangan.
• Kematian tinggi.
• Batuk dan sulit bernafas, kepala terpuntir dan gerakan berputar.
• Sayap terkulai ke bawah, kaki lemas tidak bisa diangkat.
• Kalau parah bisa disertai mencret.

Perlakuan :
• Tidak ada pengobatan
• Ayam yang sudah mati dikubur atau dibakar
• Pisahkan ayam sakit dan sehat
• Ayam yang belum sakit bisa divaksin

Pencegahan :
• Menjaga sanitasi kandang.
• Vaksinasi teratur: 3 hari, 3 minggu, 3 bulan dan setiap tiga bulan atau 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan setiap empat bulan. Perhatikan pencampuran vaksin.

CARA KERJA DENGAN OBAT MODERN


Direktorat Jenderal Produksi Peternakan; Kantor Pusat Departemen Pertanian; Gedung C, Lt. 7, Room 702 A; JI. Harsono RM No. 3 – Ragunan – Pasar Minggu; Jakarta Selatan 12550; Tel: +62 (021) – 7817694; Fax: +62 (021) – 78832049; E-mail: deliveri@indo.net.id

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto Saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA