Tampilkan postingan dengan label egoisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label egoisme. Tampilkan semua postingan

31 Desember, 2011

REVOLUSI




RESOLUSI 2012 adalah sebuah REVOLUSI

Merubah segala sesuatu yang telah kita lakukan
Merubah sikap dan kebiasaan yang menjadi budaya
Merelakan ego kita terlebur sedikit demi sedikit
Membiarkan pikiran kita tergerogoti paradigma
Menjamahkan diri pada dunia yang berbeda
Mencairkan emosi dalam sebuah suasana berbeda
Melontarkan diri dalam kawah pembiasaan yang berbeda

Merevolusi diri dengan satu tujuan : Lebih Baik – Lebih Manstaf – Lebih Maju – Lebih Elegan – Lebih Bermartabat – Lebih Menarik – Lebih dapat Berbagi dan ..... Lebih Baik

22 Oktober, 2010

Memberi yang tidak kita miliki ..........




Banyak dari kita yang sering naik kendaraan, entah itu mobil, sepeda motor ataupun sepeda angin, juga kita dengan berjalan kaki. sebagai pengguna jalan kita tentunya akan sering berhubungan dengan para pengguna jalan lainnya. Jalan yang dibuat awalnya merupakan sebuah tapak bagi kita untuk memudahkan dan mempercepat kita mencapai tujuan, dimulai dari pembabatan belukar, seringnya kita melalui jalan itu dan tapak-tapak kaki dan kendaraan membuat rerumputan menjadi enggan tumbuh (gimana mau tumbuh, sebentar bertunas dah diinjak lagi). Lambat laun akhirnya terbentuklah tapak jalan yang akhirnya diperbesar ... diperbesar dan diperbagus sampai saat ini. Jalan yang dibuatpun ada yang masih mengikuti kontur jalan awal dan ada pula yang sudah berubah dengan penataan yang semakin baik.

Jalan akhirnya menjadi salah satu infrastruktur yang paling utama dalam kehidupan manusia dan menjadi semakin vital, terutama dengan semakin bertambahnya manusia, semakin banyaknya produksi dan penjualan kendaraan serta semakin meningkatnya roda perekonomian bangsa. Beberapa penguasa wilayah sudah ada yang menjadikan pembangunan jalan sebagai prioritas dan terbukti bahwa pembangunan jalan yang terus menerus dilaksanakan (bukan terus menerus diperbaiki, rusak lagi, diperbaiki, rusak lagi .. kalo itu namanya "Cari Proyek" ... masuk delik korupsi gak ya??). terbukti, begitu jalan dibuka, diperbesar dan kondisinya bagus .... seluruh akses ekonomi rakyat akan sangat terbantu dan semakin efisien. Sebaliknya, jalan yang rudak, sempit, tidak teratur akan membuat kondisi ekonomi semakin parah dan sangat tidak efisien serta kemungkinan banyak manusia mencari pendapatan dengan cara tidak legal akan semakin berjamur.

Di kota besar, dalam keseharian kita selalu menemui penggunaan jalan yang sudah sangat luar biasa, istilahnya "Over Capacity" .... hal yang ada di dalam keseharian adalah bertumpuknya berbagai kendaraan sehingga menyebabkan antrian yang sangaaaaaat panjang dan membuat psikologis kita terganggu (istilah jalanannya : bikin stress/tertekan, bisa bikin gila :-)). Kemacetan selalu menjadi makanan sehari-hari pengguna jalan dan terkadang akan membuat keheranan yang sangat apabila jalan berubah lancar dan lengang. pada kondisi jalan yang sangat padat, timbullah 'ide busuk' dari para oknum pengguna jalan yang keliru memaknai kehidupan, saling serobot, potong kanan, potong kiri, klakson dimana-mana, menaikkan dan menurunkan penumpang seenaknya, ngetem berala-lama ampir di badan jalan dan segepok penggunaan jalan yang tentunya akan membangkitkan emosi berkepanjangan, terkadang menerbitkan sumpah serapah dan terkadang ada juga sisi baiknya, kita banyak beristighfar dan berdo'a.

Terkadang ada oknum pengguna jalan yang 'kampungan' masuk kejalur kita saat kita sedang asyik dalam antrian dan kita serta merta akan berusaha menutup aksesnya dengan manganggap bahwa kita adalah 'empunya jalan' sehingga terjadikan gejolak adrenalin dan mungkin berujung pada putusnya silaturahmi pengguna jalan. Memang kembali pada nilai-nilai peraturan dan ketaatan kita pada peraturanlah yang menyebabkan kita harusnya menyadari betapa jalan yang kita gunakan harus kita gunakan sebagaimana mestinya. Boleh jadi dengan antrian yang teratur, perjalanan kita akan semakin lancar ... boleh jadi bila kita menghormati pengguna jalan yang lain, perjalanan kita akan semakin menyenangkan ... boleh jadi bila kita tetap pada jalur jalan kita, perjalanan akan semakin lancar dan efisiensi bahan bakar akan semakin tinggi .... boleh jadi dengan tidak ngetem (buat kendaraan umum), tidak serobot, 'humble in drive' bisa membuat kita menikmati perjalanan.

Terkadang adrenalin kita akan sangat bergejolak dan keegoan kita menjadi raja saat kita menggunakan jalan (saya aja masih begitu -_' ) ... sehingga saat mulai masuk antrian dan ada pengguna jalan yang tidak semestinya, emosi semakin menggelegak dan kita seakan menjadi pemilik sah jalan, lajur dan yang lainnya tidak boleh menganggu hak kita. Akhirnya, seperti yang sudah dikatakan diatas, terjadilah pergumulah egoisme yang berujung pada hal-hal yang tidak pas.

Berilah jalur kita .. berilah jalan kita .. kita bukan pemilik itu, kita hanya pengguna. Mungkin sang penyerobot memerlukan jalur itu untuk mengejar waktu, setoran atau 'gagah-gagahannya' ... kita maklumi saja, berikan yang kita tidak punyai itu bagi mereka ....

Khan kita tentunya tidak mau dirasani mereka ... "minta jalan aja gak dikasih, apalagi minta duit" ...he..he..

selamat beraktifitas dan keep on istiqomah untuk selalu berbagi

10 November, 2009

tantangan itu bernama . PERTIKAIAN

dalam kehidupan manusia yang merupakan makhluk sosial, alat yang digunakan untuk melakukan hubungan itu adalah Komunikasi. komunikasi dibentuk dengan berbagai cara, baik dengan bahasa lisan, bahasa tubuh dan juga bahasa hati

interaksi yang terjadi antar personal, personal dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok bukan hanya merupakan bahasa formalitas belaka, tetapi harus dilingkupi dengan atmosfer hati yang kental dan penuh penjiwaan. bila hanya komunikasi sekedarnya, maka interaksi yang terbentuk hanya sebuah basa basi dan akan sangat sulit mencapai kesempurnaan dalam mencapai tujuan

mengiringi kesamaan bahasa lisan dan tubuh, keselarasan hati dan jiwa dalam melakukan komunikasi untuk mencapai tujuan yang diidam-idamkan dengan status : Terbaik

terkadang, kita mengalami kegagalan berkomunikasi sehingga terjadi ketidakharmonisan dalam mencapai tujuan, yang berakhir pada renggangnya hubungan, ketidak harmonisan serta pertikaian yang berkepanjangan dan penuh perasaan marah dan dendam.

hal ini dikarenakan beberapa hal :

ketidakikhlasan

dalam melakukan komunikasi untuk mencapai tujuan, keilkhasan dalam melakukan kerjasama adalah hal yang mutlak diperlukan. komunikasi yang didasari dengan keikhlasan akan melahirkan pemikiran" berilian, masukan" yang cerdas karena masing" berfikir tentang tujuan bersama. keikhlasan hati dalam mencapai tujuan akan meminimalkan pertikaian yang terjadi

egoisme
melakukan 'penyelamatan' diri sendiri adalah fitrah manusia. mendahulukan kepentingan mereka menunjukkan betapa manusia masih diliputi dengan rasa mementingkan diri sendiri. kepentingan diri sendiri/kelompok akan lebih didahulukan dan itu adalah galibnya manusia. tentunya hal itu adalah sesuatu yang sangat wajar, hanya saja dengan satu komitmen bahwa kepentingan bersama adalah lebih prnting, maka kita harus mengendalikan rasa egoisme itu. pengendalian rasa egois akan memeudahkan komunikasi dan hubungan kita sehingga pertikaian dapat dihindari dan tujuan bersama akan lebih mudah tercapai bisa dibilang, kita harus "sadar diri" sehingga kita mampu 'mikul duwur, mendhem jero'

berlapang dada
mengakui kekeliruan, menyadari kesalahan dan bertujuan meminimalkan bentrokan adalah wujud kelapangan dada kita. lapang dada akan memperbaiki hubungan dan membuat kita menjadi manusia yang elegan, mengapa tidak? lapang dada dalam menerima sebuah perbedaan untuk mencapai tujuan tanpa meninggalkan prinsip bersama adalah sebuah tindakan terpuji. saat ini lapang dada bagai jauh panggang dari api, ketidakinginan mengakui kesalahan dan menyadari kebenaran orang lain serta hanya menginginkan kebenaran nisbi demi kepentingan sendiri/kelompok adalah naif. berlapang dadalah untuk menghindari pertikaian

merasa lebih berkuasa

memiliki kekuasaan lebih sama dengan pemikiran memiliki kekuatan lebih sehingga merasa sebagai yang terhebat dan tidak mungkin terkelahkan. bila hubungan komunikasi diselimuti dengan rasa saling mengalahkan, maka pertikaian itu tinggal menunggu konban yang berjatuhan dari kedua pihak. manakala yang kemudian merajai adalah rasa kasih sayang, kebersamaan, manyadari bahwa tidak semua yang berkuasa akan kuat, maka jalur komunikasi kedua belah pihak akan sangat luar biasa, komunikasi akan terbentuk dan keinginan untuk maju bersama akan mejadi pedoman

tak seorangpun dari kita sepintar kita semua
sebuah penyadaran bahwa kita adalah konstributor sebuah perubahan, kita adalah pembawa obor kemajuan, kita adalah sparepart sebuah mesin jet yang masing" memiliki peran penting sehingga mesin jet dapat melaju kencang. menyadari kekurangan diri sendiri dan secara jeli memaksimalkan potensi kolega akan menjadikan kita mampu berfikir dewasa dan bertindak cerdas dalam menghilangkan pertikaian dan menjalakan komunikasi yang efektif

akhirnya, sebuah penyadaran dalam bahasa Jawa : "Menang dadi Arang, Kalah dadi Abu" adalah ungkapan yang tepat untuk sebuah hasil pertikaian. tidak ada yang mampu menghasilkan nilai positif.

keep on istiqomah dalan menghilangkan pertikaian dan membawa kebersamaan

Mengenai Saya

Foto saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA