Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan

08 September, 2010

HARI KEMENANGAN




Tepat 30 hari Ramadhan mubarrak menyapa keseharian kita
Satu bulan kita menempa hati, jiwa dan diri dengan ibadah
Satu bulan kita melalui dengan gegap gempita rasa
Satu bulan kita pasrahkan diri pada Illahi, berharap agar kita menjadi manusia muttaqien
Satu bulan kita tutup dengan berzakat, membersihkan harta kita

Kini Hari Kemenangan menjelang
Tiada yang tahu apakah kita menyelesaikan Ramadhan dengan khusyuk
Tiada yang tahu apakah kita beribadah dengan ta’lim
Tiada yang tahu apakah kita mampu menikmati perjalanan menuju manusia taqwa
Yang penting, hari ini kita bersuka
Yang penting, hari ini semua gembira
Yang penting, hari ini makanan berlimpah
Yang penting, 11 bulan kemuka boleh makan minum dan bersyahwat sepanjang waktu

Konon, banyak yang bersedih Ramadhan telah usai …. Benarkah?
Konon, banyak yang merindukan Ramadhan tahun depan kembali diperoleh … Benarkah?
Konon, banyak yang ingin 12 bulan adalah Ramadhan … Benarkah?

Semua berpulang pada diri
Semua kembali pada jiwa
Semua kembali pada kepasrahan

Ikhlaskan Ramadhan Mubarrak ini pergi
Syukuri kita masih bisa menyelesaikan Ramadhan Mubarrak ini
Tawakkalkan hati semoga hikmah Ramadhan selalu menyertai diri ….

Hari kemenangan ini semoga memenangkan hati – jiwa dan diri kita

Colomadu, 08092010

21 Mei, 2009

Bergulung syukur

Alhamdulillah, kata yang spontan meluncur dari getar pita suara kita manakala kita menerima atau mendengar kita, orang lain, keluarga, orang tua, kakak, adik, sanak saudara, handai tolan, sepupu, tetangga, bangsa dan Negara menerima sesuatu yang menyenangkan. Atau ucapan lain, seperti terimakasih Tuhan, Syukur yaa Allah, serta belasan kalimat yang lain
Memang segala sesuatu yang melekat, terasakan, dinikmati, diterima sebagai buah aktifitas akan terasa menyenangkan dan membuat diri ini terhargai, dan akhirnya kita menjadi sangat menghargai Sang Maha Pemberi Nikmat.
Menghargai anugrah, berapapun besarnya, akan membuat kita ditambahkan nikmat, dilanggengkan nikmat dan disuburkan rasa cinta kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan. Janji-Nya dalam kitab suci sangat jelas, Syukuri nikmat-Ku, maka kau akan aku tambah nikmat itu, engkau lecehkan nikmat-Ku … azabku sangatlah pedih. Baik nikmat yang ada di dunia saat ini atau nikmat yang akan kita terima pada kehidupan setelah mati kelak.
Saat kita BERGULUNG SYUKUR, sesuatu yang dahsyat melanda kita, menelusup kerelung sendi belulang kita, menembus sisi hati paling dalam dan memberi bisikan bahwa kita masih selalu disayang Sang maha Pemberi Hidup. Nikmat yang kita terima bukan hanya sesuatu yang enak secara kasat mata duniawi, boleh jadi ketidak enakan – ketidaknyamanan adalah nikmat terselubung yang akan kita sadari setelah kejadian itu berlangsung.
Ingat, Dia memiliki bergudang rahasia kehidupan untuk kita … dan itu semua adalah kenikmatan tiada tara

Mengenai Saya

Foto saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA