Tampilkan postingan dengan label kerbau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerbau. Tampilkan semua postingan

04 Desember, 2011

Ketel, Sapi, Kerbau dan Kesejahteraan - Expedisi Waeapo




Kami mengunjungi sebuah rumah ketel minyak kayu putih yang sederhana dan memberi sebuah gambaran yang cukup menyesakkan .. betapa tidak, setiap petani yang terdiri dari penduduk asli, melakukan penyulingan minyak kayu putih dengan membawa keluarga (istri, anak-anak) serta seluruh perbekalan yang memenuhi lokasi ketel. Bila dilihat dari proporsi antara ketel – gudang daun kayu putih – kamar/lokasi tidur – dapur, maka terlihat betapa tidak efisiennya pengelolaan minyak kayu putih yang dilakukan mereka. Ruang tungku – ketel – bak konsensasi memakan sekitar 20% total ruangan. Model pergudangan sementara daun kayu putih merupakan beberapa kotal dengan tinggi sisi dinding sekitar 50cm terdiri atas 6 – 8 bak berukutan 2x2meter dan tentunya akan memuat daun kayu putih yang terbatas. Total pergudangan mencapai sekitar 50% luasan. Selebihnya adalah ruang sosial yang sebenarnya dapat diperingkas. Beberapa hal yang boleh jadi dapat dilakukan untuk meningkatkan produktifitas adalah :
1. Perbaikan kondisi ketel dan tungku, tungku yang digunakan dapat menggunakan bahan bakar berupa ampas hasil penyulingan yang sudah dikeringkan sehingga menghemat kayu bakar, ditambah dengan luasan tungku yang sebenarnya dapat menampung lebih dari satu ketel. Kondisi ketel dapat dirubah melalui penggunaan ketel stainsteel berbentuk buah labu yang dapat menggunakan system uap langsung atau steam dengan kapasitas tampung yang lebih besar (saat ini daya tampung ketel sekitar 200-220kg sekali masak). Selain itu penataan daun kayu putih juga dapat diperbaiki sehingga proses penguapan berlangsung maksimal dan berhasil baik. Hal penting lagi adalah dengan menutup ketel dan jaringan instalasi dari kemungkinan terjadi penguapan.
2. Kondensasi uap kayu putih yang dapat disetting dengan memperbaiki model pipa/selang kondensasi yang pendek dan berpotensi memberi kadar air lebih pada minyak dengan menggunakan selang kuningan yang dibentuk seperti spiral dan masuk kedalam bak kondensasi dalam beberapa putaran.
3. Kelembagaan Penyuling Minyak Kayu Putih. System ekonomi perminyakan kayu putih yang sangat mungkin untuk dilaksanakan dan segera direalisasikan. Tata kelola penduduk asli dalam melakukan penyulingan membuat tingkat perekonomian mereka menjadi sangat terganggu dan tidak memberi hasil maksimal. Kelembagaan akan membuat para petani minyak kayu putih mampu melakukan sebuah system produksi yang baik, manajemen keuangan yang membuat mereka memiliki simpanan dan pengembangan usaha. Kebiasaan mereka dalam berhutang bahan pokok menjadikan beban dalam pendapatan serta penurunan nilai tawar. Sebagai perhitungan, untuk memberangkatkan diri dan keluarga ke rumah ketel, menyewa ketel, mereka melakukan kasbon bahan pokok rata-rata sebesar Rp 200.000 dengan hasil minyak sekitar 5 liter @Rp 115.000 = Rp 575.000, saldo Rp 375.000 hasil ini tentunya akan memberi nilai ekonomi yang jauh dari kelayakan sebuah keluarga, apalagi mereka tidak dapat melakukan penyulingan setiap hari, harus bergantian dengan penyuling yang lain. Berbeda dengan penyuling minyak kayu putih yang berasal dari Pulau Jawa, mereka melakukan aktifitas penyulingan dengan berangkat ke rumah ketel tanpa didampingi istri sehingga perbekalan yang diperlukan juga sedikit (sekitar Rp 300.000 selama 10 hari) dengan hasil minyak sekitar 15 liter, maka nilai keekonomian yang mereka peroleh juga sangat kentara. Kelembagaan petani ini juga dapat digunakan untuk komoditas lain, misalnya kakao, kasbi (singkong), kacang mete, jeruk dan tanaman pangan – hortikultura – perkebunan lainnya. Kebersamaan petani adalah momok bagi pengusaha “hitam” yang kebanyakan hanya memeras keringat mereka. Pembinaan dan pendampingan kepada petani adalah tugas bersama untuk menjadikan mereka sebagai sebuah komunitas petani kayu putih yang tangguh

Selepas menyelesaikan tugas, malam harinya beberapa orang petani mengundang kami berpesta durian … wow, nyummmmyyy sangat.



Keesokan harinya, kami kembali mengunjungi Pak Wakil Belen yang merupakan peternak sapi Bali di kampong Dalam Desa Basalale. Dari pengamatan visual dan pemeriksaan ternak, dapat disimpulkan terjadi infeksi cacing perut dan cacing hati pada hampir kebanyakan ternak. Infeksi cacing hati sudah menyebabkan terjadinya kebutaan pada ternak sapi Bali … benar-benar ironis, pengembangan peternakan di Indonesia Timur di pulau yang dahulunya pernah menjadi pulau buangan ini sangat memprihatinkan, padahal potensi Pulau Buru untuk menjadi daerah pusat pembibitan ternak sapi potong sangat memungkinkan dan memiliki nilai yang manstaf dalam mengembangan peternakan berbasis pertanian terpadu mengingat potensi pakan yang luar biasa (sawah padi, hortikultura, sagu, kemungkinan mengembangkan hijauan makanan ternak). Pengembangan kerbau juga dapat menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Pulau Buru, juga kambing dan ayam kampung.

13 Januari, 2011

DEMAM TIGA HARI (BOVINE EPHEMERAL FEVER)

DEMAM TIGA HARI (BOVINE EPHEMERAL FEVER)

Tiga faktor yang saling berkaitan dalam permasalahan timbulnya suatu penyakit, yaitu : faktor agen penyakit, hospes (ternak itu sendiri)dan lingkungan.
Penyakit Demam Tiga Hari banyak ditemui pada ternak sapi dan secara umum resiko ekonomi yang ditimbulkan tidaklah besar apabila penanganan medis secara cepat telah dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan penyakit lain.
Penyakit Demam Tiga Hari (Three Day Sickness) atau Bovine Ephemeral Fever (BEF) adalah suatu penyakit viral pada sapi dan kerbau ditandai dengan terjadinya demam tinggi, rasa sakit otot, dan kepincangan. Sapi yang menderita sakit ini cepat sembuh bila tanpa komplikasi. Penyakit ini biasa menyerang pada musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke hujan.

PENYEBAB
Virus BEF termasuk dalam keluarga Rhabdovirus dari virus RNA. Masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 7-10 hari.

CARA PENULARAN
Penyakit Demam Tiga Hari disebarkan oleh Cullicoides sp. dan nyamuk. Cullicoides yang terinfeksi dapat menyebarkan penyakit mencapai jarak 2.000 km. Ada dugaan penyebaran dapat pula terjadi melalui angin.

GEJALA KLINIS
• Demam tinggi mencapai 41 0C selama tiga hari
• Hewan penderita terlihat lemah
• Kurang nafsu makan
• Keluar cairan dari hidung dan mulut
• Persendian bengkak disertai dengan kekakuan otot anggota gerak sehingga menyebabkan kepincangan
• Hewan lebih banyak berbaring
• Pada sapi perah produksi susu turun, lebih encer, adakalanya air susu bercampur darah
• Angka kesakitan tinggi, angka kematian rendah.

PENGENDALIAN DAN PENGOBATAN

Vaksin yang efektif belum ada. Pengobatan dilakukan simtomatik dan pencegahan terhadap infeksi sekunder.

PENCEGAHAN
Penyemprotan terhadap ternak sebaiknya dilakukan secara kontinyu menggunakan insektisida dan sanitasi kandang dilakukan secara rutin.

DIAGNOSA BANDING


Penyakit Ingusan (Malignant Catarrhal Fever)

Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi dan fatal pada sapi dan kerbau.

Penyebab

Virus herpes

Gejala Klinis :

• Demam tinggi mencapai 41 0C
• Keluarnya cairan dari hidung dan mata
• Peradangan mulut dan erosi permukaan lidah
• Kornea keruh dan keputihan
• Air liur menetes keluar dari mulut
• Hidung tersumbat sehingga kesulitan bernafas
• Diare berdarah
• Otot gemetar, sempoyongan, kelumpuhan sebelum mati
• Kematian terjadi 4 – 13 hari setelah timbulnya gejala.

Penyakit Ngorok (Septichaemia Epizooticae)

Penyakit infeksi akut atau menahun pada sapi dan kerbau.

Penyebab
bakteri Pasteurella multocida serotipe 6B dan 6E

Gejala Klinis
• Demam tinggi mencapai 41 0C
• Tidak mau makan
• Adanya suara ngorok
• Diare berdarah
• Kebengkakan dan busung di kepala, bagian bawah dada, kaki dan pangkal ekor
• Lidah dapat terjulur keluar dan bengkak
• Kematian 1 – 2 hari setelah terserang
• Kerbau lebih rentan daripada sapi.

Mengenai Saya

Foto saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA