Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan

05 Januari, 2011

STANDAR SUSU SEGAR

STANDAR SUSU SEGAR SNI nomor 01-3141- 1998


Standar ini merupakan Revisi SNI 01-3141-1992 mengenai standar susu segar. Revisi diutamakan pada persyaratan mutu dengan alasan sebagai berikut :
1.Menunjang Surat Keputusan Bersama Menteri Perdagangan dan Koperasi, Menteri Perindustrian dan Menteri Pertanian No. 236/Kpb/VII/1982, No. 341/M/SK/7/1982, No. 521/Kpts/Um/1982.
2.Menunjang Keputusan Menteri Pertanian No. 751/Kpts/Um/10/1982.
3.Melindungi konsumen
4.Mendukung perkembangan agribisnis dan agroindustri
5.Menunjang ekspor non-migas

Standar ini disusun sebagai hasil pembahasan rapat-rapat teknis, prakonsensus dan terakhir dirumuskan dalam rapat konsensus nasional.
Hadir dalam rapat-rapat tersebut wakil-wakil dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, produsen, konsumen dan instansi terkait lainnya.
Sebagai acuan diambil dari standar dan peraturan Codex Alimentarius Commission.

SUSU SEGAR

Ruang Lingkup
Standar ini meliputi definisi, syarat mutu, cara uji, syarat penandaan, dan cara pengemasan susu segar.

Definisi

Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih, yang diperoleh dengan cara yang benar, yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun.
Susu segar adalah susu murni yang disebutkan diatas dan tidak mendapat perlakuan apapun kecuali proses pendinginan tanpa mempengaruhi kemurniannya.
Kita mengetahui nilai Total Solid, Berat Jenis dan Titik Beku adalah untuk menetukan kualitas susu tersebut, karena ketiga hal tersebut merupakan sebagian dari indikator standar susu segar.

Syarat Mutu Susu Segar berdasarkan SNI 01-3141-1998

Standar Susu
Berat Jenis (BJ) pada suhu 27 oC Minimal 1,0280
Kadar Kering Minimal 3.0 %
Bahan Kering Tanpa Lemak (BKTL)/Solid non Fat (SNF) Minimal 8.0 %
Kadar Protein Minimal 2.7 %
Cemaran logam berbahaya :
a. Timbal (Pb) Maksimum 0.3 ppm
b. Seng (Zn) Maksimum 0.5 ppm
c. Merkuri (Hg) Maksimum 0.5 ppm
d. Arsen (As) Maksimum 0.5 ppm
Organoleptik : warna, bau, rasa dan kekentalan Tidak ada perubahan
Kotoran dan benda asing Negatif
Cemaran mikroba :
a. Total Kuman Maksimum 1.000.000 CFU/ml
b. Salmonella Negatif
c. Eschericia coli (pathogen) Negatif
d. Coliform 20 CFU/ml
e. Streptococcus group B Negatif
f. Streptococcus aureus 100 CFU/ml
Jumlah sel radang Maksimum 40.000/ml
Uji katalase Maksimum 3 cc
Uji reduktase 2 - 5 jam
Residu antibiotik, pestisida dan insektisida sesuai dengan peraturan
yang berlaku
Uji Alkohol (70 %) Negatif
Derajat Asam 6 - 7 oSH
Uji pemalsuan Negatif
Titik Beku 0,520 s/d 0,560 oC
Uji Peroksidase Positif

Berdasarkan SK Dirjen Peternakan Nomor 17 tahun 1983, salah satu syarat kualitas susu segar adalah jumlah mikroba maksimum 3 juta/ml. Ketentuan ini lebih ringan daripada yang tercantum dalam SNI susu segar.

Cara Pengambilan Contoh
Cara pengambilan contoh sesuai dengan Peraturan Departemen Pertanian yang berlaku mengenai Petunjuk Teknis Pengawasan Peredaran dan Pengujian Kualitas Susu Produksi Dalam Negeri dan Susu yang Beredar.

Cara Uji
Cara uji susu sesuai dengan Peraturan Departemen Pertanian yang berlaku mengenai Petunjuk Teknis Pengawasan Peredaran dan Pengujian Kualitas Susu Produksi Dalam Negeri dan Susu yang Beredar.

Syarat Penandaan

Sesuai dengan peraturan Departemen Kesehatan Republik Indonesia yang berlaku tentang label dan periklanan makanan.

Cara Pengemasan

Susu segar dikemas dalam wadah yang tertutup rapat, aman selama penyimpanan dan pengangkutan, tidak dipengaruhi dan mempengaruhi isi.

Berdasarkan usulan dari Departemen Pertanian
standar ini disetujui oleh Dewan Standardisasi Nasional
menjadi Standar Nasional Indonesia dengan nomor :

SNI 01-3141-1998


Penerbitan standar ini dilakukan setelah memperhatikan semua data
dan masukan dari berbagai pihak. Kritik dan saran untuk penyempurnaan standar ini, dapat disampaikan kepada :

BADAN STANDARDISASI NASIONAL - BSN


Sekretariat : Pusat Standardisasi - LIPI, Sasana Widya Sarwono Lantai 5
Jalan Jenderal Gatot Subroto 10 - Telepon (021) 5206574, 5221687, 511542,
Pes. 296, 305, 450, Fax. 5206574, 5207226, Telex 62875 PD II IA, 62554 IA

20 September, 2009

Akhirnya Syawal …


Akhirnya Syawal ...

Akhirnya …. Kita selesai menggenapkan Ramadhan
Akhirnya …. Kita berhasil menghiasi Ramadhan
Akhirnya …. Kita berhasil mendapat hikmah Ramadhan
Akhirnya …. Ramadhan berhasil meninggalkan kita

Ramadhan …. Salah satu bulan yang menggilakan hikmah
Ramadhan …. Salah satu yang meninabobokkan kita dimasa siang
Ramadhan …. Salah satu bulan yang mentoleransi kekurangproduktifan kita
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat kita tidak nyenyak tidur
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat kita khatam Alqur’an
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat bibir kita selalu melantunkan dzikir
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat hati kita banyak bercakap tentang kebaikan
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat berat badan terkendali
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat masjid menjadi bangunan yang berguna dan penting
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat seluruh panca indera kita selalu bermunajat

Bulan Ramadhan telah menyelesaikan tugasnya ….
Baikkah amalan kita?
Sempurnakah kebajikan kita?
Bertambahkan pahala kita?
Semakin bertaqwakah kita?
Bertambah besarkah THR kita?
Semakin bertambahkah baju baru kita?
Semakin besarkah rasa syukur kita?
Semakin berpijakkah kita di bumi keikhlasan .. menghirup udara keberkahan .. terselimuti keridloan?
Apapun hasilnya … Ramadhan 1430 H sudah berlalu …

Yaa ramadhan … akankah engkau kutemui tahun kemuka?
Yaa ramadhan … akankah engkau membanjiriku dengan hikmah yang bertambah tahun kemuka?
Yaa ramadhan … akankah aku kembali siap mempersolek harimu dengan ibadah?
Yaa ramadhan … akankah engkau mendamaikan dunia dengan kebajikan – keikhlasan – ketulusan?
Yaa ramadhan … benarkah aku berhasil mendapatkan Lailatul Qadarmu kali ini?
Yaa ramadhan … hanya harap pada Illahi Rabbi … agar aku bertemu kembali di tahun kemuka

Bulan ini telah berganti menjadi bulan Syawal …
Bulan baru ini menjadi sebuah pesta kemenangan …
Atas perlawanan terhadap diri sendiri, terhadap hawa nafsu, terhadap rasa ingin menguasai orang lain, terhadap kebusukan hati, terhadap kotornya pikir
Apapun hasil Ramadhan lalu, bulan ini adalah bulan yang membuat kita yang beruntung, kembali menjadi bayi … bayi putih yang akan kembali memaknai dunia dengan ibadah dan rasa syukur

Bulan syawal ini kembali terasa menyejukkan …
Bulan syawal ini kembali mendamaikan …
Bulan syawal ini kembali membersamakan …
Bulan syawal ini akan menyihir 10 bulan kemuka untuk membuat kita memiliki kualitas sebaik ramadhan …
Bulan syawal dan 10 bulan kemuka adalah cermin berhasil tidaknya kita di ramadhan tahun ini

Akhirnya syawal … akhirnya lebaran … akhirnya kita akan selalu setia pada hati dan pikiran yang istiqomah

Mengenai Saya

Foto saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA