Tampilkan postingan dengan label ngorok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngorok. Tampilkan semua postingan

18 September, 2011

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ngorok Pada Ternak Sapi

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ngorok Pada Ternak Sapi

Penyakit Ngorok pada ternak sapi memang penyakit akut, tetapi bukan berarti tidak dapat dicegah atau diobati. Cara mencegah penyakit Ngorok atau Septicaemia Epizootica (SE) atau Haemorrhagic Septicaemia (HS) adalah sebagai berikut :

Jika pada satu wilayah sedang terjangkit penyakit SE, hal pertama yang harus dilakukan adalah vaksinasi terhadap ternak yang sehat dengan oil adjuvant. Sedangkan untuk wilayah yang pernah terkena, wajib divaksinasi ulang (setidaknya setahun sekali), dengan dosis 3 ml secara intramuskuler. Vaksinasi dilakukan pada saat tidak ada kejadian penyakit.

Lakukan karantina yang ketat terhadap ternak sapi yang masuk dari daerah yang sedang terjangkit SE Segera bakar/kubur bangkai ternak sapi yang terkena SE.

Bersihkan kandang dengan disinfektan secara rutin Sedangkan untuk ternak sapi yang telah terjangkit SE, segera lakukan pengobatan dengan beberapa jenis antibiotika sebagai berikut :

1.Oxytetracycline dengan dosis 50 mg/10 Kg BB

2.Streptomycin dengan dosis 5 –10 mg/Kg BB

3.Sulphadimidine (Sulphamezathine): 2 gram/30 Kg BB.

Ternak sapi yang terserang penyakit SE kronis, harus dimusnahkan, Jika masih dalam taraf awal, sapi dapat dipotong dan dagingnya bisa dikonsumsi, namun harus diperiksa oleh Dokter Hewan/ petugas kesehatan terlebih dahulu. Akan tetapi jaringan tubuh dan jeroan yang terserang, terutama paru paru harus dimusnahkan dengan dibakar atau dikubur.

Selain itu, segera musnahkan semua pakan dan minuman yang telah tercemar, dan sucihamakan semua peralatan yang ada dikandang.

Sumber :

Infogue.com
www.tempointeraktif.com
www.agromaret.com
www.bppv-dps.info ntb.litbang.deptan.go.id
http://duniasapi.com/id/pendukung-potong/2130-pencegahan-dan-pengobatan-penyakit-ngorok-pada-ternak-sapi.html

13 Januari, 2011

DEMAM TIGA HARI (BOVINE EPHEMERAL FEVER)

DEMAM TIGA HARI (BOVINE EPHEMERAL FEVER)

Tiga faktor yang saling berkaitan dalam permasalahan timbulnya suatu penyakit, yaitu : faktor agen penyakit, hospes (ternak itu sendiri)dan lingkungan.
Penyakit Demam Tiga Hari banyak ditemui pada ternak sapi dan secara umum resiko ekonomi yang ditimbulkan tidaklah besar apabila penanganan medis secara cepat telah dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan penyakit lain.
Penyakit Demam Tiga Hari (Three Day Sickness) atau Bovine Ephemeral Fever (BEF) adalah suatu penyakit viral pada sapi dan kerbau ditandai dengan terjadinya demam tinggi, rasa sakit otot, dan kepincangan. Sapi yang menderita sakit ini cepat sembuh bila tanpa komplikasi. Penyakit ini biasa menyerang pada musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke hujan.

PENYEBAB
Virus BEF termasuk dalam keluarga Rhabdovirus dari virus RNA. Masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 7-10 hari.

CARA PENULARAN
Penyakit Demam Tiga Hari disebarkan oleh Cullicoides sp. dan nyamuk. Cullicoides yang terinfeksi dapat menyebarkan penyakit mencapai jarak 2.000 km. Ada dugaan penyebaran dapat pula terjadi melalui angin.

GEJALA KLINIS
• Demam tinggi mencapai 41 0C selama tiga hari
• Hewan penderita terlihat lemah
• Kurang nafsu makan
• Keluar cairan dari hidung dan mulut
• Persendian bengkak disertai dengan kekakuan otot anggota gerak sehingga menyebabkan kepincangan
• Hewan lebih banyak berbaring
• Pada sapi perah produksi susu turun, lebih encer, adakalanya air susu bercampur darah
• Angka kesakitan tinggi, angka kematian rendah.

PENGENDALIAN DAN PENGOBATAN

Vaksin yang efektif belum ada. Pengobatan dilakukan simtomatik dan pencegahan terhadap infeksi sekunder.

PENCEGAHAN
Penyemprotan terhadap ternak sebaiknya dilakukan secara kontinyu menggunakan insektisida dan sanitasi kandang dilakukan secara rutin.

DIAGNOSA BANDING


Penyakit Ingusan (Malignant Catarrhal Fever)

Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi dan fatal pada sapi dan kerbau.

Penyebab

Virus herpes

Gejala Klinis :

• Demam tinggi mencapai 41 0C
• Keluarnya cairan dari hidung dan mata
• Peradangan mulut dan erosi permukaan lidah
• Kornea keruh dan keputihan
• Air liur menetes keluar dari mulut
• Hidung tersumbat sehingga kesulitan bernafas
• Diare berdarah
• Otot gemetar, sempoyongan, kelumpuhan sebelum mati
• Kematian terjadi 4 – 13 hari setelah timbulnya gejala.

Penyakit Ngorok (Septichaemia Epizooticae)

Penyakit infeksi akut atau menahun pada sapi dan kerbau.

Penyebab
bakteri Pasteurella multocida serotipe 6B dan 6E

Gejala Klinis
• Demam tinggi mencapai 41 0C
• Tidak mau makan
• Adanya suara ngorok
• Diare berdarah
• Kebengkakan dan busung di kepala, bagian bawah dada, kaki dan pangkal ekor
• Lidah dapat terjulur keluar dan bengkak
• Kematian 1 – 2 hari setelah terserang
• Kerbau lebih rentan daripada sapi.

Mengenai Saya

Foto saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA