20 September, 2009

Sequel Ketiga - Mentelantarkan Hati

SERBA SERBI HATI (Sequel Ketiga)
Saat kita membaca tentang hati, ingatan kita pasti tertuju pada seonggok organ tubuh yang berwarna merah kecoklatan (akhirnya timbul satu warna baru : merah hati) dengan fungsi yang sangat vital, sebagai penyaring darah. karena berfungsi sebagai penyaring, sering kita ibaratkan hati itu sebagai sepasang ‘mata’ hidup seorang manusia.
“Kata Hati”, misalnya. Orang sering artikan sebagai sebuah pekataan milik jiwa yan paling bersih dan paling suci. Kata hati terkadang kita dijadikan sebagai penentu keputusan. Berbicara tentang hati, tentunya kita akan kaitkan dengan ‘Kalbu atau Nurani’. Kalbu atau Nurani diibaratkan sebagai bagian tubuh yang paling bersih dan suci, berkaitan dengan pusat kotrol seluruh aktifitas lahiriah dan bathiniah. Selanjutnya kita leburkan saja hal-hal yang berkaitan dengan kalbu atau nurani dengan satu kata “HATI”
Serba serbi tentang hati ini cukup bagus kita ulas untuk saling mencerahkan dan memahami tentang hati kita.



Sequel Ketiga
Mentelantarkan Hati
Permintaan seorang sahabat untuk membahas masalah Hati yang Terlantar.

Hampir semua dari kita sudah mengenal dengan kata terlantar, sesuatu yang tidak diurus – sesuatu yang tidak terurus – sesuatu yang tidak mau/tidak mampu mengurus sendiri. Sama seperti hati kita, hati yang terlantar terjadi karena kita merasa bahwa kita tidak memerlukan lagi hati yang berada dalam keadaan bersih atau hati yang berada dalam keadaan terjaga. Kondisi ini sangat riskan, karena akan menyebabkan hati menghilangkan keinginan beribadah sebagai perwujudan rasa syukur, hati menjadi begitu mudah tertular, hati menjadi begitu mudah tercemar, hati menjadi sangat rapuh, hati menjadi nelangsa dan hati akan menjadi jahat.
Hati yang terlantar ini dapat disebabkan karena dua faktor :
1. Faktor internal
2. Faktor eksternal

Faktor Internal merupakan faktor dari dalam diri yang mampu membuat hati kita tidak mau melakukan atau memikirkan hal-hal yang berkenaan dengan kewajiban manusia sebagai penjaga diri, alam semesta, sesama manusia dan bersyukur pada-Nya. Faktor internal ini banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal
Faktor Eksternal merupakan kejadian-kejadian, fenomena, momen atau sebuah tindakan yang kita terima sehingga kita menjadi manusia yang paling tidak berharga, menjadi manusia yang selalu sial, menjadi manusia yang tidak dapat menjadi siapa-siapa, menjadi manusia yang membebani orang lain, menjadi manusia yang hina dan nista, menjadi manusia yang akan kehilangan identitas dan menjadi manusia yang kehilangan jati diri/karakter
Beberapa sebah kita mentelantarkan hati, antara lain :
1. Cinta
2. Harta
3. Pengakuan/apresiasi
Cinta

Kata Doel Sumbang … “cinta itu anugrah, maka berbahagialah. Sebab kita sengsara bila tak ada cinta”. Sepenggal bait dari lagu Doel Sumbang yang saya suka. Betul adanya bahwa cinta akan membuat kita menjadi manusia paling waras sedunia atau menjadi manusia paling edan sedunia. Saat kita berada di tengah keluarga yang saling mencintai, saling menghargai, saling memberi, saling memperhatikan dan saling berkomunikasi, maka kita akan merasa menjadi manusia paling bahagia didunia. Betapa tidak, saat kita kembali kerumah setelah beraktifitas, sambutan keluarga dengan senyum yang tulus, segelas teh manis hangat, sentak riang menyambut kedatangan kita akan membuat kebagiaan dalam diri, hilangnya keletihan dan Hati yang Terpelihara.
Atau saat kita pulang saat liburan semester, disambut senyum ceria orang tua, disambut dengan makanan kesukaan, disambut dengan cerita gembira ala keluarga, didatangi handai tolan dan sebuah penerimaan hangat yang membuat kita kembali bersemangat dan terpacu untuk berprestasi demi keluarga tercinta.
Tentu hal ini akan berbeda dengan kita yang mungkin baru saja mengalami kejadian buruk, misalnya keluarga yang sibuk dengan aktifitas masing-masing, sehingga saat kita kembali setelah beraktifitas, kita mambuka pintu rumah, anggota keluarga kita sedang sibuk sendiri-sendiri dikamar masing-masing. Jangankan sajian makan malam hangat yang lezat, segelas air bening-pun belum tentu kita dapatkan. Keletihan sepanjang hari akan menambah penat dan langkah gontai akan terjadi pada kita.
Harta

Sesuatu yang terukur, dapat dinilai dan kasat mata. Bagi kita yang mengangap bahwa harta adalah pintu menuju kebahagiaan atau kita yang menganggap bahwa harta adalah salah satu penentu tingkat kebahagiaan seseorang, maka keberadaan harta akan memberi pengaruh besar terhadap terjaganya hati. Tetapi, bila suatu saat harta kita berada pada persediaan yang minimum atau kita kehilangan harta, maka akan dapat dipastikan .. kita menjadi limbung seakan langit runtuh
Pengakuan/apresiasi

“ah .. kalau hanya membuat seperti itu saja, anak kecil juga bisa” .. atau “kamu hanya punya IPK 2,8 – aku jelas 3,05. Kamu tidak akan bisa seperti saya” .. atau “masak kamu hanya dapat nilai sekian, lihat angka merahmu ada tiga. Bodoh sekali kamu”. Semuanya memberi arti ketidaakuan atas prestasi yang kita buat, tidak memberi apresiasi yang kita lakukan dan akan membuat kita menjadi manusia nelangsa.
Ketiga hal diatas akan menjadikan kita menterlantarkan hati kita. Kita merasa tidak berguna, merasa tidak diperhatikan, merasa diacuhkan, merasa tidak ada peranannya, merasa terbuang dan akhirnya kita menjadi penyendiri, kita merasa sebagai seorang serdadu yang ditinggal helikopternya sementara dibelakangnya perang menuju dirinya (seperti film RAMBO I). Ketidakkuasaan diri untuk melakukan recovery (perbaikan) akan membuat seluruh tubuh kita menjadi rusak, kita tidak mau lagi menghargai diri, kita tidak mau lagi memelihara tubuh, kita tidak mau menjadi manusia yang berkarya/berprestasi, kita tidak mau lagi menjadi manusia yang seutuhnya, rasa syukur kita akan lenyap dan kegelapan ada dihadapan kita … bergemuruh menuju diri untuk melingkup diri kita dengan kegelapan yang sangat dan abadi, naudzubillahimindzalik.
Tentunya, saat kita menemukan hal-hal yang buruk seperti diatas, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan :
1. Beribadah dan Bersyukur

Ibadah artinya kita berserah diri pada Sang Maha Pemberi, kita menyerahkan seluruh kehidupan kita. Keyakinan kita adalah “Dia tidak akan memberi ujian/cobaan yang tidak dapat dipecahkan hamba-Nya”. Tentunya dalam kondisi ini kita tidak hanya berpasrah diri, kita juga harus berpegang pada satu hal, bahwa “Dia tidak akan merubah nasib kita bila kita tidak mau berusaha merubah nasib kita” disamping tentunya sebuah penjelasan bahwa “keberkahan ada dan datang pada orang-orang yang sabar dan mau berfikir”. Jelaslah bahwa tiga hal yang akan mempermudah kita menuju Hati yang Terpelihara :
a. Ujian yang pasti bisa kita lewati
b. Usaha kita menyelesaikan permasalahan adalah kuncinya
c. Ujian dan usaha itu akan lahir atas dasar kesabaran dan kemauan kita berfikir
Ibadah yang kita lakukan setiap saat akan membuat hati kita terjaga dan kita akan mampu menjawab seluruh permasalahan dengan bantuan-Nya demi perwujudan rasa syukur kita
2. Berfikir Positif

Pemikiran positif yang merajai hidup kita akan membuat kita mampu memelihara hati dan tidak akan membuat hati kita terlantar. Andaikan kita berada pada kepositifan berfikir, maka kita tidak akan nelangsa manakala ucapan-ucapan :
“ah .. kalau hanya membuat seperti itu saja, anak kecil juga bisa”
Kita akan rubah menjadi : “saya harus melakukan lebih baik...” atau
“kamu hanya punya IPK 2,8 – aku jelas 3,05. Kamu tidak akan bisa seperti saya”
Kita akan rubah menjadi : “semoga pengalamanku berorganisasi mampu menjadi nilai tambahku” .. atau
“masak kamu hanya dapat nilai sekian, lihat angka merahmu ada tiga. Bodoh sekali kamu”
Kita akan rubah menjadi : “saya akan merubah tiga nilai merah ini menjadi nilai biru agar saya tiak bodoh lagi”
3. Segera Bangkit dan berubah

Saat kita menemui kejadian yang membuat kita mentelantarkan hati, kita harus segera bangkit dan merubah sikap kita agar hal-hal yang membuat kita terpuruk segera dapat kita rubah dan kita mampu meraih jati diri kita. Misalnya pernah ada seseorang yang merebut hati kita, dan kitapun telah menjatuhkan hati kita padanya, dan tanpa terduga dia lari dari kehidupan kita dan meningalkan luka di hati, kita yang telah menanamkan hati kita padanya akan merasa terluka dan nelangsa sehingga kita akan terlantarkan hati kita. Memang kita tidak akan mampu menipu hati yang telah begitu dalam diberikan, tetapi bukan hal yang mustahil bagi kita untuk kembali seperti dahulu, mengembalikan hati pada keadaan bersih dan sehat, kita harus segera bangkit dan berubah, berubah untuk tidak larut memikirkan dia, berubah untuk tersadar bahwa ada yang mengatur semua ini, dan inilah yang terbaik. Bukan tidak mungkin saat jalinan itu diteruskan kita akan menemui hal-hal yang lebih parah dari sebelumnya. Kita harus bangkit dan tetap berfikir, “Yang Maha Penyayang masih menyayangi aku, andai aku tetap dengannya, mungkin aku akan lebih nelangsa dan aku akan mentelantarkan hati lebih parah”.
Menterlantarkan hati hanya akan membuat kita semakin terpuruk dan tidak mampu berbuat apa-apa, hanya keyakinan dan semangat untuk segera memelihata hati, memberihkan hati, merawat hati dan membuat hati selalu ceria akan mengantarkan kita pada gerbang kebahagiaan

Selalu menunggu pencerahan …
Serba Serbi Hati akan hadir di sequel keempat …

Akhirnya Syawal …


Akhirnya Syawal ...

Akhirnya …. Kita selesai menggenapkan Ramadhan
Akhirnya …. Kita berhasil menghiasi Ramadhan
Akhirnya …. Kita berhasil mendapat hikmah Ramadhan
Akhirnya …. Ramadhan berhasil meninggalkan kita

Ramadhan …. Salah satu bulan yang menggilakan hikmah
Ramadhan …. Salah satu yang meninabobokkan kita dimasa siang
Ramadhan …. Salah satu bulan yang mentoleransi kekurangproduktifan kita
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat kita tidak nyenyak tidur
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat kita khatam Alqur’an
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat bibir kita selalu melantunkan dzikir
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat hati kita banyak bercakap tentang kebaikan
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat berat badan terkendali
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat masjid menjadi bangunan yang berguna dan penting
Ramadhan …. Salah satu bulan yang membuat seluruh panca indera kita selalu bermunajat

Bulan Ramadhan telah menyelesaikan tugasnya ….
Baikkah amalan kita?
Sempurnakah kebajikan kita?
Bertambahkan pahala kita?
Semakin bertaqwakah kita?
Bertambah besarkah THR kita?
Semakin bertambahkah baju baru kita?
Semakin besarkah rasa syukur kita?
Semakin berpijakkah kita di bumi keikhlasan .. menghirup udara keberkahan .. terselimuti keridloan?
Apapun hasilnya … Ramadhan 1430 H sudah berlalu …

Yaa ramadhan … akankah engkau kutemui tahun kemuka?
Yaa ramadhan … akankah engkau membanjiriku dengan hikmah yang bertambah tahun kemuka?
Yaa ramadhan … akankah aku kembali siap mempersolek harimu dengan ibadah?
Yaa ramadhan … akankah engkau mendamaikan dunia dengan kebajikan – keikhlasan – ketulusan?
Yaa ramadhan … benarkah aku berhasil mendapatkan Lailatul Qadarmu kali ini?
Yaa ramadhan … hanya harap pada Illahi Rabbi … agar aku bertemu kembali di tahun kemuka

Bulan ini telah berganti menjadi bulan Syawal …
Bulan baru ini menjadi sebuah pesta kemenangan …
Atas perlawanan terhadap diri sendiri, terhadap hawa nafsu, terhadap rasa ingin menguasai orang lain, terhadap kebusukan hati, terhadap kotornya pikir
Apapun hasil Ramadhan lalu, bulan ini adalah bulan yang membuat kita yang beruntung, kembali menjadi bayi … bayi putih yang akan kembali memaknai dunia dengan ibadah dan rasa syukur

Bulan syawal ini kembali terasa menyejukkan …
Bulan syawal ini kembali mendamaikan …
Bulan syawal ini kembali membersamakan …
Bulan syawal ini akan menyihir 10 bulan kemuka untuk membuat kita memiliki kualitas sebaik ramadhan …
Bulan syawal dan 10 bulan kemuka adalah cermin berhasil tidaknya kita di ramadhan tahun ini

Akhirnya syawal … akhirnya lebaran … akhirnya kita akan selalu setia pada hati dan pikiran yang istiqomah

29 Agustus, 2009

Sequel Kedua Mencungkil Hati

SERBA SERBI HATI (Sequel Kedua)
Saat kita membaca tentang hati, ingatan kita pasti tertuju pada seonggok organ tubuh yang berwarna merah kecoklatan (akhirnya timbul satu warna baru : merah hati) dengan fungsi yang sangat vital, sebagai penyaring darah. karena berfungsi sebagai penyaring, sering kita ibaratkan hati itu sebagai sepasang ‘mata’ hidup seorang manusia.
“Kata Hati”, misalnya. Orang sering artikan sebagai sebuah pekataan milik jiwa yan paling bersih dan paling suci. Kata hati terkadang kita dijadikan sebagai penentu keputusan. Berbicara tentang hati, tentunya kita akan kaitkan dengan ‘Kalbu atau Nurani’. Kalbu atau Nurani diibaratkan sebagai bagian tubuh yang paling bersih dan suci, berkaitan dengan pusat kotrol seluruh aktifitas lahiriah dan bathiniah. Selanjutnya kita leburkan saja hal-hal yang berkaitan dengan kalbu atau nurani dengan satu kata “HATI”
Serba serbi tentang hati ini cukup bagus kita ulas untuk saling mencerahkan dan memahami tentang hati kita.


Sequel Kedua
Mencungkil Hati


Kita pasti pernah menemui seseorang dan kita menjabat tangannya dengan sangat akrab, sampai memeluk dan menciumnya sebagai sebuah kehangatan yang tulus. Kita tentunya juga pernah mengelurkan kata-kata keras pada seseorang yang kita anggap melakukan aktifitas tidak pada tempatnya. Kita pasti juga pernah mengambil dan membeli sebuah buku yang tidak kita rencanakan sebelumnya, karena kita kebetulan melihat, membaca judulnya, membaca pengarang dan resensinya.
Semua aktifitas diatas kita lakukan karena kita berhasil mencukil hati. Mencukil hati bisa berarti membuat hati menyiapkan perintah kepada syaraf motorik kita untuk melakukan sesuatu berdasarkan tangkapan seluruh panca indera kita.
Saat kita sedang mengemudikan mobil, panca indera penglihatan kita melihat seorang pengendara motor dari hadapan sedang melaju cepat memotong garis median yang tidak terputus dan berhadapan dengan mobil kita, telinga kita mendengar deru motornya dan secara reflek kita membuat tangan yang sedang memegang setir memutar kekiri, seraya keluar ucapan dari mulut kita, entah sebuah makian atau sebuah do’a keprihatinan atas ulah ugal-ugalan itu.
Fenomena : Melihat pengendara motor melaju cepat memotong median
Deru motor yang kencang
Cukilan Hati : “Hindari terjadi hal yang tidak diinginkan”
Aktifitas motorik : Tangan kita memutar setir kearah kiri
Mulut kita mengucapkan kata makian atau do’a keprihatinan
Juga misalnya kita sedang makan nasi rames di sebuah terminal, nasi hangat dengan lauk rendang daging, oseng-oseng dan bakwan udang. tidak jauh dari kedai makanan kita melihat seorang bapak gelandangan yang sedang termenung, pandangannya kosong, badannya kurus dengan baju seadanya.
Aktiitas kita ada dua :
1. Kita memesan makanan yang sama dengan kita lalu membawa makanan itu dan memberikan pada gelandangan tua itu
2. Kita terus saja memakan makanan kita dan tidak menggubris sosok gelandang tua
Aktifitas pertama, kita mencukil hati kita melalui fenomena visual dan mengajak hati kita memandang sebuah sisi kemanusiaan, bila ternyata hati kita tercukil hebat, bukan hanya makanan yang kita berikan, mungkin ada beberapa ribu rupiah kita sumbangkan.
Sementara dengan aktifitas kedua, kita sama sekali tidak mencukil hati. Kita hanya menfenomenakan sejenak dan tidak mengalirkannya menuju ke hati.
Mencukil hati sama saja dengan merayu hati atau meminta hati menggerakkan seluruh pikiran – jiwa dan tubuh untuk melakukan sesuatu, karena bila hati yang memerintah, maka seluruh organ dan panca indera ini akan dengan serta merta melaksanakannya.
Kita mampu melakukan pencukilan hati dan mengarahkannya kepada hal-hal yang positif dengan beberapa syarat dan cara, yaitu :
1. Berfikiran positif

Melalui pemikiran yang positif, maka panca indera yang menangkap fenomena akan mengirim sinyal kepada hati melalui jalur-jalur yang bersih dan positif. Akibatnya maka hati akan memerintahkan tindakan yang positif pula. Seperti memerintahkan tangan untuk buang setir kekiri demi menghindari kejadian fatal, menunjukkan bahwa pemikiran positif kita gunakan. Apabila nuansa negatif kita terapkan, boleh jadi kita akan memaksa mobil kita tetap pada jalurnya sehingga pengendara motor akan gugup dan boleh jadi akan memperlambat laju dan masuk kejalurnya atau bila ternyata reaksinya kurang cepat akan terjadi kecelakaan yang akan merugikan kedua belah pihak
2. Memuliakan Sesama

Hati akan tercukil manakala kita menjadikan aktifitas itu sebagai tindakan memuliakan sesama. Dengan kita menyaksikan fenomena seorang gelandangan tua dengan pandangan mata kosong dan tubuh yang kurus, maka dengan spontan fenomena ini akan dikirim menuju hati dengan dasar prinsip menghargai sesama. Rasa simpati akan lahir sehingga hati memerintahkan seluruhnya untuk membelikan dan memberikan makanan kepada gelandang tua itu
3. Tidak Egois

Rasa egois bukan hanya sebatas mementingkan diri sendiri, melihat orang lain melakukan hal yang sama dengan kita dan membuat kita merasa tidak senang merupakan perbuatan egois, karena kita tidak mau disaingi. Ketidak egoisan diri kita akan meningkatkan kemampuan kita untuk mencukil hati dengan nilai-nilai positif. Ketidak egoisan diwujudkan dengan menganggap bahwa apa yang kita lakukan adalah hal terbaik dan a[pa yang dilakukan orang lain, meskipun sama dengan kita adalah sebuah kekayaan yang akan menambah khazanah kekayaan diri kita.

Mencukil hati boleh jadi kita lakukan untuk mengkedepankan fenomena yang dirasakan oleh panca indera dan mendorong hati, merayu hati agar membuat keputusan positif akan hal itu. Pencerahan yang terang benderang tentunya berawal dari banyak hati yang memberi masukan,
Sampai bertemu di sequel ketiga .. masih di Serba Serbi Hati

26 Agustus, 2009

Sequel Pertama - Mengikuti Hati

ERBA SERBI HATI (Sequel Pertama)
Saat kita membaca tentang hati, ingatan kita pasti tertuju pada seonggok organ tubuh yang berwarna merah kecoklatan (akhirnya timbul satu warna baru : merah hati) dengan fungsi yang sangat vital, sebagai penyaring darah. karena berfungsi sebagai penyaring, sering kita ibaratkan hati itu sebagai sepasang ‘mata’ hidup seorang manusia.
“Kata Hati”, misalnya. Orang sering artikan sebagai sebuah pekataan milik jiwa yan paling bersih dan paling suci. Kata hati terkadang kita dijadikan sebagai penentu keputusan. Berbicara tentang hati, tentunya kita akan kaitkan dengan ‘Kalbu atau Nurani’. Kalbu atau Nurani diibaratkan sebagai bagian tubuh yang paling bersih dan suci, berkaitan dengan pusat kotrol seluruh aktifitas lahiriah dan bathiniah. Selanjutnya kita leburkan saja hal-hal yang berkaitan dengan kalbu atau nurani dengan satu kata “HATI”
Serba serbi tentang hati ini cukup bagus kita ulas untuk saling mencerahkan dan memahami tentang hati kita.

Sequel Pertama
Mengikuti Hati

Setelah mulai mengerti perbedaan baik dan buruk, manusia akan mulai menggunakan hatinya. Saat kita mulai bisa berkomunikasi dengan orang lain dan kita melakukan aktifitas bersama dengan orang lain, hati kita mulai menyanyikan nada-nada dengan dinamisasi dan harmoni yang sangat beragam. Keinginan untuk berbuat sesuatu, berbicara sesuatu, melihat, mendengar, meraba, merasakan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan panca indera.
Ada kalanya keputusan yang kita ambil berada pada wilayah ‘abu-abu’ .. tidak hitam tidak putih. Bukan ya bukan tidak sehingga kita akan terlihat sebagai seseorang tanpa keputusan, plinplan, peragu, bimbang, tidak punya pegangan yang tentunya hal ini sangat tidak nyaman dan membuat kita semakin tertekan.
Satu hal yang penting kita lakukan adalah “MENGIKUTI HATI”. Sebagai sebuah bagian dalam tubuh yang dinilai paling bersih, paling suci, paling putih, paling jujur, paling lugu dan paling dapat melakukan pengambilan keputusan.
Saat kita sedang berda di persimpangan, berada pada dua atau lebih kutub yang membingungkan, meresahkan, menghanyutkan dan mambuat kita mengalami kegamangan yang sangat, satu-satunya jalan adalah mengajak bicara hati. Ada hal-hal khusus yang biasanya kita lakukan saat berbicara dengan hati, seperti :
1. Ibadah

Sebelum kita melakukan pengambilan keputusan, kita mengadukan seluruh kebimbangan dan keraguan kita pada Sang Maha Pengambil Keputusan. Kita melakukan ritual do’a untuk memohon agar Dia memberi kepada hati sebuah bisikan untuk kita jadikan referensi dalam pengambilan keputusan.
2. Mengendapkan Situasi

Seluruh situasi yang membuat kita perlu mengambil keputusan, kita susun dalam alam pikiran dan kita benamkan untuk menjadi sari pati situasi yang kita hadapi. Sari pati ini yang akan kita jadikan sebagai referensi pengambilan keputusan
3. Curhat

Mencurahkan sebuah kondisi yang kita hadapi pada orang lain merupakan salah satu langkah untuk membuat hati mau mengambil keputusan. Pemilihan terhadap lorang yang mau mendengarkan kondisi kita adalah faktor yang menentukan. Melalui diskusi dan pembicaraan yang panjang dan harus ojektif, maka hati akan mampu mengambil kesimpulan dan membuat keputusan
4. Membaca

Ada orang yang sulit mengungkapkan situasi yang dihadapinya kepada orang lain dan lebih senang menyendiri. Buku yang dibaca dan berkaitan dengan pengambilan keputusan akan membantunya dalam menambah informasi untuk menyampaikan keputusan
5. Kontemplasi

Mengajak langkah menelusuri lorong, taman, air sambil memperhatikan aktifitas sekeliling akan member inspirasi bagi pengambilan keputusan.
Cara-cara ini tentunya tidak terlepas dari faktor dalam diri, seperti :
a. Kejujuran

Pengambilan keputusan adalah sebuah hikmah yang runtuh demi kehidupan. Kehidupan ini dapat berarti kehidupan diri sendiri, kehidupan keluarga, kehidupan handai tolan, kehidupan orang-orang terdekat dan kehidupan musuh sekalipun, sehingga pengambilan keputusan sebaiknya tetap pada landasan kejujuran. Sat ketidakjujuran kita putuskan pada pengambilan keputusan yang pertama … maka selanjutnya kita akn sangat tidak jujur dan terus berada pada belenggu kenistaan
b. Resiko

Setiap pengambilan keutusan akan menimbulkan reaksi, reaksi ini dapat berupa resiko baik dan resiko buruk. Ikuti hati yang bersih dan tulus, maka reaksi positif akan kita dapatkan
c. Sosialisasikan

Hati yang kita ikuti harus kita sampaikan kepada yang lain, agar atmosfer kita berada pada koridor yang sesuai dengan atmosfer sekeliling
Bersandar pada urani, mengkedepankan ketulusan, mendorong kejujuran adalah bentuk cara Mengikuti Hati …

Tetap istiqomah …

Sampai bertemu di sequel kedua .. Serba Serbi Hati ..

Mencari Kepuasan

Mencari Kepuasan

Saat hari sedang panas terik dan kita selesai melakukan perjalanan jauh lalu berada dibawah pohon rindang dengan sapuan angin yang sepoi” … akan terasa seperti ada yang menggantung di pelupuk mata dan rasa kantuk akan menyerang karena oksigen diudara diserbu oleh dedaunan. Perlahan pada saat yang sama, terhidang es buah segar yang akan melapisi dinding tenggorokan memuaskan rasa dahaga yang pastinya menyerang akibat uap air dalam kulit yang menguap diserap sang surya. Ditambah hati yang sedang senang, gembira dan menyenangkan, segelas es buah akan memuaskan diri dan memberi nilai yang sangat besar. Rasa dahaga kita akan terpuaskan kembali menjadi segar … hanya dengan segelas es buah. Untuk beberapa hal harga segelas es buah itu seakan tiada artinya, dengan uang Rp. 3.500 kita sudah bisa merasakan jutaan kepuasan. Mungkin saja sebaskom es buah saat kita sedang berada dalam sebuah jamuan makan yang sangat lengkap menjadi tidak berarti dan bernilai murah.
Seperti itulah tolok ukur dalam mencari kepuasan, ada saat kita memerlukan dan tersedia saat kita membutuhkan, ada lagi … berharga murah saat dana dikantong sedang sangat terbatas ..he..he
Kepuasan masing” manusia akan berbeda satu sama lain, ada yang merasa puas dengan pendapatannya saat ini meski nilainya sama dengan UMR, ada yang masih terus mencari dan mengkoleksi mobil/kendaraan bermotor padahal garasi telah penuh dan kendaraan yang digunakan setiap hari hanya satu, ada yang belum puas dengan satu rumah sehingga di safe deposit box-nya berisi sertifikat rumah dan tanah yang ia sendiri lupa bahwa ia memilikinya. Kepuasan manusia akan terhenti manakala ia sudah jenuh dengan kepemilikannya. Saat dirinya sudah jenuh dengan harta, maka ia sudah merasa puas dan berhenti untuk menumpuk harta – saat dirinya sudah jenuh dengan pangkat-gelar-jabatan, maka ia akan berhenti mengejar karir, jabatan atau gelar. Nilai kejenuhan itu akan ada manakala semua rasa dalam diri berkonspirasi dan menyatakan kecukupan, semua elemen dalam tubuh menyatakan sudah cukup menerima dan merasakan, atau satu hal yang lebih jelas … manakala manusia sudah berhenti hidup
Mencari kepuasan akan melahirkan ambisi yang meledak”, orangnya memiliki sifat ambisius, efeknya sangat negative karena ia akan menghalalkan secala cara, ia akan merelakan apapun yang penting terpuaskan dalam jumlah sangat banyak. Tetapi manakala kepuasan itu datang dengan perlahan .. sedikit demi sedikit .. seluruh unsur dalam tubuh merasakan di setiap dinding sel-nya … alangkah terasa bahwa kepuasan itu nyata dan bukan selama tegukan teh.

21 Agustus, 2009

MARHABAN YAA RAMADHAN


MARHABAN YAA RAMADHAN

Ramadhan …
Engkau datang tepat waktu …
Engkau tidak peduli apakah aku akan menerimamu atau menolakmu
Engkau tidak peduli apakah aku akan menjalankan ibadah atau bermaksiat sepanjang waktu
Engkau tidak peduli apakah aku mengagungkanmu atau aku menghianatimu
Engkau tidak akan pernah peduli bagaimana aku memandangmu …

Ramadhan …
Hari-harimu bermakna ibadah …
Pagimu adalah rahmat .. siangmu ujian .. malammu berkah
Kau ajarkan pada kami arti sebuah kebersamaan
Kau ajarkan pada kami arti sebuah solidaritas
Kau ajarkan pada kami arti menahan diri
Kau ajarkan pada kami arti dekat padaNya
Kau ajarkan pada kami tetap bersemangat ditengah lapar
Kau ajarkan pada kami selalu bermunajat dikala perut kosong
Kau ajarkan pada kami khusyuk meski pikiran selalu ingin bersantap
Kau ajarkan pada kami arti ketaqwaan

Ramadhan …
Sebulan penuh masjid akan ramai .. musholla akan terang benderang .. surau akan gegap gempita … langgar tak ubahnya seperti pasar …
Semua datang menyambutmu … semua ramai memperbincangkanmu
Semua ingin selalu menerima gulungan ganjaran sebanyak-banyaknya

Ramadhan …
Ah … betapa aku ingin ada diharimu, meski harus aku tinggalkan es buah dan es sirup disiang hari
Ah … betapa aku ingin tersenyum, meski harus kusimpan rokokku sepanjang siang
Ah … betapa aku ingin beribadah sepanjang waktumu, karena menunggu limpahan pahala berlipat ganda
Ah … betapa aku ingin seluruh bulan memiliki nilai seperri bulanmu, penuh limpahan rahmat, pengampunan dan jaminan masuk surga

Ramadhan …
Kuucapkan selamat datang bagimu
Kuhaturkan sambutan terhangatku
Kusanjungkan hati mengisi hari-harimu

Marhaban yaa Ramadhan …

12 Juli, 2009

THERAPY KESABARAN 3

Resep Ketiga : Masalah … no way – Hikmah … yes !!

Anda pernah mengalami masalah? … pasti. Kita semua selalu akan menghadapi permasalahan. Entah masalah yang ringan atau masalah yang berat. Entah masalah dengan diri pribadi sendiri atau masalah dengan keluarga – kawan – kolega – musuh – tetangga – handai tolan – orang tua – istri – suami – anak – adik – kakak dan dengan pihak lain … yang kesemuanya itu pasti sangat tidak mengenakkan.
Masalah yang timbul dapat berupa sebuah perselisihan, kurang komunikasi, hutang piutang, pelanggaran, penyelewengan, perselingkuhan, pengingkaran, perebutan kekuasan, perebutan harta, perebutan popularitas dan seabrek akar permasalahan yang menimpa.
Masalah yang datang ada yang tidak setiap saat, misalnya hanya setahun sekali (seperti orang yang kontrak rumah atau status pekerjaannya masih kontrak, pastinya menjelang tenggat kontrak berakhir, kegelisahan yang akan menimbulkan masalah akan muncul) dan permasalahan yang datang silih berganti, bertubi”, sampai kadang kita merasa bahwa hidup kita serasa orang paling sial sedunia, atau kita merasa Yang Maha Kuasa tidak sayang pada kita, atau kita sebagai tumbal atas kesalahan/permasalahan orang lain.
Permasalahan yang timbul, pastinya akan meledakkan batas” kesabaran kita, kita menjadi gelisah, mudah marah, merasa paling mudah membenci/dibenci, merasa selalu menjadi inti pandangan orang lain yang bernilai negatif dan akibatnya kita menjadi sulit tersenyum, kurang nafsu makan, turun kinerja, melemahkan silaturahmi, mencari sasaran pelampiasan serta kita menjadi manusia paling aneh sedunia.
Saya pernah mengalami hal” tersebut diatas, saya menjadi orang yang sering ‘menempelkan alis’, menjadi orang yang membalik lekuk bibir, menjadi pemimpin yang mencap pekerjaan anak buahnya adalah salah dan menjadi manusia tidak menyenangkan dirumah bagi keluarga. Sungguh suatu keadaan yang sangat tidak menyenangkan bagi kita dan oranglain.
Kala itu saya juga sering diberikan kalimat” penyejuk, macam : sabar ya, tenang ya, sudahlah, came on …, lupain aja deh, nanti aku bantu deh dan bermacam” kalimat untuk meredakan amarah. Saat itu biasanya saya bukannya bereaksi positif, saya malah bertambah ‘muntab’ … emosi menjadi semakin menjadi .. akibatnya orang” menjauh dari diri saya.
Untunglah saya masih memiliki malam … masih boleh berkawan dengan sepi … masih dapat melakukan perenungan … masih menyimpan energy untuk mengendapkan seluruh yang ada dalam pikiran – kepala – hati yang pastinya sedang menggelegak.
Sambil memandangi malam dan menulis langit kelam dengan pena mata, biasanya saya mendapatkan beberapa hal sebagai berikut :

1.Cabut Masalah dari Akarnya. Sering kita mengalami permasalahan karena kita tidak pernah mengoprek permasalahan sejak akarnya. Kita hanya memandang dan mencoba menyelesaikan permasalahan hanya kulitnya saja. Misalnya, kita memiliki permasalahan dengan keuangan kita. Yang kita oprek hanya bagaimana kita mendapatkan tambahan uang agar permasalahan kita selesai, sampai” kita mungkin akan menghalalkan segala cara, termasuk korupsi atau mencuri sekalipun, naudzubillahi min dzalik. Ok, permasalah itu mungkin akan selesai, tetapi karena mental kita tidak kita latih untuk menyelesaikan akar permasalahnnya, tentunya permasalahan itu akan kembali datang dan mungkin akan berada pada level yang kian parah. Padahal kita harusnya menilik lebih dalam, kenapa kita sampai memiliki permasalahan financial. Boleh jadi rencana kita akan keuangan yang tidak matang, beban penggunaan dana berlebihan, kita terlalu bangga dibilang dermawan padahal kitan sendiri bobrok atau lingkungan kehidupan yang menuntut kita meninggikan style tetapi menghancurkan cash flow. Itulah sebenarnya akar permasalahan yang perlu kita selesaikan. Ambil secarik kertas, guratkan tinta pena diatasnya dengan sebuah jalan keluar untuk mencicil permasalahan keuangan sehingga kita akan dapatkan sebuah tenggat waktu, bahwa seluruh tanggungan kita akan lunas. Kemudian kita coret” kembali, akar permasalahan yang membuat kita terkena krisis, setelah kita menemukan lanjutkan dengan membuat sebuah rencana pengendalian cash flow, misalnya dengan mengatur keperluan bulanan, memperkecil pengeluaran yang dianggap kurang perlu, memperbanyak tabungan, menambah kinerja, menambah frekuensi aktifitas usaha atau menurunkan level kehidupan pada posisi yang sesuai tetapi kelakuan kita tetap terhormat (boleh dong, mundur selangkah untuk berlari seribu langkah kemudian). Kesabaran kita dalam mengurai permasalahan akan membuat nilai” kearifan dalam diri terkuak dan siap ditaburkan untuk orang” disekeliling kita

2.Badai Pasti Berlalu, almarhum Chrisye melantunkan lagu yang direpackage oleh Ari Lasso dengan sarat makna. Saat kita punya permasalahan, lantunkan saja … Badai … Pasti Berlalu, kelegaan akan merasup dalam pemikiran kita, tetapi dengan catatan bahwa kita sudah berupaya sekuat tenaga, berusaha dengan keras atau berikhtiar dengan sepenuh hati. Bila sudah demikian penyerahan diri atau tawakkal yang kita lakukan hanya menunggu respon positif saja, setidaknya atmosfer dalam diri sudah dilingkup aura positif untuk membantu kita berangkat dari terjangan badai permasalahan. Jangan sampai kita hanya menunggu mukzizat, keajaiban dari langit .. nilai kepasrahan yang kita tebarkan sesungguhnya ranjau yang siap meledak kapanpun. Ingatlah, dalam kesempitan ada kemudahan, juga dalam setiap kemudahan ada kesempitan. Kesabaran kita melakukan ikhtiar akan melahirkan sebuah nilai tawakkal yang luar biasa. Kita akan semakin kuat menghadapi badai yang datang kemudian

3.Letakkan permasalahan diluar system berfikir kita. Kadang saat kita memiliki maslaah, kita dengungkan kepada banyak orang bahwa kita memiliki masalah sehingga kita memaksa pemakluman mereka akan sebuah mindai, bahwa kita sedang memiliki masalah, maka boleh untuk tidak diganggu, boleh untuk tidak melakukan kinerja sebagaimana mestinya, boleh marah”, boleh” lain yang menunjukkan betapa kerdilnya kita. Pencampur adukan masalah yang ada dalam diri kita lebih karena kita meleburkan masalah itu pada seluruh organ tubuh kita, kita menjadi lemah, kita tidak lagi menjadi professional. Harusnya, biarkan permasalahan itu ada diluar alam pemikiran terdalam kita, biarkan permaslaah itu tertata rapi pada lemari problema, terstruktur berdasarkan skala priorotas dan peruntukannya. Lalu kita pilah setiap masalah, kita selesaikan satu persatu sampai keakarnya dengan nilai ikhtiar dan tawakkal yang harusnya luar biasa, karena kita adalah sosok yang menghebohkan. Setelah selesai permasalah itu, letakkan dia pada rak solusi, dimana seluruh jalan keluar permasalahan kita simpan. Jikalau kita mendapatkan permasalahan yangsama, maka akan dengan mudah kita ambil jalan keluar itu dan kita modifikasi sesuai dengan titik permasalahan kita. Meletakkan permasalahan diluar, memilahnya, menyelesaikan dan meletakkan jalan keluarnya di lemari solusi adalah nilai kesabaran yang sangat hebat

4.Masalah … no way – Hikmah … yes !!. apa yang kita rasakan setelah pemetaan permasalahan, nilai tawakkal dan kepiawaian kita menyelesaikan masalah tercapai, sebuah poin hikmah. Hikmah … nilai suci milik Sang Maha Pemberi sebagai poin penting manusia dalam mengarungi lautan kehidupan, belajar di universitas kehidupan, terbang di angkasa kehidupan, menjelajah di bumi kehidupan, menembus inti bumi kehidupan. Hikmah yang mengalir akan melahirkan nilai” kesabaran dalam diri … nilai” hakiki kemanusiaan … nilai” terhormat dalam martabat

5.Komunikasikan seluruh pemetaan permasalahan kepada orang” yang terkait dengan hal itu atau melalui pihak ketiga, agar seluruh permasalahan dapat tuntas. Kadangkala kita anggap persoalan ini sudah selesai, sementara pihak lain merasa belum diinformasikan sehingga timbul penilaian berbeda dan akan merambat kepihak” lain dan menjadi opini publik yang sangat tidak menguntungkan bagi hubungan kedua belah pihak

Bukan hal yang mudah menerapkan Trilogy Therapy Kesabaran ini. Sayapun terus berupaya melakuka therapy ini terus menerus .. kadang lupa, kadang tanpa sadar melanggar adalah hikmah yang saya terima. Pencerahan untuk kita semua dari masing” kita adalah nilai luar biuasa dalam kehidupan kita. Karena Saya/Anda/Dia Tidak Sepintar KITA SEMUA …

Wassalam … keep on istiqomah

THERAPY KESABARAN 2

Resep Kedua : Alihkan mindai kita ……

Sebagian besar dari kita pasti pernah berurusan dengan jasa pelayanan publik, entah itu antri ticket karcis angkutan umum saat mudik, antri di Bank (seperti yang menginspirasi Mas Jay sehingga menghasilkan tulisan yang luar biasa), antri membayar listrik, antri membayar SPP, antri membeli formulir Perguruan Tinggi, antri memasuki salah satu wahana di Dunia Fantasi dan segala sesuatu yang membuat kita berada dalam sebuah deretan panjang manusia karena kita memiliki tujuan diujung antrian atau harus mengantarkan ibu – istri – tante belanja di pasar atau mencari baju di Mall. Kondisi itu membuat kita berada pada zona BERHENTI DI BERJALANNYA WAKTU … kita merasa menyia”kan waktu … kita merasa berada pada situasi yang tidak nyaman … akhirnya kadang emosi merajai pemikiran kita dan mungkin kita kehilangan akal sehat kita.
Nilai emosi yang kita lakukan boleh jadi dengan amarah yang meluap, dengan ngedumel” tidak jelas, memprovokasi orang lain untuk juga ikutan emosi, atau kemungkinan paling ekstrem adalah melakukan tindakan anarkis. Jelas hall ini membuat kita menjadi sangat tidak produktif, sangat tidak intelek, sangat tidak menunjukkan nilai eksistensi sebagai manusia bermartabat. Pengalaman saya saat mengantri yang menyebabkan emosi terjadi saat saya akan membayar karcis tol disuatu ruas jalan tol, dimuka saya terlihat deretan panjang kendaraan karena baru saja berlibur akhir pekan, saya dengan orang tua – adik” dan paman. Sekitar 20-an mobil ada dimuka saya, setelah sekitar 5 mobil didepan saya, mendadak lampu indikator diatas gerbang tol dilajur saya menyala merah, beberapa satpam tol berada ditengah lajur dan gerbang masuk tol mulai turun dan mnutupi lajur, Pergantian Shif Petugas … waooo, dengan beringsut” saya dan rombongan kendaraan lainnya bergerak kelajur lain sesuai arahan satpam, tetapi tiba” saja kondisi menjadi sangat tidak terkendali, beberapa kendaraan dibelakang saya mendadak menyerobot sehingga terjadi saling kunci untuk menuju pintu tol, bunyi klakson berkali” memekakkan telinga. Akhirnya setelah berhasil mencapai lajur yang benar, kembali mobil bergerak … emosi yang sempat menggelegak, kembali menggelegak manakala mobil dimuka saya yang sedang membayar tol, sibuk bercakap” dengan petugas tol menanyakan sebuah arah tujuan. Karena ketidak sabaran saya, akhirnya saya tekan klakson kuat” sampai akhirnya mobil itu bergerak maju. Sambil ngomel” saya membayar pintu tol, sedikit saya perhatikan raut kelelahan petugas tol yang melayani saya. Setelah sampai dirumah, saya berehat sejenak dikamar sambil memainkan remote televisi sementara pikiran saya melambung kembali pada peristiwa di gerbang tol tadi … saya merasa bersalah telah melakukan tindakan bodoh tadi. Suasana mobil yang tadinya ceria karena celetukan” dan guyonan memang senyap saat kejadian kisruh di gerbang tol itu, sampai di rumah. Kondisi tubuh sayapun sangat lebih lelah akibat akselerasi kendaraan yang lebih cepat dari gerbang tol menuju rumah.
Salah satu pelajaran tadi membuat saya memiliki bahan untuk melakukan therapy sabar saat antri. Beberpa therapy yang saya lakukan adalah :

1.Menenangkan pikiran, saya berusaha berada pada situasi tenang saat berada dalam antrian. Ketenangan ini saya atur sejak berangkat dari rumah. Saya janjiikan dalam hati bahwa saya harus tenang, saya tekadkan dalam kalbu bahwa pikiran saya harus semeleh, saya simpan dialam bawah sadar saya bahwa selama saya memegang setir saya harus tenang. Ketenangan ini saya implementasikan antara lain dengan memutar musik dan menikmati situasi jalan serta berbincang” dengan kawan perjalanan akan sesuatu yang menyenangkan. Saat berada dalam antrian da ada yang meyerobot, saya tetap enjoy karena bathin ini merasa tenang

2.Menghargai pengguna jalan yang lain, kesadaran saya bahwa jalan ini bukan hanya saya yang menggunakan saya patri dalam otak kecil saya. Saya menyadari sepenuhnya bahwa saat saya berada di jalan umum, maka saya harus menghargai pengguna jalan yang lain, mulai sesama kendaraan bermotor sampai delman atau sepeda onthel. Saat antri di traffic light dan saya menggunakan mobil, saya berusaha berada beberapa meter dibelakang marka jalan, agar kendaraan roda dua dapat menempati barisan terdepan. Juga bila saya menggunakan kendaran roda dua, saya selalu berusaha menjalankan kendaraan dengan santai dan berada disisi kiri jalan (jalur lambat). Beberapa kali saya coba, hasilnya cukup mengagumkan, saya merasa enjadi manusia terhormat karena tidak ada kendaraan yang sewot dengan sata juga sebaliknya

3.Alihkan mindai kita, saat berada di zona ketidaknyaman saat mengantri panjang, saya merubah mindai dalam pikiran saya untuk melakukan tindakan yang lain. Misalnya saya bercakap dengan sesama kolega, atau saya membaca buku, atau melihat siaran televise, atau berselancar di internet –check email atau up date fb- dan aktifitas lain yang menyenangkan dan membuat kita berada di kondisi yang berbeda. Tahun 2000-an saya berkenalan dengan buku yang berjudul Piece of Mind … saya baca – dengarkan CD-nya … sampai akhirnya tidak hanya hal” yang menyenangkan yang saya dapat lakukan, saya mampu menyetel jam bangun saya sesuai dengan keinginan. Melalui latihan yang berulang”, saat ini saya sudah sering bangun menjelang pukul 04.00 WIB … bahkan saya pernah beberapa kali mampu melakukan setting alam mimpi saya ..he..he.. menyenangkan sekali, atau saat sedang bermimpi indah dan terjaga, kemudian tidur kembali, beberapa kali saya mampu mencari mimpi yang terputus dan melanjutkan sesuai dengan ending yang saya inginkan, silahkan coba … mengasyikkan.

Resep kedua saya untuk berada pada zona yang nyaman manakala kita berada dalam antrian boleh dijadikan referensi, atau bila ada pengalaman lain, kita dapat berbagi. Sampai bertemu di Therapy Kesabaran 3 dari trilogy Therapy Kesabaran saya berikutnya. Keep on istiqomah

THERAPY KESABARAN

Resep Pertama : Biarkan mereka mendahului ……


Sabar ya Pak … sabar ya Bu … sabar ya Mas .. sabar ya Mbak … sabar ya Dek … sabar ya … sering kita mendapatkan ungkapan tentang perlunya kita bersabar … dalam kitab suci-pun nilai kesabaran juga kita sering baca atau dengarkan saat pengajian … terutama saat memasuki bulan Ramadhan, untuk yang muslim … para pemberi pelajaran agama selalu mengatakan untuk kita selalu bersabar.
Diri saya sendiripun termasuk orang yang tidak sabaran … ketidaksabaran saya biasanya akan saya ledakkan melalui nilai” emosional yang cukup jelas dirasakan oleh orang” sekeliling saya. Nilai emosional saya sangat terasa karena saya mengkaitkan dengan hati. Yang saya rasakan nilai emosional itu terjadi karena menyangkut harga diri yang dinjak” sehingga saya harus melawan dan menjadi pemenang … emang dasar manusia kalee.
Keumuran ini seakan memaksa saya untuk melakukan sebuah nilai” yang berbeda dalam hidup … saya mencoba merenung dan mengendapkan nilai”, tahapan” yang harus saya lalui agar saya dapat bersabar .. akhirnya saya memulai dari aktifitas yang sering saya lakukan … berkendara … resep pertama saya, saya namakan BIARKAN MEREKA MENDAHULUI
Saat saya berkendara, entah dengan sepeda motor atau dengan kendaraan roda empat, kolega” saya yang juga mengendarai kendaraan sering memiliki tingkah laku yang tidak pada tempatnya (pastinya mereka juga memandang saya sedemikian saat saya melakukan hal itu dulu). Berada pada jalur cepat, ugal”an, berkecepatan tinggi, mendahului seenaknya sampai berhenti pada tempat yang tidak diperbolehkan atau menerobos marka jalan … suatu kondisi yang biasa dilakukan … saat ada kolega saya dijalan mendahului, maka saya akan serta merta tancap gas dan mencoba mendahului mereka sampai pernah saya kebut”an dengan mereka dijalan hanya karena masing” tidak ingin berada dibelakang … beruntung saya baru kecelakaan lalulintas dua kali, entah bila harus ketiga kalinya … kedua kecelakaan itu membuat saya harus berurusan dengan dokter bedah tulang karena tulang kaki saya patah .. kecelakaan pertama, tulang kering dan betis saya yang patah, kecelakaan kedua, gentian tulang paha saya yang patah. Untuk keluarga dan perusahaan saya jelas itupun sebuah kerugian … secara materi, mulai kendaraan yang rusak sampai biaya pengobatan … sisi non material, mulai dari keadaan moril merek yang rontok, sampai kekhawatiran mereka akan ‘kehilangan’ manusia berkualitas macam saya (ciiieee). Endapan” itulah yang membuat saya mencoba meramu resep therapy kesabaran.
Kesabaran saya ujikan dijalan … saat saya berkendara saya melakukan beberapa therapy, yaitu :

1.kecepatan normal (kisaran 60 – 80 km/jam – dijalan raya yang kosong, seperti jalan raya Solo – Boyolali atau Klaten – Yogyakarta. Kalau di Jalan Jenderal Soedirman saat pagi hari … jangan harap ya ..he..he), kecepatan ini membuat kita mampu mengendalikan kendaraan sepenuhnya, entah bermanuver kiri-kanan, entah melakukan pengereman dengan langsam, entah melakukan aktifitas pengamatan terhadap situasi lalulintas dan aktifitas lain yang menyamankan kita berkendara. Saat kondisi sedemikian, pikiran kita sangat ayem sekali … kita dapat tenang, dapat menikmati alunan lagu yang menyapu relung” gendang telinga atau berbincang dengan lebih fokus. Jangan buru” dan kebut”an .. kita tidak sedang berkejaran dengan Jeson Button atau Jorge Lorenso atau Ananda Mikola, kita sedang berkendara sambil mententramkan hati

2.mengalah untuk nyaman … ungkapan ini saya plesetkan dari “mengalah untuk menang” … di jalan raya saat kita akan keluar dari gang menuju jalan raya (terutama saya alami selama berkendara di Solo dan sekitarnya sampai seputaran wilayah di Jawa tengah dan Jawa Timur), sangat sedikit kendaraan yang ada di jalan raya memberi kita kelapangan untuk dapat menyeberang masuk ke lajur di jalan raya. Jangankan kendaraan bermotor yang berakselerasi lebih tinggi, sepeda dan becak-pun kadang kala ‘tancap pedal’ yang penting kita tidak menyeberang dihadapan mereka. Bila sudah demikian, biasana saya dengan tetap bersenandug riang, memajukan moncong kendaraan sedikit demi sedikit sampai keleluasaan tercipta, baru saya menyeberang. Grasa-grusu sambil ngomel” akan membuat kita nyaman dan adrenalin kita menggelegak menciptakan emosi, akhirnya ketenangan kita akan terganggu.

3.biarkan mereka mendahului … kalimat ini saya jadikan ikon … karena kita yang masih berdarah dingin ini seringkali merasa ‘diremehkan’ manakala kita didahului oleh kendaraan lain … biasanya kita serta merta memacu kendaraan lebih cepat … kita menambah akselerasi putaran mesin karena keinginan kita, “tidak mau berada pada pihak yang kalah” … agar kita menjadi orang yang sabar, biarkan saja mereka mendahului, setting dalam pikiran kita, “ah, beliau pasti sedang terburu” wawancara sehingga harus cepat” .. atau “ah, mereka pasti sudah tidak kuat menahan untuk buang air, sehingga harus ngebut untuk sampai di jamban” …. atau “ah, dia pasti akan terlambat ke sekolah, karena ada ulangan umum” … banyak kalimat” yang akan mententramkan hati dan pikiran kita sehingga kita akan merasa nyaman”: saja saat ada kendaraan yang mendahului
4.konsisten akan hati dan kepala yang dingin … separah apapun provokasi dalam diri kita … konsistensi kita untuk tetap cool akan menjadi jaminan kesabaran kita

Akhirnya … saya mengutip kata” ayah saya dan salah seorang guru kehidupan saya (Ir. Suharto, MS) … “Berangkat Lebih Awal, Tidak Tergesa”, Selamat Sampai Tujuan”
Sampai bertemu di Resep Kedua saya dalam trilogy resep menjadi sabar … selamat mencoba dan kita ambil referensi atas ini

21 Mei, 2009

Memperdaya Daya

Seekor tikus belang cokelat dengan secarik kertas dan sebatang pena ditelinga ‘menjawil’ seekor tikus putih sambil berkata, “hai tikus putih, bagaimana kalau kita bersatu sebagai pemimpin gerombolan tikus diwilayah ini? Aku khan saat ini sebagai incumbent penguasa, tapi aku agak jengah dengan kelakuan parnerku dipemerintahan kerajaan tikus, si tikus abu”. Otak bisnisnya dipake buat pemerintahan, jadi susah khan?”. “boleh saja Boss, saya siap aja deh. Tapi saya cuma bisa urusin masalah perekonomian saja. Karir saya dari dulu ya cuma bisa urus perduitan doang. Saya tidak punyakelompok”, jawab tikus putih yang sementara ini juga menjabat sebagai pengatur alat tukar keju di Negara tikus ini. “tenang, saya memang sengaja mengajak anda yang bukan anggota kelompok. baiklah … kita agak mundurkan saja pemberitahuan ke rakyat tikus. Saya akan bikin teman” pendukung dari kelompok belang hitam, belang biru dan belang hijau tua gelagepan. Mereka pasti bingung mau dukung siapa kalo waktunya sudah mepet. Nanti saya akan rayu mereka, sementara biar saya manfaatkan kroco” saya untuk jadi utusan buat mereka … paling mereka protes, baru kemudian saya maju. Pasti akan lain ceritanya … mereka pasti terima dan pamor saya jadi oke. Khan dari dulu saya dikira sering TP-TP … Tebar Pesona. Sekalian saja saya buktikan bahwa saya memang mempesona .. ya gak .. ya gak ..”, cerocos tikus belang cokelat sambil menggerak”kan alis, genit.

Disebuah goa tikus lainnya, tampak tikus abu” sedang berbincang dengan tikus belang kehijauan. “tikus hijau, saya khan sudah satu periode pemerintahan ini jadi bumper terus, tempat menjatuhkan kesalahan, tempatnya bikin salah dan saya sudah tidak dianggep sama tikus belang cokelat lagi. Bagaimana kalau kita ikutan kontes memperebutkan tahta pemerintahan? Kita berduet?”. Tikus belang hijau sambil manggut” menjawab, boleh juga. Periode lalu saya dipercundangi teman-teman kelompok tikus abu”, saat saya juga ikutan kontes. Saya ditelikung. Ehm… tapi, boleh juga deh. Cita” saya masuk hall of Fame Negara tikus jadi kenyataan”, sambut tikus belang hijau. “Oke, terimakasih … kalau gitu segera kita keluar untuk memberitahu rakyat Negara tikus bahwa kita adalah pemimpin mereka dimasa mendatang … lebih cepat, lebih baik”, sambut tikus abu” gembira.

Malam itu seperti hari dan malam” yang lain, tikus belang blonteng dan tikus hijau saling beradu argument dan ngotot bahwa mereka adalah tikus yang harus jadi pemimpin rakyat tikus. “Tikus hijau, saya khan pernah memimpin Negara tikus, kalau saya tidak jadi pemimpin ya kacau nanti, apa kata dunia? … sementara anak saya dan orang” di kelompok saya belum siap untuk jadi wakil anda. Kalau anda khan termasuk orang baru … sudah gitu anda pernah ada di angkatan perang, nama anda bisa jadi gossip mengenai kejadian saat kerusuhan dulu lho. Nanti kalo anda sudah mateng jadi wakil saya, baru anda maju lagi dipemilihan berikutnya, nama anda sudah harum … seperti namanya Ibu Kartini itu lho ..he..he”, jelas tikus belang blonteng kepada tikus hijau yang manggut” sambil keningnya berkerut, sementara penasihan spiritualnya yang dulu pernah jadi anggota dewan pertimbangan piker tikus belang blonteng itu juga membisikkan sesuatu, “boleh juga thu, Cuma kamu harus minta jabatan” strategis di pemerintahan menjadi kekuasaan gerombolan kita. Ingat, misi kita adalah rakyat. Tanpa rakyat bawah, kita tidak bisa apa” lho”, jelas tikus yang selalu ingin menjadi hitam agar terlihat berwibawa itu. “ok tikus belang blonteng, waktu sudah malam dan saya sudah kebelet pingin jadi pemimpin. Saya setujui, asalkan jabatan yang berhubungan dengan perekonomian negeri pencari keju ini saya yang pegang. Bagaimana?”, pinta tikus hijau. Tikus belang belonteng menyahut, “oke deh … yo kita kasih tahu ke rakyat lainnya. Malam” gini oke juga buat kita sampaikan kedekatan kita, sehabis ini aku harus cepat kerumah perawatan, suamiku harus ditengok. Sedang sakit”.

Akhirnya, ketiga pasang tikus itu menjadi calon pemimpin Negara tikus yang sedang gelisah. Sementara pasokan perekonomian keju dunia sangat rentan, Negara ini harus menghadapi ribuan kemungkinan terburuk bila hasil pemilihan anggota senat Negara tikus yang sarat dengan ketidakberesan itu dinyatakan batal oleh dewan sidang tikus serta kondisi perekonomia yang akan stagnan sampai adapenguasa baru. Sementara daftar tikus” yang boleh memilih saja masih terhambat dengan kelambanan dan ketidakprofesionalan proses pendaftaran. Sementara sebuah badan polling swasta memberikan statemen terbaru tentang kans tiga pasang calon ini … kemungkinan yang sangat berat bila pemilihan akan berlangsung satu kali. Ternyata, perbedaan pesona ketiga pasang calon ini hanya 1% … sangat tipis. Dan bila berlangsung lebih dari satu kali pemilihan, maka kemungkinan tikus belang cokelat akan tergusur sangat besar. Karena ada sebuah konspirasi antara kedua calon lain .. apabila tikus abu” yang akan bertarung pada periode berikutnya, maka tikus belang blonteng akan mendukung juga sebaliknya. Akhirnya periode lalu akan terulang lagi … penguasa dewan perwakilan tikus akan menjadi oposan dari penguasa.
Mmmmmmmhhhhhhhhhhmmmmmmmppppp … ampeg dada ini menyaksikan sebuah fenomena yang menggelikan, menggelisahkan, mengharu biru, menyenangkan, menyedihkan, panasaran, penuh lelucon, penuh intrik, penuh kospirasi dan penuh-penuh lainnya … sementara Negara tikus ini sedang disibukkan dengan tikus” kerah putih yang menggerogoti keju … semoga sapi perahan yang bernama Bumi Pertiwi ini masih mampu mengeluarkan susu untuk dibuat keju bagi tikus” yang beraneka ragam agar makmur dan kenyang selalu. Dan tidak MEMPERDAYAKAN DAYA ... tidak membohongi sumber daya nusantara.

17 Mei 2009

Terlantung Kasih

Kasih itu lebih dari sekedar cinta, karena kasih itu timbul setelah datangnya cinta … sangat kecil kemungkinan kita mengasihi bila belum mencintai. Tetapi cinta belum tentu ada taburan kasih didalamnya.

Saat rasa kasih pada orang” yang kita cintai itu datang, segalanya akan terasa sangat indah dan menyenangkan.

Saat diri ini sedang berada dalam suatu titik nadir keniscayaan dalam kehidupan, saat kita merasa orang yang kita cintai sedang tidak menyandarkan diri pada kita, kita masih dapat merasakan kasihnya… sekecil apapun. Kasih merupakan sebuah bentukan alamiah dalam diri yang tersusun atas ornamen” cinta yang mendalam dan terpupuk. Bila jalinan itu hanya berlandaskan cinta, saat cinta itu hilang … buyarlah jalinan itu. Tetapi, manakala butiran kasih sudah bersemi dalam sebuah wahana cinta, rasa cinta yang pasang surut tidak akan mempengaruhi nilai kasih. Karena nilai kasih dalam diri terhitung atas dasar kualitas perasaan dan hal itu akan mengunci sehingga kita akan terluntang lantung dalam kasih tak berujung.

Kita ingin menjadi kekasih Sang Maha Pengasih … dan pastinya, bila kita menjadi kekasihNya, maka cintaNya-pun harus kita peroleh melalui ibadah dan syukur kita padaNya.

Bila kita sudah terlantung kasih … maka kehidupan ini akan semakin menarik untuk dinikmati … coba saja

KASIH = Karena Anda Saya Ingin Hidup

Senyum itu

Bukan sesuatu yang perlu dibeli … jare wong jowo, gak perlu kulakan … sehingga saat kita mampu memberikan senyum kepada orang lain … maka dunia ini seakan terang benderang buat kita … buat semua orang yang memberi dan menerima senyum

Kuncinya adalah senyum yang diberikan adalah senyum yang tulus dari lubuk hati mendalam dan kita berikan kepada orang lain sebagai bentuk penghargaan

Senyum membuat kita lebih menarik, karena kita jadi terlihat charming dan pasti teman yang berada didekat kita akan merasa nyaman dan senang. Efeknya kita memiliki banyak teman

Kesedihan pernah melanda kita, itu pasti. Saat kesedihan datang ... cobalah tersenyum untuk diri kita sendiri. Kita akan dapat mengubah perasaan yang sedih menjadi gembira

Kasus H5N1 lalu H1N1 merupakan kasus yang dihindari karena menular. Senyum pun memiliki sifat menular. Cobalah tersenyum pada beberapa orang dalam sebuah ruangan, maka suasana akan menjadi lebih riang dan banyak orang yang akan tersenyum seperti kita

Pikiran yang jernih, tidak merasa bosan dan tidak merasa berada pada sebuah kondisi yang tertekan adalah kondisi menyenangkan dimana kita berada pada kondisi tidak stress. Hilangkan mimik bĆŖte dan jutek diwajah, maka stress itu akan hilang.

System kekebalan tubuh manusia ternyata bisa ditimbulkan melalui senyum. Hal ini terjadi karena kita menjadi lebih rilex. Cobalah tersenyum saat batuk atau flu, kita akan segera cepat sembuh. Senyum juga akan menurunkan tekanan darah.

Kita dapat mengendalikan rasa sakit dengan tersenyum. Hormone endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin yang merupakan pengendali rasa sakit akan dilepaskan data tersenyum.

Pernah dengar senam muka? .. senyum ternyata salah satu sarana senam muka. Banyak otot muka digerakkan saat tersenyum dan itu akan membuat pergerakan muka menjadi teratur, peredaran darah membaik sehingga kita akan terlihat awet muda.

Terlihat lebih percaya diri, terkenal dan bisa diandalkan akan terlihat saat kita tersenyum. Pasang senyum saat pertemuan atau berbicara dengan mitra bisnis, maka kolega kita akan antusias dan member respek pada kita
Hidup itu indah, senyumlah. Aura positif akan berhamburan memasuki jiwa dan kita akan selalu berfikiran positif. Pikirkan hal yang buruk sambil tersenyum … bisa? Pasti akan sulit. Jiwa dan raga akan menerima anugerah bernama senyum.

Jangan lupa mencari kawan untuk tersenyum. Jangan mencoba tersenyum sendiri, apalagi dimuka umum. Akan banyak orang berfikir kalau kita kehabisan obat ..he..he piss…

Kragilan – Boyolali, 11 Mei 2009

Bergulung syukur

Alhamdulillah, kata yang spontan meluncur dari getar pita suara kita manakala kita menerima atau mendengar kita, orang lain, keluarga, orang tua, kakak, adik, sanak saudara, handai tolan, sepupu, tetangga, bangsa dan Negara menerima sesuatu yang menyenangkan. Atau ucapan lain, seperti terimakasih Tuhan, Syukur yaa Allah, serta belasan kalimat yang lain
Memang segala sesuatu yang melekat, terasakan, dinikmati, diterima sebagai buah aktifitas akan terasa menyenangkan dan membuat diri ini terhargai, dan akhirnya kita menjadi sangat menghargai Sang Maha Pemberi Nikmat.
Menghargai anugrah, berapapun besarnya, akan membuat kita ditambahkan nikmat, dilanggengkan nikmat dan disuburkan rasa cinta kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan. Janji-Nya dalam kitab suci sangat jelas, Syukuri nikmat-Ku, maka kau akan aku tambah nikmat itu, engkau lecehkan nikmat-Ku … azabku sangatlah pedih. Baik nikmat yang ada di dunia saat ini atau nikmat yang akan kita terima pada kehidupan setelah mati kelak.
Saat kita BERGULUNG SYUKUR, sesuatu yang dahsyat melanda kita, menelusup kerelung sendi belulang kita, menembus sisi hati paling dalam dan memberi bisikan bahwa kita masih selalu disayang Sang maha Pemberi Hidup. Nikmat yang kita terima bukan hanya sesuatu yang enak secara kasat mata duniawi, boleh jadi ketidak enakan – ketidaknyamanan adalah nikmat terselubung yang akan kita sadari setelah kejadian itu berlangsung.
Ingat, Dia memiliki bergudang rahasia kehidupan untuk kita … dan itu semua adalah kenikmatan tiada tara

MERAIH CITRA DIRI POSITIF

Kita tentunya masih teringat dengan Piala Citra, sebuah penghargaan tahunan yang diberikan kepada insan perfilman Indonesia yang berprestasi. Seluruh komponen terbaik yang terlibat dalam sebuah proses pembuatan film, mulai dari Aktor/Aktris Pemeran Utama, Aktor/Aktris Pemeran Pembantu, Sutradara sampai Penulis Skenario, akan mendapatkan penghargaan diantara beberapa film yang saling berkompetisi dalam sebuah penjurian yang sangat ketat.
Meraih Piala Citra adalah sebuah kebanggaan, sebuah prestasi dan tentunya akan menambah kepopuleran dalam masyarakat. Sebuah penilaian yang sangat positif mereka terima dan terakui.
Sama seperti diri kita yang ingin memiliki citra diri yang baik, maka kita harus memiliki sebuah penilaian yang baik, baik dari dalam diri kita maupun dari orang lain yang melingkupi diri kita. Citra itu sendiri menurut H. Fadhil Zainal Abidi, BE (2008) adalah anggapan yang tertanam di dalam fikiran bawah sadar seseorang tentang dirinya sendiri. Citra diri bisa tertanam dalam fikiran bawah sadar oleh pengaruh orang lain, pengaruh lingkungan, pengalaman masa lalu atau sengaja ditanamkan oleh fikiran sadar. Ditambahkan lagi bahwa Citra diri merupakan blueprint kehidupan seseorang, ia akan menjalani kehidupannya sesuai gambaran mental yang ada dalam citra dirinya. Setiap orang yang memiliki sikap, perkataan, perbuatan dan kebiasaan yang baik, dilakukan dengan tulus dan selalu berfikir positif akan mendapatkan citra diri yang baik dan tentunya banyak orang yang senang bekerjasama dengannya.

Kita tentunya juga ingin menjadi orang yang memiliki citra diri positif, bukan hanya karena ingin dikenal atau dipuji, tetapi perasaan kita akan lebih nyaman, pengakuan orang lain pada kita akan lebih menyenangkan dan kita akan lebih mudah diterima oleh siapapun serta kebahagiaan hidup kita didunia ini akan semakin lengkap.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan citra diri positif, antara lain :

Taat beribadah
Beribadah adalah sebuah konsekuensi manusia yang memiliki agama. Beribadah tidak lebih dari sebuah bentuk penyerahan diri kepada Yang Maha Pencipta, sebuah pengakuan bahwa manusia adalah ciptaan-Nya dan harus berbakti kepada-Nya. Ketaatan beribadah ini bukan hanya kerajinan kita pergi ke rumah ibadah, kekhusyukan kita berdo’a, seringnya kita membaca kitab suci atau besarnya sumbangan yang kita berikan untuk rumah ibadah, tetapi lebih kepada implementasi ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang taat beribadah dengan segenap perasaan dan keikhlasan, akan meresapi makna ibadah dan isi kitab suci serta mampu mengaplikasikan segala sesuatu yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia akan mendapatkan sebuah penilaian yang positif karena ketaatan ibadahnya mampu diselaraskan dengan sikap, perkataan dan perbuatan sehari-hari

Menghargai orang lain
Seluruh manusia didunia ini memiliki derajat dan kedudukan yang sama. Yang membedakan manusia dimuka bumi ini adalah kemampuan masing-masing orang dalam memanfaatkan potensi diri yang mereka miliki. Banyak orang yang mampu memanfaatkan potensi diri sehingga mampu meraih kesuksesan dalam karir dan kehidupan, juga tidak sedikit orang yang selalu mengantungkan hidupnya pada belas kasihan orang lain. Kita yang merasa memiliki kelebihan seyogyanya mampu menghargai sesama yang lebih sedikit kepemilikannya dibandingkan kita. Menghargai orang lain dengan saling membantu, tidak melakukan perbuatan yang menyakitkan orang lain serta selalu tenggang rasa akan membuat sebuah nilai yang sangat positif dan orang akan senang bertemu, bercakap dan dipimpin oleh kita

Berfikir positif
Memiliki sebuah tingkah laku dan perkataan positif kadang belum tentu diikuti dengan sebuah pemikiran yang positif juga, padahal pemikiran positif sangat mempengaruhi dan menentukan tindakan dan perkataan positif kita agar dapat lebih tulus kita berikan pada orang lain. Orang yang selalu berfikiran positif akan memiliki talenta yang luar biasa dimata orang lain, karena orang lain tidak ragu lagi dalam berkomunikasi dengan kita karena akan selalu diterima dan ditanggapi secara positif


Jujur

Melakukan kejujuran layaknya seperti sebuah pertempuran besar dalam diri sendiri. Kadangkala kita mengalami kesulitan untuk berkata dan bertingkahlaku jujur, ketakutan kita berbuat salah, kekhawatiran kita dimarahi orangtua atau atasan atau orang lain, ketidakinginan kita kehilangan respon positif dari orang lain karena kesalahan kita, merupakan beberapa alasan yang membuat kita tidak ingin melakukan kejujuran. Padahal, dengan kejujuran yang kita tampilkan, orang lain akan mampu melihat diri kita lebih lengkap sehingga dapat memaklumi kesalahan dan kita dapat diposisikan pada tempat atau tugas yang sesuai dengan potensi yang kita miliki dan kita dapat merasakan kenyamanan dalam beraktifitas. Kejujuran kita dalam berbisnis, akan lebih memperkuat posisi kita didunia usaha, karena rekan bisnis kita tentunya akan memposisikan kita sesuai dengan potensi bisnis yang kita miliki atau lebih lagi dapat memberikan masukan kepada kita untuk lebih mengembangkan bisnis yang kita jalankan atau kepercayaan yang lebih besar untuk menjalankan sebuah program bisnis yang lain. Kejujuran akan memberikan kita jutaan penilaian yang lebih dan membuat kita memiliki tempat terbaik pada sebuah kumpulan manusia

Bekerja keras, penuh semangat dan tulus
Menjalani aktifitas dalam mengisi kehidupan tentunya membutuhkan kerja keras dan pantang menyerah yang menjadikan kita terus dan terus melaksanakan aktifitas dengan sepenuh hati. Nilai yang akan kita hasilkanpun akan sangat memiliki arti bagi kehidupan kita. Aktifitas yang penuh kerjakeras bila dibarengi dengan semangat yang menyala-nyala akan memberikan aura positif bagi rekan kita untuk melakukan tindakan yang sama, bekerjakeras dengan penuh semangat. Ketulusan yang mengiringi kerjakeras dan semangat kita akan melahirkan sebuah hasil kerja yang sempurna, karena seluruh potensi diri kita libatkan untuk menghasilkan aktifitas yang terbaik untuk diri kita, orang lain, bangsa dan negara. Kerjakeras, semangat dan ketulusan akan membuat diri kita akan selalu digunakan oleh orang lain dan sebuah jaminan akan hasil kerja yang terbaik

Citra diri positif tentunya akan terus melekat pada diri kita sehingga kita menjadi pribadi yang tangguh, dipercaya dan menyenangkan bagi orang lain. Ibarat kata pepatah “Harimau mati, meninggalkan belang – gajah mati, meninggalkan gading – manusia mati, meninggalkan citra positif”

Tetap berusaha menjadi pribadi positif dan luar biasa

30 April, 2009

DIRI KITA … TIMBUNAN NILAI TAK TERBATAS

DIRI KITA …
TIMBUNAN NILAI TAK TERBATAS



Renungan

Kita terlahir sebagai makhluk tersempurna diantara ciptaan Yang Kuasa ...
Kita tercipta sebagai sebuah maha karya terbaik
Kita berkarya dengan modal tercanggih
Kita bersuara dengan alunan termerdu
Kita melangkah didunia sebagai wakil Sang Maha Pencipta

Kita menjadi sedemikian ini karena kita adalah yang terunggul dari jutaan benih yang tertanam dalam rahim ibu
Kita menjadi sedemikian ini karena kita adalah pemenang dari jutaan pesaing kita ... pesaing yang memperebutkan tempat di dinding rahim ibu
Kita menjadi sedemikian ini karena kita mau dan mampu belajar ... berani gagal ... tidak takut salah ... menapak dari lahir, menangis, tengkurap, merangkak, duduk, berdiri, berjalan, berlari dan menikmati kehidupan dengan sarana terlengkap dalam diri

Anugrah yang kita terima tiada berbatas ...
Anugrah yang tak akan pernah habis ...
Anugrah yang hanya diberikan pada yang terpilih ...


“Apabila engkau mengenal dirimu ...
Maka engkau akan mengenal siapa Tuhanmu”
Al Hadits

Asset Diri

Seseorang bertanya pada Rasulullah SAW : “Wahai Rasullullah, dimanakah Allah, dibumi atau dilangit?”. Rasulullah menjawab : “Dalam qalbu hamba-Nya yang beriman”
Al Hadits

Saat kita dilahirkan ... suara-suara tentang ke-esa-an, keagungan, kebesaran, kekuatan, kasih, sayang dan berjuta nilai milik Yang Maha Memiliki mengalun ditelinga kanan dan kiri kita ... merasuk kalbu ... mengisi relung-relung hati ... mengema dalam kalbu kita

Sudah berapa kali mentari pagi menerpa wajah kita?
Sudah berapa liter oksigen mengisi ruang nafas kita?
Sudah berapa galon air mengaliri kerongkongan kita?
Sudah berapa barrel darah berputar dalam pembuluh darah di tubuh kita?
Pernahkan kita menghitung? ... serta, pernahkah kita mengkonversi dalam mata uang –bila kita diharuskan membayar-?
Mungkin pernah ... tetapi pasti hanya sangat sedikit ... sangat-sangat sedikit kita mencoba menilainya ... dan pastinya digit mata uang kita akan memenuhi kertas hitungan kita ...
Semua itu pastinya diberikan secara cuma-cuma untuk kita ... sebagai konsekuensi Maha Pencipta karena membuat kita hidup didunia ini ... tak ada pamrih ... tak ada nota ... tak ada konsekuensi kita ...
Cukup dengan tanggungjawab kita untuk menjadikan semua ini sebagai nilai ibadah ...

100.000.000 syarat penglihatan yang menempel di mata kita telah melihat banyak hal didunia ini ... entah baik, entah buruk, entah enak, entah tidak enak, entah suka, entah tidak suka, entah mau, entah tidak mau, entah memberi kebahagiaan, entah melahirkan kesedihan ....

24.000 serat pada indera pendengaran kita telah mendengarkan alunan ayat suci, umpatan yang menyakitkan hati, pujian yang membanggakan diri, makian yang melemahkan semangat, kata-kata yang memompa motivasi, hasutan yang mempengaruhi jiwa, kata-kata lembut yang melegakan kalbu, bentakan-bentakan yang meluluhlantakkan lulang belungan di tubuh kita ...
Kemampuan kita bercakap, menggelontorkan informasi –baik atau buruk, membuat kita dimengerti orang atau membuat fitnah pada orang lain, lidah yang menggulirkan pujian atau menghantarkan makian, kalimat-kalimat bijak atau untaian kata yang melemahkan semangat ...

Gerakan-gerakan dari 500 otot, 200 tulang dan 710,5 km urat syaraf yang mengantar kita menuju rumah ibadah, melangkahkan kaki masuk keruang maksiat, mengambil sesuatu yang halal atau menggenggam yang bathil, mengantar sesuatu yang menyehatkan atau membawa kita menjadi pesakitan ...

90.000 km panjang vena arteri dan pembuluh darah yang memompa 2.700.000 liter darah setiap tahun, membawa nutrisi yang baik atau nutrisi jahat, membuat kita dapat menikmati hidup atau menyesali hidup kita ...
Setiap lima liter darah, mengandung 22.000.000.000 sel, setiap sel terisi oleh jutaan molekul yang setiap molekul mengandung satu buah atom dengan jumlah osilasi 10.000.000 kali setiap detik. Setiap detik ... 2.000.000 sel darah mati diganti dengan jumlah yang persis sama

Dalam otak kita yang beratnya 3 pounds, terdapat 2.000.000.000 sel syaraf, jumlahnya sekitar tiga kali dari jumlah manusia yang pernah hidup dibumi ini. Kita memiliki 1.000.000.000 sel protein yang siap dipanggil untuk melakukan tugas membawa kita menjalani kehidupan ini

Indera perasa kita ... dengan 4.000.000 sel syaraf perasa nyeri, 200.000 detektor sentuhan dan lebih dari 200.000 detektor suhu.

Kesemua itu adalah sebagian dari apa yang kita miliki ... kelebihan yang lain adalah pola kerjasama yang sangat serasi ... kerjasama yang sangat sinergi ... kerjasama yang saling menguntungkan ... kerjasama yang memberi sebuah nilai terbaik diantara mahluk yang diciptakan Sang Maha Pencipta. Bayangkan bila salah satu diantara komponen ini memboikot aktifitasnya ....

Yang Maha Besar menciptakan manusia dengan tiga alasan :
1. manusia memerlukan Dia
2. manusia bukan salah satu dari kawanan yang menuju kehancuran dalam kumpulan yang bermutu rendah yang kelabu
3. manusia adalah kelangkaan yang berharga

Aku adalah harta terpendam,
Aku ingin diketahui, oleh karena itu
Aku menciptakan makhluk

Al Hadits

Diantara 7.000.000.000 manusia yang pernah dan sedang hidup dimuka bumi ini tidak ada yang tepat dan persis mirip seperti diri kita ...

Lebih dari 400.000.000 sel sperma dari ayah kita menyeruak masuk, menyerbu untuk memperebutkan satu sel telur milik ibu kita ... kita adalah gabungan dua sel yang bersatu penuh mukzijat dengan kandungan masing-masing 23 kromosom yang terdiri atas ratusan gen pembawa sifat manusia ...


Karena inikah kita palingkan diri kita?
Karena inikah kita jauhkan diri kita?
Karena inikah kita tinggikan diri kita?
Karena inikah kita tidak bersyukur?
Karena inikah kita menjadi pemberontak atas anugrah-Nya .... yang notabene hanya seonggok kita?

Yang Menciptakan kita memiliki semua yang kita punya ... semua mahluk yang ada di jagat semesta ... hidup atau mati ... yang mengatur semua ini sehingga kita masih dapat melihat matahari, kita masih dapat tersenyum karena nyamannya sinar matahari terbenam, kita yang merasa hangat karena rayuan bulan purnama, kita yang bertelekan tangan mampu menghitung bintang, kita yang merasa segar karena hembusan angin gunung, kita yang merasa tersanjung tersapu pasir dipantai, kita yang mengggigil ditengah hujan, kita yang berkeringat karena panasnya suhu lingkungan, kita yang bersendawa selepas makan, kita yang merasa nikmat karena makan saat lapar, kita yang memiliki kantuk ....

Yang Maha Memberi tidak meminta bayaran ... sekali lagi, gratis untuk kita ... hanya ada satu yang diminta ... rasa syukur



Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disegenap penjuru dan didalam hati mereka sendiri

QS Fushshilat; 41 : 53


Menemukan Kebahagiaan

“Kebahagiaan adalah asset terbesarmu”

Kita akan merasa bahagia bila :
a. kita memiliki kamar yang berkasur empuk dan luas, lampu belajar yang terang benderang, lemari yang memuat pakaian bagus dan banyak, audio yang mengalun merdu atau kamar mandi yang nyaman
b. kita memiliki buku pelajaran lengkap
c. kita memiliki tas kuliah yang bagus
d. kita mendapat Kartu Hasil Studi yang bernilai ‘A’
e. kita mendapat hari libur kuliah yang banyak
f. kita memiliki rumah yang mewah dengan sarana lengkap
g. kita memiliki mobil yang mahal dan nyaman
h. kita memiliki pekerjaan yang mudah dengan hasil besar
i. kita memiliki istri cantik atau suami ganteng
j. kita memiliki anak-anak yang lucu, sehat dan pintar
k. kita memiliki jadual libur akhir pekan ketempat wisata yang menyenangkan

Tetapi, sebenarnya hakikat kebahagiaan adalah kemampuan kita dalam menyelaraskan kehidupan kita dengan alur kebahagiaan sesuai dengan parameter hati kita

Bila kita merasa bahwa hati kita dapat mengkondisikan kebahagiaan, maka seluruh komponen di alam semesta ini akan berkonspirasi melalui pancaran frekuensi yang unik untuk membuat atmosfer kehidupan ini dalam keadaan bahagia

“Kesabaran adalah usaha yang terus menerus”

Kendala yang timbul dalam mengalirkan rasa kebahagiaan adalah bila :
1. kebahagiaan yang kita rasakan .. yang kita miliki ... yang kita anggap ... hanya sekedar impian .. ilusi ... maya
2. kebahagiaan yang sudah kita rasakan .. yang sudah kita miliki ... kita bandingkan dengan nilai kebahagiaan milik orang lain
maka, semua kebahagiaan itu akan lenyap, larut dalam lautan ketidakbahagiaan

kunci Sederhana mendapatkan Kebahagiaan ... Pencarian Diri

dengan asset yang kita miliki ... yang kita dapat lakukan ... kerjakan semua aktifitas dengan fokus ... sampai tuntas ... dengan hasil terbaik ... sekuat tenaga terbaik kita

teriakkan kata-kata :
“Saya akan menjadi yang terbaik”
“Saya akan berguna bagi orang lain”
“Saya akan menguntungkan orang lain”
“Saya akan membuat orang lain berbahagia”
“Saya akan mampu memecahkan masalah orang lain”
“Saya akan .... “
”Saya akan .... “
Keluarkan energi-energi positif ...
Keluarkan semangat-semangat penuh ...
Tanamkan dalam hati ...
Endapkan dalam kalbu ...
Kristalkan dalam jiwa ...
Jadikan sebagai landasan berfikir kita dalam melangkah

Kita harus menyadari bahwa hidup tidak selamanya membahagiakan, akan ada kesedihan, ketidaknyamanan, ketidaksukaan, ketidakterimaan dalam hidup. Sadarilah ... bahwa, ketidakbahagiaan adalah jalan terbaik menuju kebahagiaan yang hakiki
“Jangan hanya menjadi hidup, berkembanglah bersama kehidupan”
“Begitu engkau telah menemukan misi kehidupanmu, jangan biarkan kegagalan menahan tujuanmu”

Bersyukur

Manusia akan terus mencari kebahagiaan ... akan terus menggali semua nilai-nilai yang ada didunia ini ... karena manusia memiliki parameter yang tidak terbatas ... membangun banyak persyaratan untuk mencapai kebahagiaan ... yang sebagian besar berparameter pada nilai-nilai materi – ketenaran – kesenangan sesaat ... yang kesemua itu pasti terbatas dan akan berubah ... pasti !!!

Therapy bersyukur adalah : Mengkosongkan Hati ... meraih segala sesuatu sesuai dengan kata kalbu ... sesuai dengan panggilan jiwa ... kesampingkan perbandingan dengan orang lain, karena itu akan membuat kita menjadi sombong atau kita semakin rendah diri

Manajemen diri ...

Nilai Intelejensi akan berperan dalam konsep aplikasi kita
Nilai emosional akan mempengaruhi mentalitas tindakan kita
Nilai spiritual akan memberi dorongan pada semua rencana tersusun kita

Ihsan ... kata kerjanya : berbuat/menegakkan sesuatu dengan kualitas terbaik

“kita melakukan tindakan seolah-olah kita melihat Sang Maha Pencipta ... bila kita tidak mampu melihat, maka kita sadari bahwa Sang Maha Pencipta melihat kita”
Al Hadits

Aplikasinya : kita akan melakukan yang terbaik
Mentalitasnya : kita akan melakukan dengan jujur dan bertanggungjawab
Spiritualnya : kita akan melakukan karena dorongan ibadah

Nilai Spiritualisme akan melahirkan lima hal :
1. Integrity atau Kejujuran
2. Energy atau Semangat
3. Inspiration atau ide dan inisiatif
4. Wisdom atau kebijaksanaan
5. Keberanian mengambil dan membuat keputusan

Contoh :
PT Matsushita Kotobuki Elektronik Indonesia, salah satu anak perusahaan Matsushita yang berpusat di Jepang.
Mereka membagi perusahaan cabang menjadi tiga kelas :
a. Kelas Ketiga, adalah perusahaan dengan karyawan yang bila membuang sampah, tidak ada yang memungut/membuang
b. Kelas Kedua, adalah perusahaan dengan karyawan yang bila membuang sampah, ada yang memungut/membuang
c. Kelas Pertama, adalah perusahaan dengan karyawan yang membuang sampah pada tempatnya

Pada PT Matsushita Indonesia, setiap grup yang telah selesai meeting, akan membersihkan ruangan meeting dan menata kursi masing-masing seperti sebelumnya, agar grup yang akan mengadakan meeting setelah mereka dapat menggunakan ruangan yang bersih dan menyenangkan
Pesan spiritualnya : setiap karyawan akan memikirkan orang lain dengan cara memberi dan menolong

Mengelola Emosi
“Jangan mengambil keputusan saat anda sedang emosi”

Mengalahkan diri sendiri adalah perang suci yang akan membawa keberkahan dimuka bumi ini ... mengatur diri, memprogram diri adalah implementasi mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan diri sendiri bukan sebuah fenomena – kejadian – peristiwa ... tetapi sebuah kebiasaan yang membudaya karena terlahir atas kedisiplinan

Ada sebuah syair yang ditulis oleh penulis anonim, berjudul An Indian Prayer berbunyi demikian: ”I seek strength. Not to be greater than my brother, but to fight the greatest enemy, myself……”
Penyair ini telah menemukan rahasia terbesar kehidupan ini, yaitu pertempuran terus-menerus dengan dirinya sendiri.

Seseorang disebut ”kuat” ketika dia sudah menemukan cara untuk mengalahkan dan mengendalikan dirinya. Inilah hal yang kita sadari sangat kurang dalam diri kita. Mengalahkan dan mengendalikan diri, menurut JFC Fuller, seorang jenderal pada angkatan bersenjata Inggris, menunjukkan kebesaran karakter seseorang. Mengendalikan orang lain hanya menunjukkan sebagian kebaikan karakter kita. Jadi salah satu komponen yang penting dalam memperkaya kehidupan spiritual kita adalah pengendalian diri, yaitu mengalahkan musuh terbesar yaitu diri kita sendiri
Lao Tsu, filsuf Cina, pernah mengatakan, ”Menundukkan orang lain membutuhkan tenaga. Menundukkan diri kita sendiri membutuhkan kekuatan.”
Ternyata lebih mudah bagi kita untuk menundukkan orang lain daripada menundukkan diri sendiri. Seperti kita ketahui bahwa salah satu anugerah Sang Maha Kuasa kepada manusia adalah kesadaran diri (self awareness). Hal ini berarti kita memiliki kekuatan untuk mengendalikan diri. Kesadaran diri membuat kita dapat sepenuhnya sadar terhadap seluruh perasaan dan emosi kita. Dengan senantiasa sadar akan keberadaan diri, kita dapat mengendalikan emosi dan perasaan kita
Namun seringkali kita ”lupa” diri, sehingga lepas kendali atas emosi, perasaan dan keberadaan diri kita. Oleh karena itu agar dapat mengendalikan dan menguasai diri, kita harus senantiasa membuka kesadaran diri kita melalui upaya memasuki alam bawah sadar (frekuensi gelombang otak yang rendah) maupun suprasadar melalui meditasi.

Dimensi Pengendalian Diri

Mengalahkan diri sendiri memiliki dua dimensi yaitu mengendalikan emosi dan disiplin. Mengendalikan emosi berarti kita mampu mengenali/memahami serta mengelola emosi kita, sedangkan kedisiplinan adalah melakukan hal-hal yang harus kita lakukan secara terus menerus dan teratur dalam upaya mencapai tujuan atau sasaran kita

a. Mengendalikan Emosi
Kecerdasan emosi merupakan tahapan yang harus dilalui seseorang sebelum mencapai kecerdasan spiritual. Seseorang dengan Emotional Quotient (EQ) yang tinggi memiliki pondasi yang kuat untuk menjadi lebih cerdas secara spiritual. Seringkali kita menganggap bahwa emosi adalah hal yang begitu saja terjadi dalam hidup kita. Kita menganggap bahwa perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, bosan, dan sebagainya adalah akibat dari atau hanya sekedar respons kita terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada kita.
Emosi yang tak terkendali hanya akan merugikan diri sendiri. Selain menyebabkan energi anda terkuras habis, anda akan dicap tidak kuat mental dan tidak dewasa. Makanya, jika anda digelayuti berbagai
masalah, cobalah jangan hanyut dalam emosi, kendalikan diri.

Menurut definisi Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan
untuk bertindak. Sedangkan Anthony Robbins (penulis Awaken the Giant Within) menunjuk emosi sebagai sinyal untuk melakukan suatu tindakan. Emosi bukan akibat atau sekedar respons tetapi justru sinyal untuk kita melakukan sesuatu. Jadi dalam hal ini ada unsur proaktif, yaitu kita melakukan tindakan atas dorongan emosi yang kita miliki. Bukannya kita bereaksi atau merasakan perasaan hati atau emosi karena kejadian yang terjadi pada kita.

b. Menguasai Diri dan Kedisiplinan
Kata ‘disiplin’ atau ‘self-control’ berasal dari bahasa Yunani, dari akar kata yang berarti ”menggenggam” atau ”memegang erat”. Kata ini sesungguhnya menjelaskan orang yang bersedia menggenggam hidupnya dan mengendalikan seluruh bidang kehidupan yang membawanya kepada kesuksesan atau kegagalan. John Maxwell mendefinisikan ‘disiplin’ sebagai suatu pilihan dalam hidup untuk memperoleh apa
yang kita inginkan dengan melakukan apa yang tidak kita inginkan. Setelah melakukan hal yang tidak kita inginkan selama beberapa waktu (antara 30 – 90 dari), ‘disiplin’ akhirnya menjadi suatu pilihan dalam hidup untuk memperoleh apa yang kita inginkan dengan melakukan apa yang ingin kita lakukan sekarang!! Saya percaya kita bisa menjadi disiplin dan menikmatinya setelah beberapa tahun melakukannya.
Kutipan tulisan John Maxwell tentang disiplin diri yang merupakan syarat utama bagi seorang pemimpin:
All great leaders have understood that their number one responsibility was for their own discipline and personal growth. If they could not lead themselves, they could not lead others. Leaders can never take others farther than they have gone themselves, for no one can travel without until he or she has first travel within. A leader can only grow when the leader is willing to ‘pay the price’ for it.

Dalam buku Developing the Leader Within You, John Maxwell menyatakan ada dua hal yang sangat sukar dilakukan seseorang. Pertama, melakukan hal-hal berdasarkan urutan kepentingannya (menetapkan
prioritas). Kedua, secara terus-menerus melakukan hal-hal tersebut berdasarkan urutan kepentingan dengan disiplin.

Contoh tahapan dalam meningkatkan disiplin diri:
1. Tetapkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam waktu dekat
2. Buat urutan prioritas hal-hal yang ingin kita lakukan
3. Buat jadwal kegiatan secara tertulis
4. Lakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang kita buat, tetapi jangan terlalu kaku. Jika perlu, kita dapat mengubah jadwal tersebut sesuai dengan kondisi dan situasi.
5. Berusahalah untuk senantiasa disiplin dengan jadwal program kegiatan yang sudah kita susun sendiri. Sekali kita tidak disiplin atau menunda kegiatan tersebut, akan sulit bagi kita untuk kembali melakukannya.

Keseimbangan antara Emosi dan Rasio

Manusia tanpa emosi adalah benda, manusia tanpa rasio adalah hewan. Sekarang yang menjadi masalah adalah seberapa besar kadar komposisi dari emosi dan rasio yang ada dalam diri tiap manusia

Emosi adalah sifat yang kita miliki baik positif maupun negatif. Emosi positif seperti cinta, kasih sayang, rasa atau seni. Emosi negatif seperti marah, arogan, iri hati, benci dan atau dendam

Rasio adalah akal sehat yang memungkinkan manusia lebih dari mahluk hidup lainnya. Rasiopun dapat positif maupun negatif. Rasio positif bersifat membangun, sedangkan rasio negatif bersifat merusak, baik untuk diri sendiri ataupun kepada orang lain atau lingkungan

Sebagai manusia, maka komposisi manakah yang paling sesuai dengan diri kita?
1. Emosi > Rasio
Perlukah kita menuruti emosi secara berlebihan? Sekarang kalau kita selalu mengutamakan emosi daripada nalar, apa bedanya dengan hewan? Karena hewan lebih mengutamakan emosi / naluri / insting. Bisakah kita belajar bijaksana kalau emosi > rasio ?
2. Emosi = Rasio
Pada tingkat ini terjadi keseimbangan antara emosi dan rasio. Mungkin kita akan menjadi manusia yang lebih manusiawi. Tetapi disini mungkin pula akan terjadi konflik batin karena kadar emosi dan rasio sama besar, sehingga masing-masing memiliki kepentingan yang sama.

3. Emosi < Rasio
Inilah tingkat paling ideal bagi kita manusia. Pada tingkat ini kita dapat memegang kendali terhadap masalah yang timbul dari luar diri kita atau lingkungan. Disini kita akan banyak belajar untuk lebih matang, dewasa dan bijaksana.
Kendalikan Emosi Untuk Tenangkan Hati
Apakah Anda ingin memiliki hati yang damai, tenang, dan penuh dengan keindahan hidup? Cara yang termudah adalah kendalikan emosi kita sejak dini karena emosi merupakan kunci untuk menemukan diri kita yang sejati.

Kebanyakan masalah yang kita temui dalam hidup ini lebih disebabkan oleh faktor emosi. Meskipun emosi telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, namun tidak semua orang mampu menerima dan mengelola emosi dengan baik. Padahal salah satu tanda kecerdasan emosional seseorang adalah kemampuan untuk memonitor apa yang kita rasakan dalam semua peristiwa hidup untuk memperoleh pengetahuan psikologis dan pemahaman akan diri sendiri.

Semua emosi yang kita rasakan berasal dari sembilan kelompok emosi dasar, yaitu putus asa, duka, takut, nafsu, marah, sombong, berani, menerima dan damai. Keenam emosi pertama (dari putus asa hingga sombong) berasal dari tiga motivasi dasar yang merupakan naluri alamiah manusia, yaitu keinginan untuk mengontrol, keinginan untuk disetujui, serta keinginan untuk merasa aman dan bertahan hidup. Keenam emosi dan ketiga motivasi tersebut bersifat terbatas dan membatasi manusia. Sedangkan keberanian, penerimaan, dan kedamaian bersifat tak terbatas dan membebaskan manusia. Rasa putus asa memiliki energi yang terendah dan diikuti oleh energi lainnya yang semakin besar pada emosi-emosi selanjutnya dan diakhiri dengan rasa damai yang memiliki energi terbesar

Semua emosi sebenarnya berguna bagi kita karena dapat memberikan informasi apa yang tengah kita hadapi dan menjadi alat sensor bagi jiwa untuk mengetahui apakah situasi berjalan dengan baik atau tidak. Namun, keenam emosi pertama umumnya tidak disukai karena membuat kita tak nyaman sehingga kita menamakannya sebagai energi atau emosi yang negatif

Cara yang baik dan sehat dalam mengelola emosi adalah dengan melepaskannya (releasing). Karena sifatnya yang dinamis, emosi sebagai energi harus dibiarkan mengalir dan bergerak melalui diri kita. Setiap kali kita melepaskan emosi, kita berangsur-angsur akan membebaskan energi negatif yang tertahan. Hingga pada akhirnya semua terlepas dan kita akan merasa bebas, lebih tenang, dan mampu berpikir lebih jernih

Sebagaimana pikiran harus dipikirkan, maka perasaanpun perlu untuk dirasakan. Untuk membebaskan perasaan, yang diperlukan hanyalah menerima dan menghadapi perasaan tersebut sepenuhnya. Energi atau emosi harus diterima di alam sadar tanpa penolakan. Hanya dengan menyadari dan mengijinkan emosi itu hadir dalam diri kita, maka energi tersebut akan netral dan kembali menjadi bagian dari diri kita sendiri

Sedangkan menolak untuk menerima diri dan perasaan sebagaimana adanya dapat menyumbat energi dalam diri seseorang. Perasaan yang diabaikan tidak akan menghilang, melainkan hanya tersembunyi di alam bawah sadar dan suatu saat akan muncul ke permukaan. Dengan releasing, kita akan menjadi makhluk yang untouchable atau tak tersentuh oleh masalah. Masalah memang akan tetap terjadi, tetapi kita akan menghadapinya dengan cara yang berbeda


Menggali dan Mengaplikasi Potensi Diri
“Tidak ada mimpi yang tak mungkin jika engkau berani untuk menjalaninya”


Kekayaan diri kita ... adalah modal kita untuk menorehkan sejarah, membangun prasasti dan menghidupkan imperium diri
Tak ada manusia didunia ini yang dilahirkan sebagai ‘sampah’
Tak ada manusia didunia ini yang dilahirkan sebagai ‘orang terbuang’
Tak ada manusia didunia ini yang dilahirkan sebagai ‘tarzan’
Tak ada manusia didunia ini yang dilahirkan sebagai ‘beban’
Semua manusia didunia ini adalah ‘kreator’
Semua manusia didunia ini adalah ‘seniman’
Semua manusia didunia ini adalah ‘salesman’
Semua manusia didunia ini adalah ‘perubah’
Semua manusia didunia ini adalah ‘berguna’
Semua manusia didunia ini adalah ‘wakil illahi’

Passwordnya adalah : keinginan untuk benar-benar memanifestasikan diri sebagai khalifah
“Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggungjawab terhadap kepemimpinan itu”
Al Hadits, HR Tirmidzi, Abu Dawud
Shahih Bukhari dan Muslim

“engkau harus menjadi arsitek yang tak putus-putusnya dari potensimu yang unik”

SONY Electronics, didirikan tahun 1947 oleh Akio Morita yang sangat menyenangi olahraga golf dan musik klasik. Salah satu komponis yang disukai adalah Bethoven, sehingga sering memasang loudspeaker dilapangan golf demi dapat mendengarkan alunan musik klasik tersebut. Akhirnya terciptalah walkman.
Produk pertama Sony Electronics adalah transistor, sehingga lahirlah televisi yang dilanjutkan dengan produk-produk elektronik lainnya. Sekitar 70% produk elektronik produksi Sony diekspor ke manca negara dan hanya 0,1% produk yang reject.
Kegiatan lain yang dilakukan Sony adalah menggelar lomba fisika dan matematika untuk melahirkan pemuda-pemuda berintelektual baik, khususnya di bidang fisika dan matematika yang secara tidak langsung akan menghasilkan pasokan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
Akio Morita selalu menggunakan seragam yang sama seperti yang dikenakan oleh para pekerjanya.
Kunci sukses Morita sehingga mampu mengembangkan Sony Electronics adalah : Kreatif – Teguh – Kebersamaan – Berwawasan Luas – Mandiri – Semangat belajar yang tinggi – Tidak Meterialistis
Makoto Kibuchi, Direktur Pusat Penelitian Sony Electronics. Memiliki motto “Research Makes Differences” Pengakuan yang paling menghebohkan adalah perkataannya bahwa Computer “Apple” milik Amerika adalah produk komputer yang terbaik.
Kyoto Keramics, salah satu penghasil microchips dengan omzet USD 400.000.000 setiap tahun dengan net profit 12% setelah dipotong pajak. Perusahaan ini memiliki tujuh cabang di Amerika dan tiga cabang di Jepang. Pemiliknya adalah Inamori yang memiliki motto “sesuatu barang harus ada fungsinya”
Kunci sukses dari perusahaan Jepang tersebut adalah :
a. jujur
b. ingin dirinya bermanfaat
c. semangat mencipta
d. empati dan kerjasama
e. rendah hati
f. azas manfaat
g. berterimakasih
h. disiplin
i. suka memberi
j. mau mendengar
k. teliti
l. kebersamaan

Gay Hendrich dan Kate Luderman melakukan survey selama 25 tahun melakukan penelitian pada para pengusaha dan eksekutif dan menyimpulkan bahwa kesuksesan yang diraih oleh mereka, karena mereka menjaga etika dan mengembangkan nilai-nilai spiritual. Menurut mereka akan lebih mudah mendapatkan para sufi spiritual di perusahaan-perusahaan yang sukses daripada mendapatkan sufi spiritual di rumah ibadah (?)
Beberapa kunci yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut adalah :
a. kejujuran sejati
b. keadilan
c. menjaga diri sendiri
d. fokus pada kostribusi
e. spiritualisme non dogmatis
f. belajar efisien
g. membangkitkan hal terbaik pada diri sendiri dan orang lain
h. terbuka menerima perubahan
i. bercitarasa humor
j. visi jauh kedepan
k. disiplin diri
l. keseimbangan


Refleksi

Sadarkah kita akan asset diri kita …
Sadarkah kita akan kekayaan yang kita miliki …
Sadarkah kita akan kasih sayang dari Sang Maha Sayang yang cuma-cuma …
Sadarkah kita bahwa kita adalah sesuatu yang unik …
Sadarkah kita bahwa kita memiliki kelebihan yang tak ternilai …
Sadarkah kita bahwa kita selalu memiliki potensi yang luar biasa ..
Sadarkah kita bahwa kita harus dapat mengalahkan diri sendiri …
Sadarkah kita bahwa kita akan menjadi pemenang yang akan melestarikan nilai-nilai kehidupan yang indah dan membahagiakan …
Sadarkah kita bahwa kita sudah harus bersyukur pada Sang Klahiq …
Sadarkah kita bahwa kita sudah harus menjadikan diri kita berguna untuk orang lain …
Sadarkah kita bahwa kita sudah harus berbuat yang terbaik …
Sadarkah kita bahwa kita selalu menjadi pemenang …



REFERENSI – KUTIPAN – SADURAN



Agustian, Ary Ginanjar. 2006. ESQ Power. Cetakan X. CV Arga. Jakarta

Emoto, Masaru. 2006. The Secret Life of Water. Menguak Rahasia Mangapa Air Dapat Menyembuhkan. PT Gramedia. Jakarta

Ku Kok Hui. Emosi dan Rasio

Prijosaksono, Aribowo. 2003. Kuasai dan Kendalikan Dirimu. Sinar Harapan. Jakarta

Reaching For The Best. 2005. Pengolah Naskah : YDS. Agus Surono. Penyunting Naskah dan Bahasa : LR Supriyanto dan Yahya. PT Intisari Mediatama. Jakarta

Rubin, Ron. and Stuart Avery Gold. 2004. Wowisms. Kata-kata Bijak Bagi Pemimpi dan Pelaku. Bguana Ilmu Populer. Jakarta

Sinar Harapan, 23 Maret 2007. STOP Kekerasan dalam Sepak Bola!!!

Suharto. 2006. Ticket Menuju Kekayaan Hidup. LHM Media. Solo

24 April, 2009

THE ANT PHILOSOPHY
Pelajaran dari Semut



1st part philosophy
Bagian pertama

ANTS NEVER OUT:
Semut tidak pernah menyerah
If they’re headed somewhere and you try to stop them, they’ll look for another way. They’ll climb over, they’ll climb under, they’ll climb around. They keep looking for another way.

Jika mereka sedang menuju ke suatu tempat dan kamu mencoba menghentikannya, mereka akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat keatas, mencari celah lewat bawah atau memutar mengitarinya Mereka akan selalu mencari jalan yang lain.

LESSON: To never quit looking for a way to get where you’re supposed to go.
PELAJARANNYA : Jangan pernah menyerah mencari jalan untuk mencapai tujuanmu
2nd part philosophy
Bagian kedua

ANTS THINK WINTER ALL SUMMER:
Semut selalu memikirkan musim dingin disaat (selama) musim panas.

You can’t be so naĆÆve as think summer will last forever. So ants are gathering their winter food in the middle of summer. You’ve got to think rocks as you enjoy sand and sun.

Kamu tidak akan sebegitu lugu-nya menganggap musim panas akan terjadi selamanya. Begitu juga semut yang selalu mengumpulkan makanannya selama musim panas untuk persediaan di musim dingin. Kamu harus memikirkan kerasnya batu karang saat kamu menikmati cerahnya matahari dan indahnya pasir dipantai.

LESSON: It is important to be realistic. Think ahead.
PELAJARANNYA : Sangat penting untuk menjadi realistic dan selalu berpikir kedepan.
3rd part philosophy

Bagian ketiga

ANTS THINK SUMMER ALL WINTER :
Selama musim dingin, Semut selalu memikirkan hangatnya musim panas

During the winter ,ants remind themselves, “This won’t last long; we’ll soon be out of here.” At the first warm day, the ants are out. If it turns cold again, they’ll dive back down, but then they come out the first warm day.

Selama musim dingin, semut selalu mengingatkan dirinya sendiri : “Musim dingin ini tidak akan lama, segera pasti akan berakhir” . Hari pertama cuaca terasa hangat, semut keluar sarangnya . Jika kemudian mereka merasa masih dingin, mereka akan balik ke sarangnya lagi. Tetapi mereka akan terus keluar pada setiap hari pertama cuaca terasa hangat

LESSON : Stay positive at all times.
PELAJARANNYA : Senantiasa bersikap positif setiap saat
4th part philosophy

Bagian keempat

ALL THAT YOU POSSIBLY CAN
Kerahkan semua kamampuanmu

How much will an ant gather during the summer to prepare for the winter ? All that he possibly can.

Berapa banyak seekor semut selama musim panas dapat mengumpulkan persediaan untuk keperluaan musim dingin ? Sebanyak yang mereka mampu

LESSON : Do all you can……….and more!
PELAJARANNYA : Lakukan semua yang kamu bisa……………… dan terus tingkatkan !


In a Nutshell…….
Kesimpulannya

Four part philosophy
4 buah pelajaran
Never give up
Jangan menyerah
Look ahead
Berpikirlah kedepan
Stay positive
Bersikap positif
Do all you can.
Kerjakan semua yang kamu bisa


“Don’t be encumbered by history, just go out and do something wonderfull” (Robert Noyce)
Jangan terbelenggu oleh masa lalu, keluarlah dan lakukan sesuatu yang menyenangkan.

Mengenai Saya

Foto saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA