30 Januari, 2013

Husein

Aku masih siapkan buku sekolah saat kudengar bunyi bel sepeda, "kring kring" dan bergegas aku menuju kemuka rumah, kutemui Pak Jio, pedagang roti keliling langganan yang pagi itu seperti biasa mengantarkan roti cokelat dan roti tawar pesanan Ibu. Kuterima pesanan itu dan kuberikan uang pembayaran. "Pak Jio, gimana kabar Husein? Sudah bisa masuk sekolan hari ini?", sambil kuserahkan uang pembayaran. Kulihat mata Pak Jio berkaca-kaca, "belum nak, bapak belum kumpulkan uang untuk membayar uang sekolah Husein, tapi saat ini Husein ada dirumah sedang membuat kapal kertas untuk dijual, do'akan ya nak, supaya laku nanti dagangannya Husein", curcol Pak Jio. "baik Pak, salam buat Husein ya, sepulang sekolan saya kerumah nanti, terimakasih sudah mengantar roti Pak Jio, lancar hari ini ya Pak", ujarku sambil meraih tangan renta Pak Jio. "baik nak Rio, terimakasih", jawab Pak Jio sambil kembali mengayuh sepeda President tuanya "kring kring" saup kudengar bel itu menjauh Aku dan Husein adalah sahabat kental bersama dengan Tony, Subhan dan Ario. Kami selalu bersama dan menjadi salah satu kelompok belajar yang solid, kami selalu menjadi lima besar di kelas dan Husein adalah yang terbaik. Sudah satu minggu ini Husein tidak masuk karena malu belum membayar SPP, padahal pihak sekolah tetap mengharapkan Husein masuk sekolah, tetapi Husein masih malu dan memutuskan tidak masuk sekolah. *** Siang itu aku menuju rumah Husein bersama dengan Tony, Subhan dan Ario. Sengaja istirahat ini kami tidak jajan, kami kumpulkan semua uang saku dan kami membawakan batagor, makanan kesukaan Husein. "Husein, Husein", bagaikan koor kami memanggil Husein. "iya kawan-kawan, mari masuk", jawab Husein agak malu-malu. Kami kemudian menuju belakang rumah setengah permanen yang menjadi tempat tinggal Husein dan keluarga, rumah dengan ruang tamu beralas karpet, dua kamar tidur untuk Pak dan Bu Jio serta kamar lainya untuk Husein dan Maulana, adik Husein. Selepas kami makan batagor, kami duduk dibelakang rumah yang penuh dengan kapal kertas berwarna warni hasil karya Husein, beberapa potongan kertas dan kertas-kertas yang belum selesai dibuat kapal kertas. "maaf ya kawan, aku belum bisa kesekolah, aku masih malu dengan keadaanku saat ini", curhat Husein. "tenang kawan, kamimakan berusaha membuat kamu kesekolah segera", sahut Subhan. "kamu tenang, kalau kamu boleh, kami akan bawa kapal-kapal kertas ini, kami akan lakukan yang kami bisa", sambung Ario. Berkaca-kaca mata Husein dan dengan terbata-bata dia berkata, "terimakasih kawan, aku gak tahu harus bilang apa, tapi kalian baik sekali". *** Hari Senin itu sangat cerah, kami semua berdiri di lapangan upacara, personel kami lengkap. Ya lengkap sudah, Husein terlihat ditengah-tengah kami dengan wajah sedikit bingung. Upacara dimulai dan tibalah saatnya amanat Pembina Upacara, Pak Hartono selaku Kepala Sekolah, memberikam amanat tentang kedisiplinan dan kerjasama. Diakhir amanatnya, Pak Kepala Sekolah berkata, "baiklah bapak dan ibu guru yang saya hormati dan anak-anak yang saya banggakan, saya akan panggilkan seorang anak yang brilian dan sekelompok anak yang luar biasa. Mari maju Husein, kedepan nak". Husein yang dari tadi bingung semakin bingung dan diiringi tepukan peserta upacara, Husein maju ke podium dengan sedikkt ragu-ragu. Pak Kepala Sekolah sambil merangkul Husein yang masih bingung berkata, "anak-anak, inilah teman kita yang brilian, pintar dan selalu menjadi bintang kelas, Husein" disambut tepukan membahana seluruh peserta upacara, ada beberapa yang bersiul. Dengan lembut Pak Kepala Sekolah berkata, "Husein, kamu boleh bersekolah kembali sampai lulus tanpa perlu membayar uang SPP dan ada uang saku yang akan kamu terima setiap bulan", Husein hanha bisa terbelalak dan terdiam tanpa bisa berkata apa-apa. Tiba-tiba empat anak bergerak maju dari kerumunan peserta upacara sambil membagikan kapal-kapal kertas berwarna warni, ya mereka adalah Subhan, Tony dan Ario." anak-anak inilah yang tadi Bapak sampaikan tentang kerjasama, keempat teman kalian ini telah membantu Husein mendapatkan beasiswa, Husein yang pintar dan teman-temannya yang kompak ini menyampaikan ide beasisws pada sekolah dan sekolah kemudian mengajukan Husein untuk mendapatkan beasiswa. Departemen Pendidikam Nasional membebaskan SPP dan semua biaya sekolah Husein dan Husein diberikan uang saku sebesar Rp 250.000 setiap bulan" kembali tepukan membahana. Husein berkaca-kaca dan meneteskan air mata sambil berlari menuju seseorang yang bersamaku menuju ke podium, Pak Jio. Bapak beranak itu berpelukan ditengah lapangan, diiringu tepuk tangan seluruh peserta upacara dan kapal-kapal kertas berwarna warni, sementara di sebelah Timur cahaya mentari mengabarkan senyum dunia

Belek Rainbow

Siang itu hujan begitu derasnya sampai-sampai banjir mulai menyentuh ambang batas normal, sampai bibir jembatan. Beberapa anak sedang bermain kapal-kapal kertas sambil tetawa-tawa dengan baju yang basah seakan lupa bahwa masuk angin bisa menyerang kapan saja. Aku teringat masa lalu saat seusia mereka, bermain hujan sampai dijewer Mama he..he..he. Aku yang sudah dandan rapi akhirnya terduduk diteras sambil ber Whatapps ria dengan kekasih-kekasihku #ups ..he..he... Sepuluh menit kemudian hjan berhenti dan tiba-tiba matahari bersinar cukup terik. Aku memandang keluar rumah, air perlahan mulai surut dan kapal-kapal kertas itu mulai kandas diujung tong sampah kompleks dan anak-anak basah itu mukai bubar diteriaki orang tua mereka, aku kembali berendesvouz. Saat aku ingin bersiap menuju Mall, ekor mataku memandang satu fenomena diujung Barat, sebuah garis lengkung dengan tujuh warna,mejikuhibiniyu, merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila dan ungu. Kembali aku teringat masa kecil saat nenek bercerita tentang legenda Jaka Tarub dengan Dewi Nawangmulan yang bidadari dari kahyangan. Pelangi konon, erupakan jalan bidadari menuju persada untuk mandi. Hmm, mandi ... Pemandangan indag tentunya, husssss piktor *** Sore di mall itu mataku masih terobsesi pada pelangi. Saat masuk mall, aku sudah disajikan dengan pameran perumahan dengan backdrop pelangi, sambil aku lihat-lihat rumah itu aku lihat developernya "Pelangi Bangun Ceria", wah pelangi lagi. Selesai melihat pameran rumah yang SPG-nya mengenakan blazer pelangi aku menuju sebuah cafe. Blackberry-ku bergetar, ada BBM dari Roy : "John, kita ketemuan di Cafe Pelangi, lantai 2", lho koq pelangi lagi. Sampai di Cafe Pelangi aku bertemu Roy, "pesen apa John?". Sambil duduk di kursi bermotif pelangi, aku bertanya pada Roy, "kamu pesen apa?" "aku pesen es teler pelangi, enak lho seger John". Jiaaaaaahhhh pelangi egen, pikirku."ya udah deh, samain aja dan kue yang khas disini ya John". Kemudian kami berbincang tentang konsep panggung Classmate SMA kami dan lagi-lagi Roy mengajukan konsep panggung dengan backdrop .... Pelangi *** Selesai pertemuan yang hidangan khasnya bolu pelangi itu akj segera pulang dan langsung mandi, sholat dan tidur. Lelah sekali hari ini, aku tidur lelaaaaaaap sekali dan bermimpi menjadi Jaka Tarub. Paginya aku dibangunkan Mama diajak jama'ah oleh Papa dan Angel, adikku. Aku melewati ruang tengah untuk mencapai kamar mandi untuk berwudhu, sambil Mama berkata, "Minum dulu tehnya John". Saat aku menuju meja makan, mendadak Angel tetawa terbahak-bahak, Kak John ... Lucu sekali, lihat deh Ma, Pa dan berderailah tawa mereka bertiga. "coba kamu ngaca dulu John", kata Papa sambil menutup mulutnya. Lalu aku menuju cermin di atas wastafel dekat ruang makan itu, yaaaaaaa ammmmpuuuunnnn ... Aku lihat mata, ada Belek Rainbow

Metro Mini dan Coil

kiri sekali!!! Blok M, Blok M, Blok M!!!!! Lewat Cipete, kosong kosong kosong!!!! Teriakam Parno emang bikin parno gw, kenceng bener coy, sampe-sampe sering gw tutupin pala gw sama topi laken ntu. Pagi nhi cerah banget, gw aja dah dapet Rp 50.000 sepagian nhi, gw liat thu apotik baru buka, berarti sekarang jam delapan, cuman tiga jam udah dapet limapuluh rebu, alhamdulillah. Mudah-mudahan nhi hari aman selalu sampe sore ntar. Tariiiiiiikkkkkkkkk, dah penuh bos!!!!! Teriakan Parno bikin gw agak kaget,langsung gw masukin gigi dua, gw jalanin nih Metro Mini meninggalkan perempatan Fatmawati pas depan Apotik Retna, dari spion gw liat Parno seenaknya aja ngelempar duit duarebuan sama preman kampung yang jadi timer disitu. Tampak Parno narikin ongkos penumpang dari belakang kedepan, sampe depan, gw tanya dia, "elo apain thu Paijo?". "Paijo sapa Bang?", tanya Parno. "itu timer ntu", kataku sambil berhenti didepan Rumah Sakit Setia Mitra, ade ibu-ibu sama anaknya naek. Parno keliatan gesit bener nolong thu emak-emak dan ngmong deh thu orang, "oooooo, si Troy ntu, Bang? kurang ajar juga die, nama Paijo jadi Troy, jauh amat. Pantesan thu anak gak gede", keberatan nama kayaknya", Parno cekakakan setelah tahu nama asli Troy, preman kampung yang aslinya Paijo ntu. Jalanan lancar bener sampak Metro Mini gw sampe di depan Lotte Mart, pertigaan Cipete Raya. Tiba-tiba ada mobil belok dari arah Blok M pas didepan SLB Santi Rama nyang berenti di tengah jalan. Klakson-klakson mulai deh ngegonggong bikin pusing. Mobil ntu ternyata mogok coy, terus nyang naek thu cewek, keliatan dia stress berat. Gimana kagak stress, lha mobil mogok ditengah jalan, udah gitu klakson dari mane-mane. Gw pinggirin nih Metro Mini tus gw teriakin Parno, "No, turun, bantuin gw dorong mobil ntu. Bapak-napak, Ibu-ibu, Kakak-kakak, sebentar ya, aye nolongi thu mobil", ktata gw sambil terus aja keluar dari pintu samping dan ame Parno ngedorong thu mobil. Sampe pinggir jalam, gw suruh thu cewek buka bagasi. Gw liatin semua bagian mesinnya dan ternyata bener mobil ini mogok, sambungan ke coilnya copot. Gw bersiin sama anduk gw yang biasa gw bawa di leher, terus gw pasang lagi. "oke Nom, distarter ya!!", teriak gw. Bruuuuuummmmmmm mesin mobil idup. gw tutup kap mobil dan gw jalan aje ke Metro Mini yanb udah nungguin. Si cewek yang puna mobil ntu, nahan lengen gw, "makasih ya bank, ini buat beli rokok", dia selempetin duit seratusa rebu beberapa lembar ke bw. Langsung bw tepis aja thu tangan. "maaf Non, aye dah bisa nolong Non aje dah seneng. Ntar Non cek aje ke bengkel resmi minta di tune up total mobilnye, dah lama gak kebengkel kayaknya, aye nari, dulu ya Non", gw tinggalin aja thu cewek berkerudung yang putih, manis dan hmm pokoknha, sempurna. "maap ya, aye betulin thu mobil sebentar, kasihan die", kata gw sama penumpang. "gak ape-ape bang, seneng bisa nolong sesama", seorang bapak dengan kemeja putih menenangkan suasana dan kembali gw ninggalin cewek dan mobilnha yang masih nganga karena bingung, ada yang nolong tapi gak maj dibayar. Gak kerasa, udah saatnya Maghrib, alhamdulillah hari ini dapet empatratus tujuhpuluh lima rebu, gw bayangin pada seneng deh anak-anak. *** Pagi nhi gw dah rapi, pake gamis krem dan peci, seneng ati gw, gak sia-sia semaleman ngedekor panggung sama anak-anak. Pagi ini Maulid Nabi Muhammad SAW dan di panti asuhan ini emang lagi ngadain tasyakuran maulid dan mau ada rombongan donatur yang mau dateng. Persiapan semuanya dah kelar sampe segala makanan juga dah siap, rencananya, ada seratus limabelas anak yatim di Panti Asuhan ini yang akan ketemuan sama pata donatur. Pas jam sepuluh acara dimulai, ada pembacaan kalam illahi, ada pentas seni dan tentunya ada ceramah dari udztad Nur Ahmadi, Lc, da'i terkenal di kota nhi. Gw pas banget gak bisa kawan thu acara, gw harus ke dalem panti ada mesin pompa air yang ngadat dan perlu diservice. Daripada anak-anak gak mandi mendingan gw gak ikutan acara tapi mesin oke lagi. Pak Kyai pasti dah mantep deh ngawal acara nhi. Pas dzuhur acara selesai dan gw juga dah selesai betulin pompa aer, setelah sholah jama'ah saatnya makan. Pas gw udah ambil nasi uduk dan pete goreng sama sambel goreng krecek dan kerupuk udang trus gw mau duduk,Pak Kyai panggil gw, "Tyo, kesini dulu loe". Segera aja gw taroh piring dan makanan itu di kursi, gw samperin kyai dan gw cium tangannya. "kenalkan Pak Roy, ini Listyo, anak muda yang saya ceritakan itu. Tyo, ini Pak Roy yang udah banyaaaaaaak bantuin kite". Sambil sedikit membungkuk gw raih tangan Pak Roy dan gw cium, tampak Pak Roy menggenggam erat tangan gw. "luar biasa kamu Tyo", puji Pak Roy ke gw. "Bapak bisa aja, terimakasih udah banyak bantuin kite disini Pak". "Rani!!", tiba-tiba aja Pak Roy memanggil sebuah nama dan dari balik tirai ruangan sebelah. Gw angkat kepala gw dan hampir bersamaan, "eh kamu, katanya. "eh elo", kata gw. "ini anak saya, Tyo. Rani, ini Tyo, andalanya Udztad Abu Bakar yang papa ceritain tempo hari. Ternyata kalian sudah kenal ya?", Pak Roy sedikit kaget. "Papa, ini sopir Metro yang Rani ceritakan seminggu yang lalu, ternyata ......"; Rani berkata sambil menunduk "Listyo ini calon Mastef Sumber Daya Manusia, dasarnya Insinyur Teknik Mesin. Kemarin selama tiga bulan dia susun tesis tentang pengemudi angkutan umum dan ketaatan pada aturan lalulintas", jelas udztad Abu Bakar. "pantas, pintar sekali memperbaiki mobil Rani kemarin, terimakasih ya", masih sambil tersipu Rani ngomong. "baiklah Udztad Abu, saya dan Rani pamit, sampai bertemu lagi", Pak Roy bangkit dari kursi dan menyalami serta memeluk udztad Abu. "jazakallah Pak Roy, sehat dan berkah selalu", sambut udztad Abu. "mari Tyo, saya tunggu kerumah dengan udztad Abu ya, saya berharap kamu siap ta'aruf. Saya ingin kamu bimbing Rani untuk kehidupannya kelak", sambil meluk gw dan genggem erat tangan gw. Gw nyaris limbung dan gak nyangka, sementara udztad Abu menepuk bahu gw dan anterin mereka pulang ninggalin gw yang gantian nganga

22 Januari, 2013

22 Januari

"Mas, jangan. Kita khan belum menikah. Mas tega melakukan ini?", kalimat itu masih tengiang ditelingaku saat Cindy mendorong tubuhku dikamar itu "tenang sayang, aku akan bertanggungjawab. Tiga tahun kita bersama, pastilah aku akan selalu bersamamu sampa akhir", aku mulai keluarkan jurus-jurus merayu Ucapan sendu kembali terlontar, "tapi Mas, apakah Mas bisa meyakini diriku bahwa kita akan selalu bersama?". Hmm tampaknya dia mulai luluh, lampu dikepalaku semakin terang benderang Kudekati dia dan kubisikkan di telinganya, "sayang, tidakkah kau yakin dengan ketulusan cintaku, aku telah berjanji padamu, aku sudah datang kerumah orangtuamu dan menyakinkan mereka". 22 Januari kita berjanji Coba saling mengerti apa didalam hati 22 Januari tidak sendiri Aku berteman iblis yang baik hati ******* Tiga tahun tiga bulan silam, aku selalu naik metromini jurusan PondokLabu - Blok M, aku yang naik dari depan RS Fatmawati selalu punya metromini favorit, Metromini dengan tulisan scotchlight kuning "Virgo", pas benar dengan zodiakku. Interiornyapun cukup rame dengan hiasan-hiasan manstaf. Yang paling aku suka adalah hiburannya, supir Metromini itu selalu memutar lagu-lagu Iwan Fals, salah satu musisi yang aku suka. ....... dan selalu di halte Pasar Mede sesosok wajah manis pada waktu yang sama naik dan duduk tepat diseberang pintu depan. Awalnya sih biasa saja (kayak lagu), aku duduk didekat pintu, dia diseberang kananku, kami biasa saja dan tanpa tegur sapa, paling hanya senyum kecil. Sampai pada suatu pagi yang dingin dan basah karena hujan semalaman, aku duduk ditempat favorit di Metromini "Virgo", dia naik di Pasar Mede. Saat dia naik, tiba-tiba SiVirgo nge-gas agak kaget, kontan dia kehilangan keseimbangan dan terhuyung kearahku, reflek aku pegang tangannya agar tidak jatuh, kutuntun dia duduk disebelahku. "maaf Mas, saya tadi kaget", katanya agak terbata-bata "sorry ya neng, tadi ngegasnya kaget", setengah berteriak sopir Metomini itu sambil terus mengemudikan si Virgonya Sambil kuulurkan segelas air dalam kemasan, "gak apa Mbak, minum dulu". Seperti ragu dia terima minuman itu, aku seperti bisa membaca pikirannya. "tenang Mbak, itu air minum biasa koq, gak seperti kata koran kriminal he..he", setengah bercanda kataku. Lalu diminumnya air itu, "makasih Mas", ujarnya mulai tenang. Lalu kami bercerita dan ngobrol tentang diri masing-masing. Selama tiga bulan kemudian kami selalu duduk bersebelahan dan sering janjian setelah pulang kantor, sampai akhirnya pada suatu malam dibawah temaram lampu di Taman Blok M ku ajukan proposal cinta dan dia mengangguk tanda setuju, malam itu kuakhiri dengan kecupan Embut dikeningnya dan sebuah pelukan di bahu. Jalan berdampingan Tak pernah ada tujuan Membelah malam Mendung yang selalu datang Ku dekap erat Ku pandang senyummu Dengan sorot mata Yang keduanya buta ***** Kebersamaan selama tiga tahun tanpa terasa kulalui bersamanya, Sabtu malam menjadi hari-hari wajib merenda kasih bersamanya, aku sudah kenal keluarganya, demikian juga dengannya, sudah kenal keluargaku. Aku masih belum dapat menikah, aku terikat peraturan perusahaan untuk tidak menikah selama jangka waktu tertentu, dan baru berakhir tahun depan. Itu artinya aku harus menjalin kasih selama empat tahun sebelum menikah. Kami cukup bersabar dan selali menjaga kasih sampai tiba saatnya nanti, menyenangkan dan sangat menyenangkan. Lalu kubisikan sebaris kata-kata Putus asa....sebentar lagi hujan **** "Cindy, aku cinta kamu", kusentuh bahunya. "Mas, aku yakin akan cinta kita, tapi apakah harus kita lakukan sekarang?", dia mendongak dan memandangku, masih dengan sendu. "insya Allah sayang, satu tahun lagi akan sangat singkat, yuk", kuraih tangannya dan kubimbing dia menuju ranjang. "baiklah Mas, kubuka dulu ya sayang", sahutnya sambil membuka kardus dan mengambil dua buah mug putih, satu bertuliskan "PAPA" dan satunya bertuliskan "MAMA" "oke manis, aku kopi hitam ya sayang, buatkan", sahutku sambil tersenyum dan duduk di sofa TV itu. Diluar hujan masih turun dua buku teori kau pinjamkan aku Tebal tidak berdebu kubaca slalu empat lembar fotomu dalam lemari kayu kupandang dan kujaga sampai kita jemu

22 Januari

22 Januari by IwanFals 22 Januari kita berjanji Coba saling mengerti apa didalam hati 22 Januari tidak sendiri Aku berteman iblis yang baik hati Jalan berdampingan Tak pernah ada tujuan Membelah malam Mendung yang selalu datang Ku dekap erat Ku pandang senyummu Dengan sorot mata Yang keduanya buta Lalu kubisikan sebaris kata-kata Putus asa....sebentar lagi hujan dua buku teori kau pinjamkan aku Tebal tidak berdebu kubaca slalu empat lembar fotomu dalam lemari kayu kupandang dan kujaga sampai kita jemu

15 Januari, 2013

Tantangan itu adalah Peluang Terbaik - Ekspedisi Waeapo II

Seperti biasa, perjalanan tengah malam sampai pagi menjelang melalui sebuah penerbangan tanpa henti dari Bandara Soekarno-Hatta sampai Bandara Pattimura diisi dengan ‘bertapa’ alias molor alias dalam mimpi panjang. Pak Santi dengan Innova hitamnya sudah siap dan segera membawa kendaraan di pelataran. Setelah meneguk kopi hitam, penginapan adalah lokasi paling pas untuk membersihkan diri dan menyimpan barang bawaan. Selepas tengah hari, perjalanan keliling salah satu sisi kota Ambon dilakukan setelah makan siang dengan ikan kuah kuning. Komunikasi melalui panggilan telephone atau BBM dan SMS sangat mudah mengalir, mengisi sebagian waktu disiang yang terik.

Selepas makan siang, perjalanan menuju kawasan Maluku Tengah dilakuan melewati sisi bandara. Kondisi wilayah Maluku Tengah yang sedang melakukan persiapan pemilihan Pimpinan Daerah sangat indah disepanjang pantai, seandainya dilakukan eksplorasi wisata pntai, tentunya akan menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang menarik. Perjalanan berlanjut sampai ujung Teluk Alang yang merupakan tanah kelahiran Gubernur Maluku, Bapak Karel Albert Rarahallu. Sore menjelang dan perjalanan sepanjang siang sampai sore itu menyisakan kepuasan yang sangat saat mendalam akan keagungan Yang Maha Memberi. Persiapan satu jam menuju waktu untuk segera ke pelabuhan dan berangkat ke Namlea. Selepas mampir membeli handuk, perjalanan menuju Pelabuhan kecil bernama Waeame sangat lancar dan segera menyewa sebuah sampan bermotor (disana dikenal dengan nama Speed Boat). Kurang dari sepuluh menit, speed boat sudah mencapai pintu sisi kanan KMP Elizabeth II, langsung menuju ke lantai III kamar 20, kamar yang sudah dipesan oleh Pastor Oche sebelumnya. Kondisi kamar yang ber-AC dan rasa kantuk yang masih menggantung segera membawa ke alam mimpi setelah selesai membayar administrasi kapal dan kamar. Alarm sudah disetel tepat pukul 03.00 dengan harapan ada waktu untuk mempersiapkan diri sebelum sandar. Ternyata ada satu hal yang keliru, alarm disetel pada hp dengan waktu menunjukkan Waktu Indonesia Bagian Barat sehingga tidak ada alarm berbunyi, melainkan sebuah panggilan yang ternyata dari Iron (Heronimus Reyaan –driver Paroki Maria Bintang Laut) pada pukul 04.00 WIT, dengan bertatih-tatih gorden kamar tersibak dan terhampar lautan, “masih belum sampai Ron, nanti kalau sudah sandar saya kabari”, demikian isi telephon-ku padanya. Kubuka pintu kamar dan bergegas menuju toilet, weits .... ternyata aku sudah sampai dan kapal sudah sandar, mungkin sudah setengah jam lalu, bergegas ku telephon kembali Iron dan menyampaikan bahwa aku sudah sandar. Bertatih kujinjing tas pakaian, tas obat-obatan ternak dan kardus rumput serta kugendong ransel setelah laptop dan ubo rampenya dimasukkan kedalam ransel. Sambil menunggu Iron, aku duduk di buritan atas sambil melihat turunnya penumpang lain dan sepeda motor. Setelah Iron sampai, perjalanan menuju Kepastoran Namlea adalah destinasi berikutnya. Selepas shubuh, menanti sambil menonton televisi dan tentunya mereguk kopi adalah aktifitas pengisi Minggu pagi sampai Bruder Petrus bangun dan bersiap memimpin kebaktian sore itu. Diskusi kecil tentang kondisi terakhir di Metar, dataran Waelo, kecamatan Waeapo memberi informasi yang mencengangkan, membangkitkan rasa keprihatinan dan menjadi tantangan dengan nilai peluang luar biasa.

Kebanyakan masyarakat Waelo saat ini, khususnya laki-laki sedang demam menambang emas. Banyak aktifitas yang ditinggalkan untuk pergi mendulang emas. Sebuah keprihatinan, karena efek sosial yang negatif sangat mungkin terjadi dan ‘pemanfaatan’ masyarakat oleh pendatang akan sangat mungkin terjadi, mengingat keterbatasan informasi tentang hal baru tersebut. Memang benar adanya, emas bagaikan gula yang menarik semut-semut untuk berdatangan, tak ayal berita tentang emas menjadi sengatan magnit yang sangat dahsyat, ribuan orang berduyun mendatangi gunung emas dan mengadu nasib mendulang emas, dari Pulau Buru sendiri, dari Sulawesi, dari Jawa semuanya bedatangan ke Dusun Wansait, Anhoni dan Sampeno . Emas yang bentuknya seperti vetsin itu menjadi incaran banyak penambang. Dengan karcis masuk sebesar Rp 100.000 per orang per hari, ditambah dengan bekal makan , mereka mentargetkan harus mendapat minimal 1 gram emas per dua hari sehingga dengan perhitungan satu gram yang dihargai Rp 350.000 (sebelumnya sempat Rp 450.000 per gram, lalu turun kerena ada usaha konspirasi ‘menterpaksakan masyarakat’), dikurangi biaya ‘parkir diri’ sebesar Rp 200.000, dikurangi lagi dengan biaya makan dan rokok sekitar Rp 75.000 – 100.000, maka masih ada Rp 50.000 sebagai upah kerja. Rata-rata mereka mendapat 1,5 – 2 gram emas. Hampir setiap sudut pembicaraan warga selalu berkisar tentang emas, emas dan emas. Beberapa titik sumber emaspun terkuak, ada di Dusun Metar, Desa Wabsalit dan Desa Weflan. Pemerintah Daerah berencana mengambil alih lokasi pada awal Februari nanti, dengan alasan keamanan dan pengelolaan yang lebih baik.

"Blusukan" - Jakarta dan Eksekusi Kebijakan

Pak Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta sudah menunjukkan talentanya sebagai pemimpin dan benar"memberikan sumbangsih dalam memimpin sebuah wilayah. Gelar tiga besar walikota sedunia seakan mengukuhkan betapa sosok Jokowi -demikian dia biasa dipanggil, sebagai sebuah salah satu ikon pemimpin ideal negara ini. Selama memimpin kota Solo, Jokowi mempersembahkan sebuah kota yang berbudaya, bernilai dan memanjakan warganya. Saat ini kegiatan Jokowi telah dilaksanakan dengan pembagian tugas yang apik dengan Ahok sebagai Wakil Gubernur. Kegiatan 'bulusukan' yang merupakan strategi untuk mendapatkan informasi langsung dilapangan dan mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah cukup efektif menyelesaikan masalah jakarta. Tanggapan positif dan mirin diterima Jokowi dengan senang hati dan kegiatan 'blusukan'nya malah semakin populer dan membuat Presiden SBY melakukan hal serupa. Kegiatan 'blusukan' yang sedang dilaksanakan oleh Jokowi tentunya akan lebih efektif dan bernilai serta membuat eksekusi menjadi lebih terarah bila Jokowi juga mempersiapkan TEAM BLUSUKAN yang bertugas menjadi spionase sehingga Jokowi akan lebih mudah dalam mengambil keputusan dan eksekusi kebijakan. Jokowi juga akan memiliki masa untuk berdiskusi tentang aktifitas internal dengan Wagub serta membuat kelancaran dalam melahirkan konsep-konsep baru untuk kemajuan Jakarta kami cinta Pak Jokowi dan kami ingin Bapak lebih manstaf dalam menata Ibukota

08 Januari, 2013

#tanamsatupohon

siang ini aku mendapat mention di akun twitterku @ekabees dari @sobatbumi_ID tentang sertifikat penanaman pohon di Taman Nasional Masigit Kareumbi sebagai Wali Pohon rasa senang karena mampu berbuat untuk negeri ini, terutama untuk kelestarian alam. budayakan untuk #tanamsatupohon hanya satu saja pohon dan hijaulah persada mari melanjutkan menanam dan lakukan saja penanaman itu tapi jangan pernah berfikir untuk memanen kartini sobat bumi ‏@sobatbumi_ID @ekabees terimakasih sdh berpartisipasi di Kartini Sobat Bumi. Lihat sertifikat pohonmu di http://bit.ly/RD6wuv ID:022001 PASS:ees

01 Januari, 2013

tulisan pertama

pagi bangunkanku dari tidur malam yang luar biasa. kusadar ada janji yang harus kutepati, banyak keinginan yang harus kurealisasi dan banyak nilai yang ingin kugoreskan di prasasti kehidupanku. kugerakkan diriku pada selembar kain tebal, kuendapkan jiwa dalam kepasrahan hati dan kupanjatkan pengagungan lebih dari yang biasa pagi ini sama seperti pagi-pagi yang telah lewat, kurang lebihnya sama saja, tetapi aku selalu ingin ambil moment dalam setiap goresan hikmah kehidupan, ya .... tahun baru coy, saat aku merasa seperti terlahir kembali aku gak begitu peduli tentang cerita-cerita seputaran 1 Januari, ada yang bilang bahwa ini gak sesuai dengan syariat, ada yang bilang bahwa ini adalah moment penghambaan pada Dewa Janus melalui pengorbanan atau cerita- cerita yang menyatakan miring. buat aku, jalani saja dengan hati nurani, kendalikan dengan akal sehat dan lakukan dengan tahapan penuh makna. selama kita berjalan pada koridor, selama itu kita berada pada sebuah pengendalian diri yang manstaf. banyak yang bilang bahwa pergantian tahun banyak diisi hal-hal maksiat dll dll, menurut aku bukan masalah perayaannya, tapi perbaikan kultur budaya sejak dasar. masalah pelaksanaan perayaan itu teknis, kulitnya saja, karena yang paling esensi adalah pemaknaan diri dalam kondisi diatas. kalau kita dalam kondisi manstaf, maka setiap pagi adalah kelahiran jiwa baru, kelahiran hati yang manstaf dan luar biasa. ambil saja moment itu dan lakukan yang terbaik untuk orang lalin dan diri sendiri gak usah pikirin hal-hal negatif dan ritualisme ajaran lain, kita khan punya pembeda yang membuat kita adalah umat yang manstaf, yang penting istiqomah dalam menjalankan dan konsisten dalam melakukan oke, guys ... selamat mengejawantahkan #resolusi2013

11 Desember, 2012

kita dan berkelimpahan

Kita adalah berkelimpahan ...... Kita berkelimpahan potensi terbaik dari Illahi Kita berkelimpahan sahabat terbaik Kita berkelimpahan kasih dan sayang dunia Kita berkelimpahan waktu dan kesempatan untuk bersyukur Kita adalah mutiara kehidupan Kita adalah berlian kehidupan Kita adalah intan kehidupan Kita adalah pemberi warna terbaik kehidupan Bersiaplah menjadi yang terbaik Dengan cara, memberikan yang terbaik Sekecil apapun yang terbaik yang kita bisa Sesederhana apapun yang kita mampu Lakukan saja dan raih sukses dengan cara kita

17 November, 2012

kong kalikong dan Iwan Fals

Bang Iwan Fals .... lirik sosialnya sangat terasa dan menggema di seantero kehidupan kita. lirik dan syairnya sebenarnya bisa jadi referensi para Pemimpin Bangsa. Nothing to Lose dan benar" mengagungkan kebenaran menjadi sentilan" yang mengena. saya sedang tidak berkampanye tentang Bang Iwan, apalagi kopinya he..he..he saya sedang terusik saja dengan lirik 17 Juli 1996 yang begitu sarat dengan pesan dan keinginan kita untuk merubah sikap (seharusnya) Gonjang ganjing gonggongan anjing | Anjing herder sampai anjing peking | Dar der dor otak digedor | Dengan pelor hati di teror | Ngeles !... Lagu ini dibuka dengan sebuah fenomena yang mengenas tentang banyaknya komentator yang berbicara, dari mulai pembicaraan yang berkualitas sampai yang kelas kacang goreng juga perang antar komunitas, golongan, kelompok yang berujung pada tindakan" anarkis dan teror sosial berkepanjangan. ..... dan semuanya angkat tangan, gak mau disalahkan Sas sis sus dengar desas desus | Banyak kasus bikin sakit usus | Hang heng hong berita bohong | Kongkalikong sindikat king kong | Cuek aje !... ini fenomena terbaru, dimana kongkalikong, saling berkolusi, saling 'kedip mata' mulai terbuka. sejak lama memang kong kalikong ini terjadi, tapi mungkin kali ini lebih syerem dan melibatkan banyak pihak sampai (konon) menyentuh pusat kekuasaan .... baru saja kita dihebohkan dengan maraknya mark up proyek, kolusi yang membuat seseorang menjadi pemilik sesuatu bernilai materi tinggi melalui model kongkalikong atau 'kedip mata'. mungkin, karena ada yang iri (entah karena hati nurai atau memang gak kebagian jatah) mulai deh rame dan menjadikannya sebagai kasus, desas desus dan yang kena, langsung pura" sakit usus Kwek kwek kwek suara bebek | Merem melek denger geledek | Dalam benteng diadu gambreng | Bandar judi tambah mentereng | Untung banyak do’i !... akhirnya memang benar para pembeli kekuasaan itu yang bisa mentereng dan (konon) pusat istana kekuasaan mulai saling adu sikut dan menjatuhkan atau menjadi martir atau diadu domba atau unjuk kekuasaan ..... dan akhirnya mulai deh saling berebut kekuasaan dan para cukong untung besaaaaaarrr Sengkuni kilik sana sini | Kurawa dan Pandawa rugi | Dewa dewa kerjanya berpesta |Sambil nyogok bangsa manusia | Hancur !... hedonisme menjadi modus baru untuk menghancurkan bangsa, tengok saja, oknum petinggi negeri ini mulai berpesta dan masih sedikit yang menggunakan hati, kemarin, seorang petinggi sebuah wilayah baru saja mencoret pengadaan mobil mewah 1,6 milyar untuk dirinya ... luar biasa. semoga semakin banyak yang seperti ini sehingga Sengkuni" itu akan jadi pengangguran Hak asasi hidup disini | Tinggal kata tinggal piagam | Bukan keki bukan bukan patah hati |Sebab hukum berwajah muram |Busyet dah !... | ...Habis !... bukan rahasia kalau orang miskin dilarang sakit, orang miskin gak akan memang kasus dan orang lemah gak akan jadi tuan rumah ... selalu saja kebanyakan penafsiran atas hukum negara ini bisa membuat putih jadi hitam, hitam jadi putih dan aturan jadi abu" SAATNYA KITA RUBAH !!! change the world ... from ourselves, mari menjadi manusia rendah hati dan jadi manusia yang siap dengan segala yang berkenaan dengan kebaikan. mari mulai meski harus prihatin, sedikit miskin dan kurang berkuasa mari ....

16 November, 2012

Mari bebenah, meski sudah terlambat

akhirnya para pedagang sapi berteriak dan mereka semuanya berhenti berjualan, semuanya??? ternyata dari 45 peadangan, masih ada 2 pedagang yang berjualan. Permasalahan yang terjadi, harga beli daging di tingkat peternak sudah mahal, memang demikian yang terjadi, saat ini harga beli ternak sapi terus stabil, stabil tinggi maksudnya. Saat ini di Jawa Tengah, kisaran harga beli Rp 32.000 per kilogram bobot hidup. Jawa Timur sudah menolak penjualan ternak sapi potong <400kg keluar Jawa Timur. sementara di jakarta sudah mulai masuk di kisaran harga Rp 36.000 per kg bobot badan, mungkin sudah lebih. http://news.detik.com/read/2012/11/16/143239/2092800/10/harga-daging-sapi-terus-naik-pasokan-ke-pasar-kramat-jati-dihentikan akibatnya, harga karkas juga semakin meningkat dan daya beli yang relatif stabil kembali tidak menjangkau harga yang ditawarkan, akhirnya banyak pembeli tidak kuasa membeli daging. seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya : http://www.ekabees.blogspot.com/2012/11/daging-sapi-lokal-akan-tinggal-kenangan.html http://www.ekabees.blogspot.com/2011/06/aussie-stop-ekspor-sapi-sebuah.html http://www.ekabees.blogspot.com/2010/12/potensi-itu-masih-ada-mengulik-serba.html permasalahan permintaan - penawaran daging sapi selalu seperti ini dari tahun ketahun, hanya saja gejolak yang kita temui semakin lama semakin besar. janganlah dahulu kita bicarakan daging pengganti daging sapi, itu namanya lari dari masalah dan masalah daging sapi tiada akan pernah berakhir. Mari kita bicara tentang program pemerintah yang tentunya perlu dikaji, tapi siapa mau mengkaji?? seolah menutupi keadaan, kondisi ini dibiarkan mengambang dan diharapkan akan menemui titik solusi yang sebenarnya tambahan kedalaman kuburan persapian nasional. sudahlah, mari bebenah : 1. petakan semuanya, stock, permintaan, jenis karkas 2. petakan berdasarkan regional dan kemungkinan” distribusi 3. pengawasan pelaksanaan dan menjamin bahwa tidak ada kolusi - manipulasi - korupsi dalam ha ini 4. menuju swasembada dengan benar” nyata apa adanya 5. lembagakan peternakan rakyat 6. konsisten mari lakukan dan segera padang hastag #KemandirianPersapianNasional

06 November, 2012

Konspirasi adalah Kusirnya

kembali kasus tentang ketidakjujuran mencuat, disampaikan menteri BUMN, Bapak Dahlan Iskan tentang sekitar 10 orang oknum anggota DPR yang ditengarai menjadi “Preman” karena memalak beberapa (sementara ada tiga) direksi Badan Usaha Milik Negara, perusahaan milik negara (bukan milik moyangnya mereka” itu) selayaknya sapi perah (ternak sapi kesayangan ane), BUMN itu diperah, diambil susunya, diremas” ambingnya tapi disuruh cari makan sendiri …. kelakuan si kucing garong kalau sampai ada oknum anggota DPR yang melakukan itu. tapi andaikan memang benar, sepertinya sudah sewajarnya hal itu dilakukan. sistem politik negara ini khan hanya menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk mengeruk kekayaan, entah kekayaan siapa dengan cara apapun itu … ujung”nya memang uang uang dan uang hanya segelintir pemimpin bangsa yang bener” mengabdi buat negara kalau memang kita ini mau jadi umara, coba sistem demokrasinya dirubah, perwakilan rakyat - pemimpin - penguasa adalah manusia” pilihan yang gak perlu kaya raya dengan harga ratusan juta sampai milyaran buat jadi pemimpin bangsa. lakukan pemilihan dengan elegan, tiada pungli, tiada kampanye yang menghabiskan biaya dan tiada praktek premanisme. kalaupun benar seperti Pak Dahlan Iskan sampaikan tentang sekitar 10 orang oknum preman di DPR, tetap ujung”nya beliau akan jadi martir, tuntutan pencemaran nama baik pasti akan dkidaratkan pada Pak Dahlan, karena tiada pembuktian secara de Jure … semuanya mungkin benar secara de Facto, sekali lagi … semuanya berujung pada kekuasaan dan uang konspirasi adalah kusir dari seluruh perjalanan negara, kebanyakan negara ini diatur oleh kong kalikong - konspirasi busuk untuk mengejar kesenangan dan keinginan pribadi/kelompok/golongan dan membumihanguskan kepentingan negara dan kepentingan umum yang lebih besar beranikah Pegawai Negeri Sipil serta semua yang menyelenggarakan administrasi dan kepemimpinan mengenakan seragam dan bersemat “ABDI NEGARA” ?? bersemoga lebih banyak di negara ini yang kembali tersadar dan kembali kepada jalan yang benar, karena apa yang dilakukan didunia akan dituntut diakhirat kelak (hmm, jangan” mereka gak percaya surga dan neraka juga … hiiiiii) Pak Dahlan Iskan, tetap semangat dan kebenaran selalu menjadi panglima (slogan kosong para politisi busuk)

05 November, 2012

Gebrakan Jokowi-Ahok

duet pemimpin DKI ini mulai menggeliat dan menunjukkan performa berkarakter. tengok saja saat siang tadi terjadi pertemuan antara Pak Joko Widodo dengan Kapolda Metro Jaya, Putut Eko Bayuseno. Kapolda baru dan gubernur baru, pas sekali untuk beriringan menyapa semua tantangan di ibukota dengan senyum dan strategi yang manstaf. 70 simpul kerawanan macet akan diurai dengan cara yang elegan dan bersahabat, termasuk penjagaan keamanan. mari sama-sama kita tengok, setidaknya ada beberapa hal yang menyebbkan terjadinya kemacetan : 1. volume kendaraan, sudah sangat jelas ... volume kendaraan yang bertambah dengan ruas jalan yang belum berubah adalah salah satu penyebab utama kemacetan. jalan yang dapat ditempuh : memperbanyak dan menyiapkan public transport yang banyak dan mampu melayani penumpang sampai di wilayah perifier/pinggiran yang memang memilih menggunakan kendaraan pribadi karena tidak terjangkau public transport 2. ketidak disiplinan angkutan umum, sudah menjadi rahasia umum bahwa kendaraan umum itu 'boleh semaunya' dijalan. seharusnya mereka semua diberi kedisiplinan tinggi dan tindakan tegas secara terus menerus untuk semakin menciptakan situasi kesantunan berlalu lintas dan tahu diri. awak angkutan umum harus bersiap dengan gaya kepemimpinan gubernur dan wakilnya yang pastinya berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya 3. pedagang kaki lima, selama ini PKL selalu dijadikan momok dan menjadi pesakitan, diuber-uber satpol PP, disita barang dagangannya, dirusak dan perlakuan tidak manusiawi lainnya. masalah ini sebenarnya memerlukan ketegasan pemilik lahan dan aparat keamanan. bila pemilik lahan menegaskan bahwa batasan ini adalah wilayah berjualan, selain itu : melanggar hukum. kasus rapi dan teraturnya kawasan terminal dan pasar di wilayah Pasar Minggu adalah bukti bahwa sebenarnya untuk rapi dan teratur itu : MAMPU, berlanjutnya yang sulit dan tiada keinginan 4. kendaraan umum yang digunakan untuk mengangkut para penumpang, sudah saatnya ditata anggaran untuk perawatan dan perbaikan, taruhan atas kelalaian merawat dan memperbaiki : MAUT. sehingga bila ada masalah dengan angkutan umum, harusnya Kepala Dinas Perhubungan Pemda DKI adalah yang paling bertanggungjawab 5. kedisiplinan pengguna jalan bukan hal yang baru, teorinya bahkan semua sudah diluar kepala (alias : tidak dimengerti dan diketahui -apalagi dipahami). ketegasan aparat, lagi" adalah kuncinya, beri tindakan tegas atau pidanakan, hal ini pasti akan menimbulkan efek jera 6. tegas, disiplin, taat aturan dan jangan lupa : untuk seluruh sekolah dan instansi : #tanamsatupohon untuk penghijauan, hujan sudah mulai turun, saatnya mereboisasi kondisi ekosistem maju Pak Jokowi bravo

04 November, 2012

Langkah Kongrit Atasi Kelangkaan Daging Sapi #melakukan

mencermati kemungkinan yang akan timbul dari mulai terjadinya kelangkaan daging sapi dan tentunya bukan permasalahan peningkatan harga, tetapi lebih jauh lagi adalah berkurangnya asupan protein hewani asal daging sapi, seharusnya perlu diberlakukan suatu tindakan jangka pendek, menengah dan panjang. saat ini pemerintah “mencoba” melakukan suatu langkah yang sangat ‘bodoh’ mengapa tidak? tahun 2010 impor daging beku mencapai 120.000 ton, tahun 2011 sebesar 100 ribu ton dan dengan kejumawaan serta kepongahan yang sangat, mencanangkan impor hanya 34 ribu ton!! boleh jadi ini adalah angka yang ditunggu oleh para importir daging dan importir ternak sapi potong. Dengan angka impor yang sangat tinggi dan kebutuhan daging yang sangat banyak (serta belum adanya tawaran substitusi daging), satu langkah untuk mengambil simpati dilakukan dan ini adalah ‘blunder’ yang sangat jelas terlihat dan tidak perlu diperdebatkan. pengurasan persediaan ternak lokal saat ini sedang dilakukan dan ini adalah sebuah penggalian kubur bagi peternakan rakyat, sebuah roda perekonomian masyarakat mulai diluluhlantakkan dan kapitalisme baru di bidang penyediaan protein hewani mulai dikibarkan benderanya. terganggunya stok ternak dan imbas pada terganggunya penyediaan protein hewani asal daging sapi ini tentunya akan menyebabkan terbukanya kran impor daging dan sapi secara besar”an di tahun 2013 dan ini tentunya akan ‘membunuh’ peternakan rakyat dan konsumen (karena harga akan dikuasai oleh para kapitalis bermodal besar), sementara daya beli akan semakin menurun dan himpitan hedonisme akan semakin menjepit kehidupan masyarakat Indonesia, ironis dan sangat tragis …. pikiran buruk saya, ada unsur penggalangan ‘komisi’ akibat kran impor terbuka di tahun 2013, suksesi pemerintahan akan terhadi di tahun 2014 dan butuh dana besar tentunya. semoga wacana saya ini salah … astaghfirullah oke, mari kita bicara tentang SOLUSI … blue print Kementan RI tentang persapipotongan Indonesia, berupa RoadMap yang kalau dievaluasi, jaminan mutu : GAGAL TOTAL !!! jangka pendek : segera kita siapkan pemetaan yang benar untuk masing-masing wilayah mengenai stok ternak sapi dan daging. terbagi atas masing-masing pulau dengan dipimpin oleh konsorsium kepala dinas peternakan masing” propinsi dalam satu pulau. koordinasi dengan konsorsium masing” pulau dilaksanakan secara ketat dan segera dirancang pola distribusi ternak sapi potong dan daging beku. pemenuhan daging untuk pasar becek diutamakan dan disusun skenario tataniaga yang baik sehingga harga daging tetap terjangkau. bila ternyata ada kekurangan (pasti kurang), baru dilakukan impor untuk kebutuhan industri dengan penetapan harga jual daging yang tidak boleh rendah dari harga di pasar becek. untuk efisiensi, komunikasi antar konsorsium dapat dilaksanakan melalui jaringan internet (email dll) jangka menengah : pemetaan ternak betina produktif masing” wilayah kembali dilaksanakan dengan intensif dan menjadi kewajiban bagi pelaksana dan perlu menggunakan pasal” dalam KUHP untuk menjegal setiap oknum anak bangsa yang berniat makan tulang kawannya sendiri. program pengembang biakan dan pemanfaatan hasil samping pertanian, perkebunan dan hasil agroindustri pertanian/perkebunan perlu dilaksanakan dan ditata dengan lebih baik dan tercatat jangka panjang : pelaksanaan pembibitan - pembesaran dan penggemukan dilaksanakan dengan sistem zona sesuai dengan potensi wilayah. misalnya wilayah perkebunan kelapa sawit, maka dapat dimanfaatkan pelepah daun sawit, lumput sawit (metode decanter), serat sawit, kulit buah cokelat, kulit kopi, kulit dan bungkil kedelai, bungkil kelapa sawit dan kopra. setelah potensi pakan tersedia, perlu dilakukan pembagian wilayah, misalnya untuk wilayah NTT dan NTB, konsentrasi pada pembibitan dan pembesaran bakalan. penyediaan daging sapi diatur sedemikian rupa sehingga terproteksi dan masing-masing saling ‘win-win solution’ pengemukan ternak juga diatur secara wilayah sehingga akan memudahkan dalam distribusi daging dan ternak sapi lokal ketiga masa ini hanya sebatas memberi pencerahan bagi para pengambil kebijakan dan selalu semakin menurut pada aturan rumah - sekolah dan lingkungan Persapian Indonesia, bangkit !!!

03 November, 2012

Daging Sapi Lokal ... akan tinggal kenangan

sebenarnya miris juga saya menulis cerita ini, tapi ini setidaknya menjadi kegelisahan saya akan kondisi persapian Indonesia bener" dalam posisi kolaps dan akan menjadi jajahan negara lain bukan karena mereka menjajah, tetapi karena kita yang membuka diri buat dijajah tahun lalu, hasil survey populais ternak sapi dan kerbau yang menghabiskan dana seratusan milyar lebih oleh BPS dirilis Kementerian Pertanian RI menunjukkah hal yang boleh jadi akan membuat kita berbangga, tapi benarkah?? dengan populasi 14.800.000 ekor ternak sapi potong jantan dengan 4,7 juta ekor membuat kementerian dengan jumawa menyatakan bahwa kita swasembada daging sapi. swasembada????? bener" ironis deh kalau disimak lebih jauh, bagaimana mau swasembada bila ada konspirasi yang sangat busuk untuk menghancurkan peternakan rakyat ?? bukan sebuah isapan jempol, meskipun bakalan disangkal oleh pihak pemerintah, tapi secara nyata hal ini sudah terbukti. Harga beli bakalan sudah mulai melambung, harga daging mulai merangkak naik ... hal ini tentunya akan menghasilkan gejolak yang sangat berarti dan akan menganggu kestabilan kesimbangan protein hewani Indonesia. dua hari lalu di Purwokerto terjadi demonstrasi pedagang dan peternak sapi karena pasokan sapi mulai langka, daerah lain hanya menunggu waktu .... dan akhirnya para importir ternak sapi dan daging akan tertawa lebar, hasrat menjadikan impor tahun ini maksimal 500.000 ekor sudah pasti gagal, juga impor daging beku maksimal 50 ribu ton ... jelas gatot !! kita tunggu atau kita bergerak untuk MEREVOLUSI Persapian Indonesia??? mari kita bergerak dan berjaya dengan mengkedepankan produksi - manajemen - tataniaga persapian nasiopnal, atau kembali terjajah di era kejayaan semu kekuasaan antek" oknum anak bangsa yang menjual negara ini

EKSPEDISI PULAU BURU 8 - 16 Oktober 2012

8 Oktober 2012 ... dini hari ini gw kembali menjejak di Terminal 1 A Bandara Internasional Soekarno Hatta. Sejurus udara dingin masih menerpa dan segera setelah menyelesaikan check in. Gw masuk ke ruang tunggu yang bener” kosong melompong. Menunggu sejam dua gak begitu lama karena gak lama kemudian gw check in. Siap”in minum, buku dan sedikit permen, meskipun gw tahu gak lama setelah ini pasti gw tidur. Setelah selesai pramugari” itu menjelaskan tentang prosedur keselamatan –gw selalu perhatiin mereka berpraktek meskipun dah sangat sering, gw cuma merasa bahwa mereka juga diperlu diperhatikan, berempati atas kerjakeras mereka menerangkan hal itu tentunya jauh lebih bermanfaat daripada sibuk sendiri .... Pay Attention, please Bener aja, selesai mereka memperagakan hal” teknis itu, gw minum seteguk air ... langsung dah zzzzzzz telap gw, perjalanan 3,5 jam itu sangat sebentar dan gw dah bangun lagi tepat saat matahari dah mengintip di bumi Maluku. Selesai bongkar bagasi, segera aja gw ke luar dan Pak Santi dah menunggu dengan Xenia biru telor asinnya. “koq ganti Pak?”, sahut gw yang agak kaget dengan Xenia itu, karena biasanya Pak Santi pake Kijang Innova. “Iya Pak, kemahalan setorannya, tidak kuat saya”, jawab Pak Santo sambil menyerahkan ticket parkir kepada petugas sambil bercanda. Seperti biasa, kopi hitam menjadi teman pagi dan sambil ngopi, gw koordinasi sama Mas Mono dari Mercy Corps terkait dengan rencana pembelian bibit pala dan cokelat dari Masohi.
Selesai ngopi, gw langsung ke kantor Mercy Corps di kota dengan melintas jalur pelayaran ferry Galala. Senyum ramah dan smabutan hangat di kantor Mercy Corps membuat pembicaraan dengan Mas Mono berlangsung lancar dan oke, sampai akhirnya tengah hari tiba dan gw harus ke Telehu buat mencapai Masohi dengan Kapal Cepat. Setelah kontak Pak Usman tentang rencana kedatangan gw, gw melangkah menuju Telehu, pelabuhan di ujung Utara kota Ambon setelah melewati wilayah resor Natsepa. Sampai Telehu jam 13.30, jadi lumayan deh nunggu sampai jam 16.00. kebetulan ada temen ngobrpl, Wawan, seorang dokter PTT di Masohi. Sedikit banyak bisa tahu deh tentang Maluku Tengah. Sedikit terlambat keberangkatan, tetapi perjalanan kesana jauh lebih cepat, dan bikin Pak Usman stress ... karena ternyata gw dah sampe terlebih dahulu. Akhirnya Pak Ronny yang suruh jemput gw. Kota Masohi yang lumayan juga dari pelabuhan berhasil gw tempuh dan menginap di Hotel Tiara di kota Masohi yang kondisinya lumayan. Selesai bercakap” dan janjian besok pagi jam 08.00 WIT berangkat kelapangan, gw segera santai dan goler” santai. Malemnya gw makan pecel lele dan setelah ngobrol kesana kesini, ternyata ... yang jualan masih tetangganya Mas Abdoel di Widang – Tuban, langsung aja gw telp ke Mas Abdoel dan ngobrol” sama Nanang. Abis itu gw cari kartu perdana XL, mendadak XL gak bisa dipake, gak bisa buat nelp, kalau ada telp masuk langsung terputus, hadeeeeeehhh, ada” aja dah. Akhirnya kecapekan gw tewas dah Pagi” gw bangun dan setelah sarapan, jam 08.00 WIB, Pak Rony dah siap anter ke lokasi pembibitan pala dan cokelat. Perjalanan menuju lokasi Pembibitan yang memakan waktu sekitar 1 jam itu akhirnya sampai juga ke Desa Rutah – Kecamatan Amahai – Kabupaten Maluku Tengah. Model pemberdayaan yang cukup menarik. Bagaimana menjadikan binaan Mercy Corps ini menjadi petani pembibit tanaman Pala yang tangguh. Dengan sekitar puluhan pohon pala berumur lebih dari 50 tahun, mereka melakukan pembibitan dan menyiapkan plasma nutfah untuk mendukung Maluku menjadi “Land of Spices” ... lautan rempah”
Selesai dengan Pala, perjalanan sekitar 1 jam dilanjutkan ke Dusun Holo, Desa Banda Lama, Kecamatan Amahasi, Kabupaten Maluku Tengah. Bagaimana cokelat sudah dapat diokulasi sehingga mampu menghasilkan kualitas cokelat yang baik. Sebenarnya dusun ini lebih mampu memelihara pala seperti yang sudah dilakukan dilokasi mereka yang lama di Pulau Banda, relokasi transmigrasi membawa mereka ke Maluku Tengah dan membuat mereka disediakan tanaman cokelat yang sempat tidak mampu mereka urus. Saat ini merek sudah mampu berbangga, mampu menghasilkan bibit cokelat dengan buah yang oke serta mendirikan pusat pelatihan cokelat, sebuah prestasi membanggakan. Kunjungan siang itu diakhiri dengan makan siang di pelabuhan Amahai sambil menunggu kapal cepat di kapal cepat dan tidur seenaknya. Sampai akhirnya jam 17.00-an sampai di Kota Ambon. Setelah saling berkontak dengan Pak Roy dari PrimaCom, sebuah jasa penyedia jaringan internet berbasis satelit. Sebentar transit, lalu berangkat dengan KMP Elizabeth II ke Namlea dengan harga kamar yang teruuuuuus naik, sekarang satu kamar menjadi Rp 500.000, padahal sebelumnya masih Rp 200.000 tahun lalu, benar” fenomena emas yang menggegerkan. Bersama Pak Roy di dalam kapal Ferry diisi dengan tidur sampai merapat di Namlea. Akhirnya dini hari sesampai di Namlea, dengan ojek menuju rumah Mas Udin. Sebelum shubuh sampai di rumah Mas Udin, lalu kita berbincang” sejenak sampai pagi, lalu setelah ngopi” kita bergerak dengan sepeda motor menuju Waelo. Sasaran pertama adalah lokasi rumah Bu Sri Wahyuni untuk survey lokasi bagi PrimaCom untuk membuat kemungkinan pemasangan jaringan internet berbasis satelit. Selesai dari sana, pergerakan menuju Kepastoran Waelo, bersua dengan anak” asrama yang ternyata semakin bertambah dengan adanya anak laki” di Asrama. Sayang tidak bertemu dengan Pastor atau Frater. Selesai dari Kepastoran, gw – Mas Udin dan Mas Roy bergeser ke Mako, ada Pak Giyanto disana, pemasok bibit mahoni yang akan digunakan buat penanaman di Weflan. Selesai bercakap” akhirnya kita bergerak pulang ... tidak lupa isi bensin dulu sebelum sampai Namlea. Harga premium yang sedang gila”an ... Rp 10.000 di Namlea, Rp 15.000 di Waelo dan Rp 25.000 di tambang emas !! sebuah harga yang menakjubkan dan mencengangkan. Imbasnya di harga makanan, pecel ayam bergeser jadi Rp 25.000 per porsi, nasi goreng Rp 12.500 per porsi, cakep khan? Pak Roy pulang kembali ke Ambon malam itu, mungkin dah gak kuat sama kehidupan yang mahal” itu ya ..he.he Tanggal 11 Oktober ... perjalanan pagi ini menuju Weflan, the land of Best Person ditandai dengan debu debu beterbangan – perjalanan yang diwarnai dengan bekas kebakaran hutan kayu putih. Sesampai di Weflan, bersama Pak Edy, kita menunggu Bapak Soa ... semilir angin membuat kantuk menyerang sangat. Pembicaraan dan survey lokasi untuk penanaman pala – cokelat dan mahoni sudah selesai dilaksanakan, kesulitan akan jonder menjadi penganggu aktifitas selanjutnya karena kayu eucaliptus sangat mudah sekali tumbuh dengan akar tinggalnya. Perjalanan siang yang meninggalkan debu di celana dan membuat kotoran hidung cepat sekali berkumpul he.he..he Sementara itu, hasil kontak dengan Pak Gunawan dan Pak Ridwan, utusan Pak Edy Permadi untuk pengamatan kemungkinan instalasi mikro hydro terus berjalan. Delay Batavia Air yang membawa Pak Gunawan, membuat perjalanan ke Namlea harus menunggu semalam lagi. Seharusnya mereka setibanya di Ambon dapat langsung menuju kapal cepat, sayangnya, karena delay mereka harus menggunakan kapal ferry untuk mencapai Namlea. Setiba di Namlea dan kita bercakap” sejenak, lalu kami bergerak menuju ke Kobalahin dan menyerahkan mereka pada Pak Tony untuk diarahkan survey lokasi. Keesokan harinya kami bergabung kembali di lokasi Metar. Sempat terjadi kasus dimana Pak Gunawan yang menggunakan motor sendiri harus kehilangan arah dan mencapai Metar sendirian, sementara Pak Tony dan Pak Ridwan kehilangan jejak lalu mondar mandir mencari Pak Gunawan, sampai akhirnya Pak Ridwan berhasil ditemukan dirumah Pak Agus ... akhirnya survey dilanjutkan. Fenomena emas telah makin meluluhlantakkan setor sosial dan posikologis budaya masyarakat, beberapa masyarakat yang berhasil mendulang emas, secara ekonomi mampu menjadi komunitas yang berada, tetapi secara sosial sebenarnya mereka tidak sadar bahwa mereka mulai dipisahkan oleh jurang sosial dan pengerdilan nilai” budaya, betapa tidak, mereka bagaikan mendapatkan harta tiban dan dengan tak dinyana mereka mampu merubah kehidupan merekam tetapi mereka tidak mampu menjadi elegan dengan hal ini, bagaimana orang lain datang dengan kepintaran yang kebih canggih dari mereka mampu membuat mereka terlena dan melupakan ... rencana usaha bersama kelompok sempat akan gagal total, opsi untuk membubarkan kegiatan ditolak beberapa anggota yang tetap yakin akan perubahan yang lebih hakiki dan lebih nyata. Akhirnya diputuskan untuk mengembalikan kembali kejayaan usaha kelompok dengan keanggotaan yang lebih tegas. Maju jalan selalu, mari berubah !!

09 Mei, 2012

SEDEKAH BEBEK

#SEDEKAH BEBEK terinspirasi dari komunitas twitter dan pelanggan @bebek_telorasin yang dikelola sahabat kita, Mas Sigit Hendrawan. The Kweekers, sebutan bagi penikmat Bebek Pak JOSS yang memberikan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada saudara yang membutuhkan dan diwujudkan dalam bentuk pemberian nasi kotak siap santap dengan lauk khas Bebek Pak JOSS, seperti bebek telor asin, bebek kremes atau bebek panggang celup. Mulai dari tukang sapu jalan, tukang becak, pedagang asongan, anak yatim, kaum dhuafa dan saudara-saudara yang membutuhkan menjadi sasaran #sedekahbebek yang telah berlangsung sejak bulan November tahun 2011 lalu. Terinspirasi dari #sedekahbebek di Surabaya, komunitas Twitter yang mengenal kesetaraan antar tweps, #SRUDUKFOLLOW melaksanakan kegiatan #sedekahbebek di Jakarta. Berpusat di Yayasan Al Khairiyah, beralamat di Jl. H. Batong II RT 007/RW 06 no.56 - Kelurahan Cilandak Barat - Jakarta Selatan. Yayasan ini membina 60 orang anak yatim yang terbagi dalam empat kategori : Anak Yatim, Anak Piatu, Anak Yatim Piatu dan Anak kurang mampu dan putus sekolah Acara yang akan dilaksanakan pada Hari Ahad, 6 Mei 2012 ini dimulai sejak pukul 10.30 WIB dengan diisi tausiyah oleh Mas Andi Nasrullah, setelah sholat dzuhur acara dilanjutkan dengan games yang dipandu Mbak Fitrie Dian, Mas Amir, Mbak Rachma Isti yang menceriakan dan menggembirakan. Sekitar pukul 13.00 WIB, makan siang bersama dengan menu ciamik Bebek Pak JOSS menjadi salah satu perekat kebersamaan. Acara terakhir, yaitu pemberian tali asih dan support sembako serta dana untuk yayasan. Acara berikutnya adalah penghantaran donasi untuk anak yatim di Lubang Buaya dan Yayasan Baitul Izzah - Cipete Utara dengan jumlah masing-masing 30 anak yatim. Donatur yang terlibat merupakan jaringan pertemanan yang berasal dari informasi sosial media, milis dandari kelompok donatur, salah satunya adalah #sedekahjamaah. Acara #sedekahbebek masih berlanjut untuk memberikan donasi diwilayah seputaran Tangerang dan Serang - provinsi Banten Semangat berbagi menjadi tujuan utama dan keinginan saling membahagiakan sesama membuat keinginan #sedekahbebek ini menjadi sebuah kegiatan berkala dan berkelanjutan

28 Januari, 2012

Gerakan 1.000 cangkul dan buku untuk Pulau Buru




Berkonstribusilah untuk Gerakan 1.000 cangkul dan buku untuk Pulau Buru

Bambang Ismawan dan Rhenald Kasali menyerahkan cangkul, bibit rumput,
serta buku “Mengubah Dunia” dan “Dari Akar Kami Tumbuh” kepada
Pastor Joseph Rhetob dan Antoni Besan (anak raja Buru, yang mewakili masyarakat adat)
sebagai pencanangan gerakan 1000 Cangkul dan Buku untuk Pulau Buru.

Pastor Joseph Rhetob meminta dukungan terhadap nasib masa depan anak-anak perempuan asli Buru
yang tidak memiliki akses pendidikan dan masih kuat dengan tradisi kawin di bawah umur.

Rhenald Kasali menyampaikan, melalui 1000 Cangkul dan Buku untuk Pulau Buru, kita dapat memajukan Pulau Buru
bersama-sama, siapapun dapat berkontribusi sekecil apa pun.

Acara yang dipandu Farhan ini juga dimeriahkan oleh penampilan Sanggar Anak Akar.


Kepedulian anda akan sangat berarti, donasikan Rp. 100.000untuk sebuah cangkul dan niat mulia bagi Masyarakat Adat Pulau Buru ke :
Bank Mandiri Cab. Ujung Aspal no. rek. 1240004936762 a.n. Yayasan Rumah Perubahan Indonesia

Rumah Perubahan Jl. Raya Hankam (Samping Gardu Induk PLN Jati Ranggon) Jatimurni, Pondok Melati Bekasi 17431 - Jawa Barat Telp : (021) 845 90010, (021) 843 04579 Fax : (021) 845 90211 email : info@rumahperubahan.com

25 Januari, 2012

Melaju dan Meraih Potensi - Ekspedisi Waeapo II



Keesokan harinya, tepat pukul 06.40 WIT, kami bergerak menjemput kelompok dan bergegas menuju lokasi pengambilan daun sagu, pergerakan pengambilan daun jauh lebih ‘beringas’ dan sampai pukul 11.30 WIT, terambil enam gelondong daun sagu dengan bobot rataan 80kg, sempat terjadi masalah, ban kendaraan pecah karena membawa banyak beban, setelah diganti dengan ban cadangan, kelompok bergerak kembali dan selepas bongkar muatan kami bergerak kembali ke asrama setelah berjanji untuk berkumpul sekitar pukul 20.00 WIT untuk bersama-sama ke Namlea. Sesampai di asrama, anak-anak asrama dan anak-anak perempuan sekitar asrama sudah menunggu, pastor menjanjikan mereka piknik kepantai. Selepas acara kebaktian di asrama dan sambil menunggu acara kebaktian, saya berkemas-kemas di kamar, malam ini kami akan ke Namlea dengan dua program, program pertama adalah memjemput Adam dan Mas Haedy, program kedua adalah belanja kuali dan support tools untuk ketel. Sekitar pukul 21.30 WIT kami berangkat. Kondisi yang mendung dan nyaris hujan, membuat pastor meminta saya mengambil alih kemudi agar tidak berada di belakang yang terbuka dan kemungkinan basah karena hujan. Sesampai di Namlea sekitar pukul 23.00 WIT, saya masih belum langsung tidur, Juventus vs Udinesse cukup menarik untuk disaksikan dan sekaligus membunuh waktu karena kapal akan sampai di Namlea membawa Adam dan Mas Haedy sekitar pukul 04.00 WIT. Akhirnya sekitar pukul 01.00 WIT saya masuk kamar Frater Etus dan sambil melihat film dari laptop, saya tidur-tidur ayam sampai pukul 03.00 WIT, masih agar goyang sebenarnya, lalu kaki melangkah menuju kamar mandi dan sedikit membasahi muka, lalu membangunkan Iron. Sekitar pukul 03,30 WIT kami berangkat dan antre menunggu Elizabeth II merapat. Setelah merapat dan sebagian penumpang turun, baru kami keatas dan menjemput Adam dan Mas haedy di kamar no 20. Setelah semua siap, kami bergerak menuju asrama. Setelah semuanya selesai melakukan persiapan, sekitar pukul 09.00 WIT rombongan belanja keperlua ketel, empat kuali, sekop, bendrat tebal dan beberapa peralatan lain dipersiapkan mereka. Selanjutnya pukul 11.00 WIT kami berangkat menuju Waeapo, sebelumnya singgah sementara untuk makan siang dan isi premium.
Perjalanan menuju Waeapo terasa lebih panjang tetapi menyenangkan, pada beberapa lokasi, kami berhenti. Sesuai dengan tugas Adam untuk mengambil gambar tentang Penduduk Asli Pulau Buru, kami berhenti di beberapa tempat, seperti misalnya di Desa Savana jaya, Mako, sisi sungau Waeapo dan lokasi Usaha Bersama. Selepas bongkar muatan, seluruh tas dimasukkan ke kabin, karena hari sudah mulai hujan dan penting untuk lebih menyelamatkan bawaan. Akhirnya berhujan-hujan sampai asrama dan Adam sudah harus terciprat lumpur dari roda kendaraan saat berusaha bebas dari kepungan lumpur. Sesampai di asrama, kami mandi dan berehat.







Keesokan harinya selama dua hari berturut-turut kegiatan yang dilakukan selain tetap menjalankan tugas kelompok juga mendampingi Adam untuk mendapatkan foto-foto, seperti foto potensi alam, ternak, gunung kayu putih, Pak Roni dan kegiatan pengambilan daun sagu. Kunjungan kembali ke Weflan juga kami lakukan dan kembali, sambutan hangat kami terima dan kamipun sempat melihat ketel yang sedang dijalankan oleh adik Pak Edy Behuku. Selepas makan siang kami melanjutkan program dengan menjemput kelompok yang mengambil daun sagu selanjutnya kami sampai asrama dan bersiap untuk menjalani hari teakhir di Waeapo besok. Keesokan harinya, pukul 05.30 WIT kami sudah bergerak ke dusun Metar, kami segera melangkah menuju air terjun Metar yang kabarnya menawan. Kami melangkah pada track ditengah-tengah alang-alang yang menjuntai, kemudian memasuki vegetasi tanaman keras dan sampai akhirnya pada sebuah kelokan sungai, kami menyusuri sungai menuju air terjun. Sambil saling mengambil foto suasana alam, kami akhirnya sampai di air terjun yang sangat menawan dan luar biasa. Sebuah gerojogan air yang mengangungkan kuasaNYA serta mengisyaratkan sebuah potensi yang sangat nyata dalam bidang pengembangan wisata alam. Setelah menceburkan diri di danau dibawah air terjun dengan kedalaman sampai 6 meter itu, dengan melawan rasa takut untuk dapat terjun dan akhirnya berhasil mencapai permukaan. Akhirnya dari rencana 2 jam, molor sampai 6 jam di lokasi air terjun dan baru setelah makan siang kami dapat sampai di asrama dan kemudian menjemput Pak Tony untuk bersama-sama sampai Namlea. Sekitar pukul 16.30 WIT kami sampai Namlea dan sontak, selepas seluruh barang dibongkar, hujan deras mengguyur Namlea, sangat deras sampai akhirnya hampir mencoba mencarter angkot untuk mengantar ke pelabuhan. Sekitar pukul 18.30 WIT, hujan mendadak berhenti dan seperti sebuah keberkahan yang nyata dari NYA, kami berhasil berangkat ke pelabuhan dan sampai di Ferry. Sekitar pukul 20.00 WIT, kami meninggalkan pelabuhan Namlea menuju Ambon, mengakhiri ekspedisi kali ini untuk mempersiapkan diri menuju ekspedisi selanjutnya.



Mengenai Saya

Foto saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA