03 Februari, 2009

Istana Maimun in the Darklight




Istana Maimun - Medan

1.Sejarah Berdiri
Istana Maimun, terkadang disebut juga Istana Putri Hijau, merupakan istana kebesaran Kerajaan Deli. Istana ini didominasi warna kuning, warna kebesaran kerajaan Melayu. Pembangunan istana selesai pada 25 Agustus 1888 M, di masa kekuasaan Sultan Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Sultan Makmun adalah putra sulung Sultan Mahmud Perkasa Alam, pendiri kota Medan.
Sejak tahun 1946, Istana ini dihuni oleh para ahli waris Kesultanan Deli. Dalam waktu-waktu tertentu, di istana ini sering diadakan pertunjukan musik tradisional Melayu. Biasanya, pertunjukan-pertunjukan tersebut dihelat dalam rangka memeriahkan pesta perkawinan dan kegiatan sukacita lainnya. Selain itu, dua kali dalam setahun, Sultan Deli biasanya mengadakan acara silaturahmi antar keluarga besar istana. Pada setiap malam Jumat, para keluarga sultan mengadakan acara rawatib adat (semacam wiridan keluarga).
Bagi para pengunjung yang datang ke istana, mereka masih bisa melihat-lihat koleksi yang dipajang di ruang pertemuan, seperti foto-foto keluarga sultan, perabot rumah tangga Belanda kuno, dan berbagai jenis senjata. Di sini, juga terdapat meriam buntung yang memiliki legenda tersendiri. Orang Medan menyebut meriam ini dengan sebutan meriam puntung.
Kisah meriam puntung ini punya kaitan dengan Putri Hijau. Dikisahkan, di Kerajaan Timur Raya, hiduplah seorang putri yang cantik jelita, bernama Putri Hijau. Ia disebut demikian, karena tubuhnya memancarkan warna hijau. Ia memiliki dua orang saudara laki-laki, yaitu Mambang Yasid dan Mambang Khayali. Suatu ketika, datanglah Raja Aceh meminang Putri Hijau, namun, pinangan ini ditolak oleh kedua saudaranya. Raja Aceh menjadi marah, lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. Raja Aceh berhasil mengalahkan Mambang Yasid. Saat tentara Aceh hendak masuk istana menculik Putri Hijau, mendadak terjadi keajaiban, Mambang Khayali tiba-tiba berubah menjadi meriam dan menembak membabi-buta tanpa henti. Karena terus-menerus menembakkan peluru ke arah pasukan Aceh, maka meriam ini terpecah dua. Bagian depannya ditemukan di daerah Surbakti, di dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe. Sementara bagian belakang terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimun.
Setiap hari, Istana ini terbuka untuk umum, kecuali bila ada penyelenggaraan upacara khusus.

2. Lokasi

Istana ini terletak di jalan Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara.

3. Luas
Luas istana lebih kurang 2.772 m, dengan halaman yang luasnya mencapai 4 hektar. Panjang dari depan kebelakang mencapai 75,50 m. dan tinggi bangunan mencapai 14,14 m. Bangunan istana bertingkat dua, ditopang oleh tiang kayu dan batu
Setiap sore, biasanya banyak anak-anak yang bermain di halaman istana yang luas.

4. Arsitektur

Arsitektur bangunan merupakan perpaduan antara ciri arsitektur Moghul, Timur Tengah, Spanyol, India, Belanda dan Melayu. Pengaruh arsitektur Belanda tampak pada bentuk pintu dan jendela yang lebar dan tinggi. Tapi, terdapat beberapa pintu yang menunjukkan pengaruh Spanyol. Pengaruh Islam tampak pada keberadaaan lengkungan (arcade) pada atap. Tinggi lengkungan tersebut berkisar antara 5 sampai 8 meter. Bentuk lengkungan ini amat populer di kawasan Timur Tengah, India dan Turki.
Bangunan istana terdiri dari tiga ruang utama, yaitu: bangunan induk, sayap kanan dan sayap kiri. Bangunan induk disebut juga Balairung dengan luas 412 m2, dimana singgasana kerajaan berada. Singgasana kerajaan digunakan dalam acara-acara tertentu, seperti penobatan raja, ataupun ketika menerima sembah sujud keluarga istana pada hari-hari besar Islam.Di bangunan ini juga terdapat sebuah lampu kristal besar bergaya Eropa.
Di dalam istana terdapat 30 ruangan, dengan desain interior yang unik, perpaduan seni dari berbagai negeri. Dari luar, istana yang menghadap ke timur ini tampak seperti istana raja-raja Moghul.

5. Perencana
Ada beberapa pendapat mengenai siapa sesungguhnya perancang istana ini. Beberapa sumber menyebutkan perancangnya seorang arsitek berkebangsaan Italia, namun tidak diketahui namanya secara pasti. Sumber lain, yaitu pemandu wisata yang bertugas di istana ini, mengungkapkan bahwa arsiteknya adalah seorang Kapitan Belanda bernama T. H. Van Erp.

6. Renovasi
Istana ini terkesan kurang terawat, boleh jadi, hal ini disebabkan minimnya biaya yang dimiliki oleh keluarga sultan. Selama ini, biaya perawatan amat tergantung pada sumbangan pengunjung yang datang. Agar tampak lebih indah, sudah seharusnya dilakukan renovasi, tentu saja dengan bantuan segala pihak yang concern dengan nasib cagar budaya bangsa.

Fly on the sky





25 Januari, 2009

Tahta Untuk Sang Putri




Tahta Untuk Sang Putri


Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President & CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?
Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana.
Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri judinya gede, dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.
Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis.
Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.
Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri.
Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dibanding kedua kakaknya.
Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam.
Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.
Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilih an Anda menggantikan sang patriarch menjadi President & CEO?
Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu.
Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender.
Bagaimana jalan keluarnya?
Konsultan angkat tangan. Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah. Lalu dipanggilnya ketiga anaknya.
Dibentangkannya persoalan secara gamblang. Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga.
Dialog pun dimulai.
Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi.
“Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku,” kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut.
Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian.
“Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku,” katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. “Budget maksimum Rp1 juta,” tambahnya lagi.
Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya.
Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat.
“Bagus, besok giliranmu,” kata si ayah kepada anak keduanya.
Duapuluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styro- foam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging.
“Oke, besok giliranmu,” kata sang patriarch menunjuk putrinya.
Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong.
“Lho, kok kosong?” tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja.
Lalu disulutnya dengan sebatang korek api.
“Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari,” katanya kalem.
Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.
Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation.
Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak.
Dari dulu botak memang ciri orang pintar.
Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Jarang kita sadari, hati kita sebenarnya bisa berpikir. Dalam tradisi literatur kuno, terutama kitab-kitab suci, hati adalah lokasi kebijaksanaan, hikmat dan kepandaian. Lebih spesifik, hati adalah access point kita kepada the higher knowledge, yakni kepada Tuhan sendiri. Dalam arti ini, orang bijak selalu berkonotasi orang alim dan saleh.
Kini, ketika rasionalisme warisan Descartes dan Immanuel Kant menjadi panglima, kebijaksanaan yang berasal dari hati (nurani atau suara hati) cenderung dinomorduakan. Yang utama adalah kepala. Dunia politik, bisnis dan kemasyarakatan kita kemudian didominasi oleh para pakar dan teknokrat bergelar master, doktor, dan profesor.

www.motivasi.web

17 Januari, 2009

GOD BLESS




GOD BLESS DI KICK ANDY

Dunia ini … panggung sandiwara
Ceritanya … selalu berubah
Ada peran wajar
Ada peran berpura-pura
Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara


Sepotongan lagu Panggung Sandiwara, mengingatkan kita pada sebuah grup musik yang cukup memberi warna perkembangan musik keras di tanah air … GOD BLESS

35 tahun mereka berkiprah … sejak tahun 1973 sampai saat ini mereka masih memberikan konstribusi bagi perkembangan musik rock tanah air.

Kick Andy semalam kembali menayangkan sebuah acara yang luar biasa … kehadiran GOD BLESS distudio Metro TV menyuguhkan sebuah cerita yang cukup menarik … meski saya harus berganti” channel karena ada acara menarik juga di TNOne “Satu untuk Palestina” … paling tidak ke’gaek’an mereka yang terus berkarya, mengundang decak kagum

Ian Antono –gitaris (59 tahun), Ahmad Albar –vokalis (62 tahun), Abadi Soesman –keyboard (58 tahun), Donny Fatah –bass (58 tahun) dan Yaya Moektio –drum (52 tahun) adalah personel GOD BLESS yang seperti tidak lekang dimakan jaman. Yocky Soeyoprayogo sempat mengisi formasi keyboard pada tahun 1979 … dan GONG 2000 pada tahun 90-an

Hanya enam buah album yang berhasil mereka gelontorkan selama 35 tahun mereka berkarya … sebuah pencapaian yang sangat miskin untuk masa berkarya, pergantian personel dan kevakuman berkarya, serta sempat membentuk GONG 2000 pada masa lalu adalah alasan yang meluncur saat menjawab. God Bless (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), dan Apa Khabar?(1997), dan sebuah album yang diaransemen ulang, The Story of God Bless (1990).

Aliran cerita yang melingkupi GOD BLESS mengalir dalam tayangan ini ,,, mulai dari penghargaan The Immortal dari Majalah Rolling Stone Indonesia, prestasi mereka sebagai band pembuka saat Deep Purple dan Sussi Quatro manggung di Indonesia

Rekaman pertama mereka sejak tahun 1973 mereka berdiri baru dimulai tanggal 12 April 1976 di Studio Triangkasa, sementara pentas pertama mereka dimulai pada tanggal 5 Mei 1973 dan gelontoran penghargaan dari Majalah Queen dan Tempo pun tak pelak mereka dapatkan

Lagu Zakia, boleh jadi merupakan perpaduan antara rock dan dangdut … sekaligus membantah aliran mereka yang konon dicap sebagai Anti Dangdut

Tidak selamanya perjalanan mereka mulus, nasib malang sempat mampir ke vokalis mereka. Iyek, sapaan akrab Ahmad Albar sempat merasakan dinginnya lantai penjara selama delapan bulan karena terbukti ditemukan extacy dikamar apartemen miliknya

Paling tidak, sebuah kejutan dari Ucok “AKA” Harahap yang datang jauh dari Surabaya membuay sebuah penyegaran ingatan pada sebuah kelompok yang dibentuknya dengan Iyek … Dua Kribo. Lagu Neraka Jahanam meluncur dari duet mereka

Panggung Sandiwara … sebuah lagu yang melegenda, buah karya Taufik Ismail yang syairnya dibesut Ian Antono, ikur menyemarakkan deretan koleksi lagu” GOD BLESS

Penayangan potongan” klip pementasan mereka cukup mengembalikan ingatan tentang kebesaran grup cadas ini

Dibuka dengan lagu Musisi … berlanjut dengan Syair Kehidupan (ciptaan Areng Widodo) dan diakhiri dengan Semut Hitam membuar seluruh penonton distudio malam itu menghentak, bergoyang, melambaikan tangan dan … pastinya bernyanyi

Semut hitam ..
Semut hitam ..
Maju jalan .. kiri kanan ..


http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.gopess.com/wp-content/uploads/2008/08/god-bless.jpg&imgrefurl=http://www.gopess.com/2008/08/08/god-bless/&usg=__6nazR1zBwUAPsGH9A9Y5pll94Dw=&h=241&w=180&sz=13&hl=id&start=20&tbnid=AFBhzzfaxJKT1M:&tbnh=110&tbnw=82&prev=/images%3Fq%3Dgod%2Bbless%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG

God Bless adalah grup musik rock yang telah menjadi legenda di Indonesia. Dasawarsa 1970-an bisa dianggap sebagai tahun-tahun kejayaan mereka. Salah satu bukti nama besar mereka adalah sewaktu God Bless dipilih sebagai pembuka konser grup musik rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta (1975). Berdirinya God Bless berawal kembalinya Iyek kembali ke Tanah Air setelah beberapa tahun tinggal di Belanda, ia pun berangan-angan membentuk band sendiri yang lebih serius. Bersama Ludwig Le Mans, gitaris Clover Leaf, band Iyek ketika masih di Belanda, Iyek lalu mengajak Fuad Hassan (drums), Donny Fattah (bass) dan Jockie Surjoprajogo (keyboard) untuk membentuk band. Tahun 1972, formasi pertama ini melakukan konser perdananya di TIM (Taman Ismail Marzuki)lalu mengikuti pentas musik “Summer ‘28″, semacam pentas ‘Woodstock’ ala Indonesia di Ragunan, Jakarta, yang diikuti berbagai grup band dari Indonesia, Malaysia dan Filipina. Dengan posisi keyboard yang sudah digantikan oleh Deddy Dores,

Jockie Surjoprajogo sendiri sibuk dengan program musik lain-lainnya seperti LCCR Prambors dan sebagainya.

Tahun 1970-an, God Bless bisa dibilang sebagai raja panggung musik Indonesia. Di antara beberapa band rock yang hadir di masa itu, seperti Giant Step dan The Rollies, God Bless bisa dibilang hampir tak tertandingi. Kendati kerap mengusung reportoar asing milik Deep Purple, ELP hingga Genesis, namun aksi panggung serta skill masing-masing personelnya boleh dibilang di atas rata-rata. Tetapi karena keseringan menyanyikan lagu asing, gaya musik para personel God Bless sedikit banyak terpengaruh. Hal tersebut tergambar jelas dalam garapan musik album perdana mereka, Huma di Atas Bukit yang cukup banyak terpengaruh sound Genesis. Selain tidak memiliki gaya bermusik yang solid, nampaknya keanggotaan God Bless juga bisa dibilang kurang solid. Karena dalam perjalananya grup ini terhitung sangat sering gonta ganti personil.

Pada bulan Juni 1974, penggebuk drum berbakat Fuad Hasan dan Soman Lubis (keyboard) mengalami kecelakaan lalu lintas di Tugu Pancoran, Jakarta Selatan. God Bless pun melalui masa berkabung. Untuk mengenang mereka, God Bless tampil di TIM dengan tema mengenang seratus hari Fuad Hasan dan Soman Lubis dengan atraksi mengusung peti mati diatas panggung.

Sempat vakum cukup lama, bahkan vokalisnya Ahmad Albar yang lebih sering bersolo karir sempat ngetop dengan rocker asal surabaya Ucok “Aka” Harahap yang merupakan voklias dari kelompok Rock Aka dari Surabaya, dengan duet Duo Kribo. Selain itu personil lain, seperti Ian Antono, juga lebih asyik dengan kegiata solo karir.
Era 80-an

Menjelang pembuatan album kedua, Jockie Surjoprajogo keluar dari formasi posisinya kemudian diambil alih oleh Abadi Soesman yang bergabung tahun 1979 dan ikut terlibat di pembuatan album Cermin (1980). Di album ini, konsep musik God Bless sedikit berubah menghadirkan ramuan aransemen lagu-lagunya terkesan lebih rumit dan membutuhkan skill tinggi dalam memainkannya. Dua tahun setelah album Cermin dirilis, Abadi Soesman mengundurkan diri.

Pada sekitar tahun 1980-an, salah satu promotor rock asal Surabaya, Log Zhelebour mulai gencar mementaskan festival rock di Indonesia, dan mulailah membangkan God Bless dari “tidaur panjangnya” dengan menjadikan lagu-lagu God Bless sebagai lagu “wajib” juga personilnya menjadi juri di festival yang akhirnya banyak melahirkan band-band rock di Indonesia, seperti Grass Rock, El Pamas, sampai Slank.

Dari sekedar menjadi juri tersebut, pada tahun 1988 God Bless akhirnya melahirkan album come back Semut Hitam yang meledak di pasaran waktu itu, dengan hitsnya seperti Rumah Kita, Semut Hitam, atau Kehidupan. Di album ini, terjadi lagi perubahan konsep musik God Bless. Dari yang tadinya lebih bernuansa rock progresif secara drastis berubah menjadi sedikit lebih keras dengan adanya pengaruh musik hard rock dan heavy metal. Setelah album Semut Hitam keluar, Ian Antono menyatakan keluar dari formasi God Bless. Posisinya kemudian digantikan oleh gitaris muda berbakat, Eet Sjachranie. Ian Antono sendiri, setelah keluar dari God Bless terhitung sukses merintis karir solo sebagai pencipta lagu, aranjer dan produser.
Era 90-an
Setelah melewati masa vakum yang cukup panjang, tahun 1997, para personel God Bless, termasuk Eet dan Ian Antono kembali berkumpul. ‘Workshop’ yang mereka gelar di kawasan Puncak, menghasilkan sebuah album berjudul Apa Kabar. Namun reuni ini tidak berlangsung lama karena Eet secara resmi mengundurkan diri dari formasi God Bless dan konsentrasi untuk bandnya sendiri, Edane yang sejak tahun 1992 sudah merilis album perdananya, The Beast.

Walau tidak banyak merilis album, God Bless, dianggap merupakan legenda grup musik rock Indonesia karena dianggap sebagai pelopor yang memiliki kualitas bermusik tinggi. Sepanjang perjalanannya, grup ini mengalami 15 kali lebih pergantian personil yang disebut sebagai ‘formasi’, dan saat ini tinggal Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (guitar), dan Donny Fattah Gagola (bass) yang masih dapat dikatakan sebagai personil aktif grup.
Diskografi:

1975 - God Bless

1. “Huma di Atas Bukit” (Donny Fattah / Sjuman Djaya) (Film Laela Majenun)
2. “Rock di Udara” (Donny Fattah)
3. “Sesat” (Donny Fattah / SJuman Djaya) (Film Laela Majenun)
4. “Eleanor Rigby” (John Lennon / Paul McCartney)
5. “Gadis Binal” (Ian Antono)
6. “Friday On My Mind”
7. “Setan Tertawa” (Donny Fattah) (Film Semalam di Malaysia)
8. “She Passed Away” (Donny Fattah)

1980 - Cermin

1. “Cermin” (Donny Fattah)
2. “Selamat Pagi Indonesia” (Ian Antono)
3. “Musisi” (Donny Fattah)
4. “Balada Sejuta Wajah” (Ian Antono)
5. “Sodom & Gomorah” (Ian Antono)
6. “Anak Adam” (Benny / Donny F)
7. “Insan Sesat” (Abadi Soesman)
8. “Ingat” (Donny Fattah)
9. “Tuan Tanah” (Ian Antono)

1988 - Semut HItam

1. “Kehidupan” (Jockie Surjoprajogo)
2. “Rumah Kita” (Ian Antono)
3. “Semut Hitam” (Donny F / Jockie S)
4. “Damai Yang Hilang” (Jockie S / Iwan Fals)
5. “Orang Dalam Kaca” (Jockie S / Iwan Fals)
6. “Ogut Suping” (Ian Antono / Remy Sylado)
7. “Suara Kita” (Jockie Suryoprayogo)
8. “Badut-Badut Jakarta” (Donny F / Ian Antono / Jockie S)
9. “Trauma” (Teddy S / Iwan Fals)
10. “Bla… Bla… Bla…” (Ian Antono / Remy Silado)

1989 - Raksasa

1. Maret 1989 (Donny Fattah/Jockie Suryoprayogo)
2. Menjilat Matahari (Jockie Suryoprayogo)
3. Misteri (Jockie Suryoprayogo)
4. Emosi (Eet Syahranie/Achmad Albar)
5. Cendawan Kuning (Jockie Suryoprayogo)
6. 2002 (Jockie Suryoprayogo)
7. Pemburu Ilusi (Donny Fattah)
8. Sang Jagoan Jockie Suryoprayogo/Sawung Jabo)
9. Anak Kehidupan(Jockie Suryoprayogo/Sawung Jabo)
10. Raksasa (Teddy Sujaya/Rudy Gagola/Jockie Suryoprayogo)

1997 - Apa Kabar

1. “Apa Kabar” (lagu : Teddy Sujaya, Jockie Surjoprajogo,Ian Antono ; Lirik : Sawung Jabo)
2. “Anakku” (Lagu : Jockie Surjoprajogo ; Lirik : Jockie Surjoprajogo)
3. “Srigala Jalanan” (lagu : Teddy Sujaya, Eet Sjahranie, Donny Fattah ; Lirik : Sawung Jabo)
4. “Asasi” (Lagu : Ian Antono ; Lirik : Ali Akbar)
5. “Diskriminasi” (lagu : Eet Sjahranie, Ian Antono ; Lirik : Ali Akbar)
6. “Roda Kehidupan” (Lagu : Ian Antono ; Lirik : Fajar Budiman, Ian Antono, Ali Akbar)
7. “Pengamen Kecil” (Lagu : Jockie Surjoprajogo ; Lirik : Sawung Jabo)
8. “Balada Si Toha” (Lagu : Jockie Surjoprajogo ; Lirik : Jockie Surjoprajogo)
9. “Nurani” (Lagu : Ian Antono ; Lirik : Ali Akbar, Ian Ant

Kebersihan ... Sebagian Dari Iman

04 Januari, 2009

Tulisan di www.andriewongso.com

Sabtu, 03-Januari-2009; 09:35:07 WIB

Memberi Pelayanan Terbaik

Saat kita berada di rumah makan, kita akan bertemu dengan pramusaji. Saat kita berada di department store, kita akan bertemu dengan Sales Promotion Girls, Saat kita berada di hotel, kita akan bertemu dengan resepsionis, bell boy, house keeper sampai security. Saat kita berada di kantor, kita akan bertemu dengan office boy. Saat kita berada di suatu tempat, maka kita akan berada dalam sebuah zona …
Melayani dan Dilayani
Apa yang kita harapkan dari sebuah pelayanan? Tentu saja sebuah kesempurnaan pelayanan yang baik.Saat kita didatangi pramusaji yang dengan ramah menyambut kedatangan kita … lalu mencarikan tempat duduk yang nyaman sesuai dengan keinginan kita … menempatkan kita pada meja yang bersih dan tertata rapi ... menyodorkan menu dan memberikan informasi tentang menu … mengulang catatan pesanan … mengantarkan kita ke toilet … menyediakan alat makan yang cukup, serbet yang bersih, kecepatan pemenuhan pesanan dan selalu siap bila ada permintaan kita yang mendadak berkaitan dengan menu … mengantarkan bill dengan sopan dan akhirnya mengantar kita keluar sambil menyapa ramah … apa yang terlintas dalam benak kita? Kita akan datang lagi ke rumah makan itu, bukan hanya karena kelezatan makanan atau kenyamanan restoran, tetapi juga karena keramahan pelayanan. Juga bila kita mendapatkan pelayanan terbaik di sebuah department store, hotel, bengkel, tempat cuci mobil, tempat wisata, kantor kecamatan dan lokasi area pelayanan publik yang lain. Sebuah ingatan terbaik atas hasil terbaik yang kita peroleh dan kita akan menjadi pelanggan seumur hidup untuk tempat-tempat itu. Memberikan sebuah pelayanan terbaik dilandasi dengan :
Ketulusan
Sebuah penerimaan pelayanan yang tulus, tidak dibuat-buat serta apa adanya akan memberikan aura positif bagi orang yang akan dilayani. Mereka akan memahami, apakah pelayanan itu diberikan dengan tulus atau dibuat-buat. Senyum tersungging dengan pancaran mata ceria dan gerak tubuh yang luwes serta hati yang tulus akan dengan mudah dirasakan oleh orang yang kita layani
Informatif
Orang yang kita layani akan mengharapkan sebuah informasi yang lengkap atas hal-hal yang akan diperolehnya. Pemberian informasi yang lugas, jelas dan apa adanya akan membuat orang yang kita layani dapat segera mengambil keputusan, terus berada di tempat itu karena akan mendapatkan hal yang diperoleh atau tetap berada di tempat itu karena informasi yang apa adanya, meski mereka tidak mendapat seluruh hal yang diinginkan tetapi mereka merasa dihargai dengan kemudahan dan kejujuran informasi yang mereka terima
Total
Memberikan pelayanan tidak boleh setengah-setengah, kita harus memberikan pelayanan secara integral, menyeluruh dan total. Keseluruhan pelayanan saat orang yang kita layani datang sampai mereka meninggalkan lokasi kita harus kita berikan secara maksimal. Mereka akan mengetahui apakah kita benar-benar melayani sebagai sebuah bentuk pelayanan diri atau karena tuntutan aktifitas. Menyatukan diri dengan aktifitas akan membuat kita memberikan pelayanan yang menyeluruh
Menerima dan Menindaklanjuti Komplain
Tidak semua totalitas pelayanan kita dapat diterima oleh pelanggan kita, ada kalanya mereka masih merasa tidak puas atas apa yang sudah mereka terima. Tanyakan keberatan-keberatan mereka dan bila kita adalah pengambil keputusan, segera beri suatu tindakan untuk menjawab keberatan itu. Bila kita bukan pengambil keputusan, catat keberatan mereka – nama dan alamat mereka, segera ajukan kepada atasan untuk menindaklanjuti
Tanyakan Namanya dan sebutkan
Saat pelanggan datang, segera cari tahu namanya. Sebutkan nama itu dengan tulus saat berhubungan dengan mereka, mereka akan mendapatkan kesan yang luar biasa. Ingat, seseorang akan bangga bila namanya disebut saat berkomunikasi dengan orang lain. Bila memungkinkan kita perlu juga mendapatkan informasi detail tentang mereka, misalnya pekerjaan, keluarga, alamat, tanggal lahir, agama/kepercayaan dan kesenangan mereka. Pada momen-momen tertentu yang berkenaan dengan informasi tersebut dan kita memberikan ucapan sederhana, mereka akan terkesan dan merasa mendapatkan penghargaan tertinggi. Memberikan pelayanan kepada orang lain memerlukan sebuah keyakinan, semangat, kegembiraan, kejujuran dan ketulusan untuk menghasilkan sesuatu yang positif.

Give the best services for everyone and be a honorable person

Tulisan di www.andriewongso.com

Jumat, 28-November-2008; 08:40:05 WIB

Landasan Beraktifitas

Oleh : Eka Budhi Sulistyo
Selama 24 jam keseharian kita ... tujuh hari seminggunya ... 30,5 hari sebulannya ... 12 bulan selama setahunnya ... dan dalam seluruh detik hikmah kehidupan ini ... kita selaku melaksanakan aktifitas. Pelaksanaan aktifitas yang kita laksanakan tentunya akan melahirkan banyak hal yang mendasarinya. Kadang kita terjebak pada aktifitas yang menurut kita sangat tidak mengenakkan atau mungkin kita berada pada satu momentum aktifitas yang mengasyikkan sehingga kita sangat menikmatinya.
Moral. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Nurudin, 2001) moral berarti ajaran baik-buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak, budi pekerti, susila. Sedangkan bermoral adalah mempunyai pertimbangan baik buruk, berakhlak baik. Artinya moral yang harus menjadi alas an dasar kita untuk melaksanakan setiap aktifitas. Demi keluarga (orang tua, istri, anak dan keluarga besar), kebahagiaan diri dan orang yang kita cintai, kemajuan perusahaan, kesejahteraan lingkungan rumah serta demi hal-hal yang akan membawa seuatu menjadi lebih baik adalah landasan moral beraktifitas yang paling tepat. Selanjutnya akan timbul tuntukan etika sebagai pengiring konsekuensi moral dalam beraktifitas.
Menurut Ahmad Amin, "etika adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dicapai oleh manusia dalam perbuatan mereka, dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia". Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standard yang akan mengatur pergaulan manusia didalam kelompok sosialnya. Bila aktifitas kita lakukan dengan landasan moral yang baik dan penuh etika, maka suasana bisnis akan sangat terasa menyenangkan, tidak ada korupsi, main kayu, sikut sana sikut sini dan perilaku yang merugikan orang lain.
Kerja Keras. Tiada aktifitas yang berhasil dilaksanakan tanpa kerja keras. Kerja keras artinya kita melakukan aktifitas dengan sepenuh hati, tidak setengah setengah, gembira, berfikiran positif dan tidak selalu berfikiran bahwa "sepintar saya, tidak akan lebih pintar dari kita semua" sebuah kerjasama yang mengiringi kerja keras. Aura yang ditimbulkan atas kerja keras yang positif akan melahirkan hasil yang akan mendekati idealnya sebuah aktifitas.
Jujur. Jujur pada diri, keluarga, orang-orang yang kita cintai, negara dan bangsa adalah salah satu faktor dalam diri yang mutlak kita miliki. Jujur artinya sebuah keyakinan bahwa aktifitas yang kita laksanakan tergantung pada kesungguhan kita dalam melakukan aktifitas tanpa harus diawasi, diperhatikan, dipelototi atau mengharapkan teguran bahkan pujian dalam beraktifitas.
Bertanggungjawab. Setiap aktifitas akan melelui sebuah pola yang bernama proses. Dalam proses pelaksanaan aktifitas, terdapat tahapan-tahapan aktifitas yang dilalui sampai mencapai hasil akhir berupa tujuan aktifitas. Landasan moral, kerjakeras yang kita lakukan dan kejujuran yang membungkus aktifitas harus dapat dipertanggungjawabkan. Kita harus siap memberi argumentasi, dasar pemikiran, tahapan proses yang perlu dikuasai dan siap menerima konsekuensi baik atau buruk atas aktifitas yang kita laksanakan.Keempat landasan diatas yang melandasi aktifitas kita akan memberi hasil terbaik dan menjadikan aktifitas yang kita laksanakan membuahkan kegembiraan, kenyamanan, kebahagiaan, kegunaan yang besar untuk diri sendiri dan orang lain serta mempengaruhi aura diri kita untuk terus melakukan sesuatu yang mebih baik dimasa yang akan datang.

Tulisan di www.andriewongso.com

Jumat, 31-Oktober-2008; 09:31:48 WIB

Potensi Yang Besar Itu Adalah …. Diri Kita

Oleh : Eka Budhi Sulistyo

Sering kali kita, tentunya juga saya sendiri, dalam menjalani kehidupan ini berada pada suatu noktah terendah dalam kehidupan yang membuat kita menghakimi diri dan memvonis sebuah nasib buruk yang selalu berpihak pada kita … sesuatu yang indah seakan menjauh … segala yang membahagiakan seakan meninggalkan kita … hal-hal yang menggembirakan tak lagi menghampiri. Suasana hati kita menjadi gelap .. jiwa kita terpadamkan dan kita memasuki sebuah labirin yang menyesatkan.Ada satu hal yang sebenarnya mampu membangkitkan diri kita dari keterpurukan, ketidakberdayaan, kehilangan semangat hidup dan segala sesuatu yang menyesakkan.
Coba kita kembalikan kepada diri sendiri, siapa kita sebenarnya … kita adalah makhluk ciptaan Yang Maha Mencipta … dan paling sempurna.Kita adalah mukzijat terindah dimuka bumi ini …Kita adalah pemenang … ingatlah, 400.000.000 sel sperma ayah kita menyerbu sel telur ibunda dalam rahim … satu yang berhasil membuahinya dan berkembang dalam rahim (bila Dia berkehendak, boleh jadi lebih dari satu yang berhasil membuahi sel telur ibunda) … ialah diri kita.
9 bulan 10 hari kita berkembang, mendapat makanan dari ibunda melalui suatu proses rumit yang sangat fantastik … sehingga terlahirlah kita yang langsung mengagetkan dunia dengan tangisan yang memekik, sementara keluarga kita tersenyum menyambut kehadiran kita.
Luar biasa bukan ??100.000.000 alat penglihatan terpasang dikedua bola mata kita, membuat kita bisa menikmati keindahan alam lengkap dengan seluruh perhiasannya24.000 serat pendengaran tertata dalam ruang dengar kita, membuat kita dapat mendengar desau daun yang terhalau angin dan mendengar harmoni nada yang mengalun menyejukkanKita dapat melakukan gerakan apapun dengan bantuan 500 otot, 200 tulang yang menyusun rangka tubuh dan 710,5 km urat syaraf yang bersinergi cantikJantung kita tiada henti berdetak, memompa 2.700.000 liter darah setiap tahun melalui lebih dari 90.000 km vena-arteri dan pembuluh darah.
Sungguh mesin pompa yang tiada duanya !!
Sebagai makhluk dengan pemikiran luar biasa, kita dikaruniani sekitar 3 pound otak yang mendenyutkan 21 milyar sel syaraf, sama jumlahnya dengan 3 kalilipat jiwa manusia yang pernah hidup diplanet bumi iniOtak yang sedemikian dahsyat masih dibantu dengan 4.000.000 sel syaraf yang membantu kita merasakan nyeri, 200.000 detektor sentuhan dan lebih dari 200.000 detektor suhuBetapa luar biasanya tubuh kita … dan itu kita rasakan saat ini … tetapi mungkin kita tak pernah menyadari.Ada lagi yang luar biasa. Pernah kita mengetahui lukisan sang maestro Pablo Picasso? … indah, menakjubkan dan bernilai tinggi.
Mengapa hal itu bisa terjadi??? Karena sang pembuat adalah seorang yang dianggap pakar, dianggap ahli dan jumlahnya hanya sedikit. Diri kita??? Diciptaan oleh Sang Maha Pakar … diciptakan dengan perhitungan yang sangat akurat – presisi – lengkap … dan dari 7.000.000.000 manusia dimuka bumi ini … tiada seorangpun yang sama persis !!!
Apa yang bisa kita petik dari hal diatas … kita adalah terbaik – pemenang – champion … tak ada alasan buat kita untuk berhenti berjuang … berhenti memahat pualam hikmah kehidupan … menatah prasasti tentang keberadaan diri kita didunia.
Terus berkarya .. menancapkan jati diri dan menjadi DIRI SENDIRI … yang penuh karakter, karena kita berisi hal-hal yang unik.
Terus berjuang … menjadi yang luar biasa !!!

Inspired by Mr. Suharto – Solo

26 Desember, 2008

ekabees hadir di wordpress

ekabees di tahun 2009, mempersembahkan segmentasi khusus dunia pertanian di www.ekabees.wordpress.com

pencerahan sangat diharapkan untuk kemajuan dunia pertanian

24 Desember, 2008

Tahun Baru 1430 H - 2009 M




didinding kantor – kamar – ruang makan – dapur – lobby hotel – ruang direktur sampai ruang karyawan borong – laptop – agenda – organizer ….
Lembar demi lembar bendel kertas berisikan angka” tersobek tiap hari …
Kotak” yang melingkupi angka” tercoret tiap hari …
Guratan di tembok, bagai turus” yang tercatat saat matahari terbit esok harinya …
Perubahan angka” itu adalah guratan hikmah yang selalu dan selalu terjadi dalam kehidupan … entah baik, buruk, senang, sedih, gembira, menangis, tertawa, tersedan, cinta, benci, rindu, sayang, penolakan, penerimaan, sakit, sehat, jalan, jatuh, berlalri, tidur, mimpi indah, mimpi buruk, naik gaji, turun gaji, promosi, dipecat, diterima bekerja, klien baru, klien lama menghilang, hutang menumpuk, bonus berlipat, kelahiran, kematian, pagi, siang, malam, hujan, kemarau … dan seluruh fenomena yang terjadi pada diri kita masing”

Sudahkah kita renungkah hari” yang telah melewati diri kita?
Sudahkah kita menghitung hal” terbaik yang sudah kita lakukan?
Sudahkah kita menyalahkan diri akas kebodohan yang sudahh kita goreskan?
Sudahkan kita pandangi orang” yang kita sakiti hatinya selama satu tahun berlalu? Dan kita minta maaf pada mereka?
Sudahkah kita gores dalam hall of fame, orang” yang berharga dalam kehidupan kita? Dan kita terus berikan apresiasi pada mereka?
Sudahkan kita menata diri, meracik hati, membumbu jiwa untuk menghadirkan masakan kehidupan pada orang” yang kita cintai?
Sudahkah kita tekankan pada seluruh organ kita untuk berkonspirasi bersama, menghadirkan sejuta makna bagi kehidupan mendatang?
Sudahkah kita tuliskan ribuan rencana – strategi – alasan untuk bisa berbuat baik bagi orang lain?

Bila sudah, kita baca berulang kali, untuk memantapkan diri …
Bila belum, marilah kita coba ambil pena … guratkan dalam kertas dijiwa … kita persembahkan sebuah mahakarya kita ditahun baru ini dengan hal” yang menakjubkan .. mengharubirukan … membuat taburan nilai dalam kehidupan

Hal ini adalah biasa … sangat biasa … wajar bila tahun berganti – kalender baru terpampang – agenda baru … selalu setiap pergantian baru. Malam menjelang pergantian tahun berpesta sampai pagi, esoknya bangun siang (lupa shubuh), atau merenung sendiri – make a wish …. Naik gunung, merayakan dipuncak gunung – sambil makan mie rebus dan cokelat hangat (jangan lupa, sampah dibawa turun … biar tidak kotor gunung kita) …

Biasa ??? apakah harus biasa?? Apakah harus selalu seperti itu setiap akhir tahun dan awal tahun??
Harusnya tidak !! … harus ada yang berbeda …
Hari ini sama dengan hari kemarin? … sebuah kemunduran
Hari ini lebih buruk dari hari kemarin? … sebuah bencana
Hari ini lebih baik dari hari kemarin? .. sudah sewajarnya
Satu minggu kemuka lebih baik dari satu minggu belakang? … sangat baik
Satu bulan kemuka lebih baik dari satu bulan belakang? … luar biasa
Satu tahun kemuka lebih baik dari satu tahun belakang? … amazing
Satu kehidupan kemuka lebih baik dari satu kehidupan belakang? … wonderful

Memang, harapan dan keinginan kita menuju kesana ….
Perubahan, berubah, berganti, pindah sisi, menuju ke- … sesuatu yang lebih baik

Pergantian tahun yang sudah sama” kita lewati selama kehidupan kita … selalu dan selalu terjadi .. perubahan yang ada haruslah lebih baik, bukan sekedar hanya bertambah umur, berganti kalender, berganti organizer, berganti cat rumah …

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1430 H dan TAHUN 2009 … menjadi lebih baik … adalah KEHARUSAN, temans

18 Desember, 2008

Ibu



IBU .. MAMA .. EMAK .. MAMAK .. UMI .. BIYUNG .. MAMI .. SIMBOK .. BUNDA .. dan beberapa sebutan lain yang melekat pada sesosok manusia agung yang telah berjuang memelihara kita selama Sembilan bulan sepuluh hari … dengan penuh sayang, merawat, melantunkan nada” syahdu melalui aliran darah dan nafas untuk kita yang terbungkus rapi dalam suatu jaringan lembut tetapi kuat diperutnya, memberi kita aliran nutrisi melalui placenta dan berada dalam batas dunia hidup – mati saat memperjuangkan kita agar kita dapat menghirup wanginya atmosfer dunia …
Setelah kita lahir, aliran makanan terbaik didunia dialirkan melalui kerongkongan kita, tangan lembutnya mengusap seluruh tubuh kita –seakan tidak ingin ada sesuatu yang menganggu kita, dekapan lembutnya menghangatkan kita, sangat mengerti akan ‘kekurangajaran’ kita yang menangis tidak kenal waktu – sementara sosok itu akan terjaga dan menimang kita tanpa kenal waktu pula … betapa sabarnya sosok itu mengganti popok kita yang basah oleh ompol dan kotoran kita … betapa sabarnya sosok itu membimbing kita merayapi waktu demi waktu perkembangan kita … betapa tidak kenal lelahnya sosok itu memberi pelajaran” yang luar biasa … betapa konsistennya sosok itu menasehati kita yang selalu berbuat salah dan selalu berulang kali kembali berbuat salah … betapa sosok itu setia menunggu ayah kembali dari aktifitas harian, kita pulang dari sekolah, menyiapkan makan … betapa setianya sosok itu menunggui saat kita sakit .. saat kita memerlukan kasih sayang …
Tidak ada nota yang ditagihnya …
Tidak ada pamrih yang dimintanya …
Tidak ada bayaran yang diharapkan …
Tidak ada kasih sayang yang akan putus …
Tidak ada kelelahan terbayang diwajahnya …
Tidak ada kebosanan membimbing kita terlukis dimatanya …
Pandanglah sosok itu … perhatikan kerut” diwajahnya … kerut yang menyiratkan goresan hikmah perjuangan … memperjuangkan kita
Perhatikan bibirnya … dari sana terucap do’a untuk kita … terucap nasihat terbaik untuk kita … terucap pengharapan untuk kita …
Perhatikan nada suaranya … selalu rendah .. mengalun merdu … menyanyikan kidung cinta dan kasih sayang … melantunkan syair kehidupan yang menuntun langkah kita …



Teman …
Marilah kita kembali ke masa lalu yang masih kita ingat …
Tengoklah kenakalan dan kebadungan kita yang menyusahkan sosok itu …
Dengarkan kembali hardikan dan kata” keras kita pada sosok itu …
Coba susunlah kembali bantahan” kita pada perintahnya yang sarat dengan kebajikan …
Hitunglah kemuliaan yang telah diberikan untuk kita …
Bandingkan dengan apa yang sudah kita berikan kepada sosok itu …
Bandingkan dengan kata” manis yang sudah kita suarakan untuk sosok itu …
Bandingkan dengan materi yang sudah kita berikan pada sosok itu …

TIADA BANDINGANNYA KAWAN …

Sosok itu adalah pendamping ayah kita …
Sosok itu adalah wanita agung yang ada di kolong jagat ini ..
Sosok itu adalah manusia yang PERTAMA – KEDUA – KETIGA, yang harus kita hormati .. baru ayah kita
Sosok itu adalah empunya surga di telapak kakinya …
Sosok itu menginspirasi Iwan Fals, Melly Gouslow, Koes Plus, ADA Band, The Beatles … melantunkan lirik dan syair
Sosok itu adalah … IBU .. MAMA .. EMAK .. MAMAK .. UMI .. BIYUNG .. MAMI .. SIMBOK .. BUNDA ..
Sosok yang harus kita dekati, kita hormati, kita manjakan, kita sanjung, kita beri dengan suara halus, kita cintai dan selalu kita do’akan
Mohon Maaf Ibu … atas kesalahan – kekasaran – kekurangajaran – kenakalan – kebadungan – ketidaksopananku …
Terimakasih … engkau tak bosan mendampingi kami …

Bantargadung, 18 Desember 2008 ... menjelang hari Ibu 22 Desember 2008

Mengenai Saya

Foto saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA