25 Januari, 2010

MULAILAH DENGAN SENYUM


MULAILAH DENGAN SENYUM …..

Tersenyum … bayangan kita tergambar sebagai sebuah aktifitas bibir yang masing ujungnya ditarik mulus ketas oleh otot pipi sehingga muka terlihat menyenangkan dan lawan bicara akan merasa ikut hanyut dengan atmosfer senangnya. Berbeda dengan senyum sinis, nilai tarikan otot pipi dilakukan terpaksa dan terkesan tidak menunjukkan wajah senang. Saat kita berada pada suatu dimensi ruang dengan lawan bicara dengan senyum tulus yang kita lemparkan, maka secara otomatis balasan senyum akan kembali kepada kita ditambah dengan suasana lahir dan bathin yang menyenangkan dan ceria.
Memulai sesuatu dengan senyum tentunya satu hal yang akan memberikan satu nilai keajaiban bagi kita dan akan membuat suatu kolaborasi seluruh isi mayapada untuk mendukung apapun yang kita lakukan dan bantuan dari kolega, teman ataupun musuh sekalipun akan berdatangan secara otomatis.
Senyum yang sampai saat ini belum diperjualbelikan boleh jadi merupakan salah satu komoditas kemanusiaan yang perlu dilestarikan dan dikembangkan dalam seluruh sudut kemanusiaan yang berkaitan dengan hubungan antar manusia. Senyum yang tuluspun dapat pula menjadi sebuah penggerak sebuah fenomena kemanusiaan seperti yang pernah saya baca dari milis di internet tentang sebuah cerita dari seorang teman di Jerman tentang senyum yang mampu menggerakkan sebuah nilai kemanusiaan bagi dua orang tunawisma yang dekil, berbau, dengan segala keterbatasan dan ingin menghangatkan diri disebuah rumah makan cepat saji. Nilai kemanusiaan yang membuat sebagian besar konsumen di rumah makan cepat saji merasa tergerak dan trenyuh karena melihat sebuah nilai dari senyum yang berasal dari hati. Senyum dari hati, sebuah ungkapan yang luar biasa … sebuah nilai senyum yang sangat memberi dampak dahsyat, karena senyum dari hati bukan hanya melahirkan ketulusan, tetapi juga mampu bercerita tentang nilai-nilai kemanusiaan, persahabatan, kesenangan sampai pada sebuah nilai tentang kemarahan.
Beberapa manfaat senyum yang juga saya dapatkan dari milis internet, yaitu :
Senyum membuat Anda lebih menarik.
Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yang selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman.
Senyum mengubah perasaan
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.
Senyum menular
Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia
Senyum menghilangkan stres
Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.
Senyum meningkatkan imunitas.
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.
Senyum menurunkan tekanan darah
Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.
Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin
Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin,pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit.
Senyum membuat awet muda
Senyuman menggerakkan banyak otot. Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan byk tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.
Senyum membuat Anda kelihatan sukses
Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.
Senyum membuat orang berpikir positif.
Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal "hidup adalah baik". Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah
Tersenyum sudah pasti akan terus menjadi komoditas yang terbukti ampuh untuk menyemangati penjuangan hubungan antar manusia yang kita lakukan dan tentunya akan membuat kita semakin sering tersenyum dan saat kita dilihat orang lain sedang tersenyum sendiri, tentunya kita tidak sedang bermasalah, tetapi kita sedang tersenyum karena pembicaraan yang luar biasa menyenangkan dengan hati kita.

keep on istiqomah untuk tersenyum dari hati dengan tulus

17 Januari, 2010

SERBA SERBI HATI (Sequel Kelima) - Bersahabat dengan Hati

SERBA SERBI HATI (Sequel Kelima)

Saat kita membaca tentang hati, ingatan kita pasti tertuju pada seonggok organ tubuh yang berwarna merah kecoklatan (akhirnya timbul satu warna baru : merah hati) dengan fungsi yang sangat vital, sebagai penyaring darah. karena berfungsi sebagai penyaring, sering kita ibaratkan hati itu sebagai sepasang ‘mata’ hidup seorang manusia.
“Kata Hati”, misalnya. Orang sering artikan sebagai sebuah pekataan milik jiwa yan paling bersih dan paling suci. Kata hati terkadang kita dijadikan sebagai penentu keputusan. Berbicara tentang hati, tentunya kita akan kaitkan dengan ‘Kalbu atau Nurani’. Kalbu atau Nurani diibaratkan sebagai bagian tubuh yang paling bersih dan suci, berkaitan dengan pusat kotrol seluruh aktifitas lahiriah dan bathiniah. Selanjutnya kita leburkan saja hal-hal yang berkaitan dengan kalbu atau nurani dengan satu kata “HATI”
Serba serbi tentang hati ini cukup bagus kita ulas untuk saling mencerahkan dan memahami tentang hati kita.


Sequel Kelima
Bersahabat dengan Hati

“Jadilah Dirimu Sendiri” … ungkapan yang sering kita dengar dan sering kita sampaikan pada banyak orang terkait dengan aktifitas kehidupan kita. Ungkapan itu selalu berdengung dan terkadang menjadi klise karena ternyata kita masih ingin seperti orang lain yang berbeda dengan sifat dasar kita. Adalah tidak mungkin bagi kita yang memiliki sifat kurang telaten masih mengatakan bahwa keinginan menjadi peneliti di sebuah laboratorium yang berkutat dengan reagent dan peralatan ringkih. Juga adalah suatu hal yang sulit diterima bila kita masih memiliki keinginan menjadi guru taman kanan-kanan, sementara kita memiliki temperamen dasar yang masih cukup emosional. Tentunya bukan berarti bahwa kita tidak bisa belajar telaten atau belajar menjadi sabar, pastinya setelah kita benar-benar mampu telaten atau mampu menjadi manusia yang sabar untuk selamanya, menjadi peneliti atau guru taman kanak-kanak menjadi hal yang sangat mungkin. Meskipun, secara sadar … melakukan profesi tersebut menjadi tidak menarik karena harus melakukan perubahan yang sangat frontal.
Paling tidak, profesi bagi kita yang tidak telaten atau temperamental adalah profesi di lapangan dengan melakukan modifikasi kecil akan ketidaktelatenan dan temperamental kita. Yang jelas, kalaupun ada perubahan, tetap harus ada nilai yang terlebih dahulu dikedepankan … Persahabatan dengan Hati.
Melakukan persahabatan dengan hati boleh jadi adalah hal yang terpenting dalam kehidupan kita, karena akan banyak perjanjian-perjanjian, prasyarat dan syarat, serta hal-hal idealis yang perlu dibicarakan, seperti :

Egoisme
satu nilai dasar manusia yang terus menggentayangi perjalan kehidupan, baik kehidupan sendiri maupun bersama dengan keluarga maupun dengan kelompok maupun kehidupan bermasyarakat. kepentingan diri sendiri boleh jadi adalah hal-hal yang mengendalikan sikap – perkataan – perbuatan kita. kadarnya berbeda-beda tergantung keinginan diri dalam menilai kehidupan. ada diantara kita yang sangat pelit sekali dalam meluangkan waktu-tenaga-pikiran-materi untuk orang lain karena secara tidak langsung berpengaruh pada kehidupan atau memang karena nilai diri yang materialistis. atau diantara kita yang masih mau berbagi sedikit atau yang ingin berbagi banyak, karena berfikiran bahwa kita hidup didunia ini untuk orang lain sehingga kita menjadi manusia yang sampai tidak memikirkan diri sendiri

Pengorbanan
banyak model pengorbanan yang mungkin kita lakukan, mulai dari pengorbanan materi, pengorbanan waktu, pengorbanan tenaga sampai pengorbanan kenikmatan dan pengorbanan melalui do’a. pada prinsipnya, pengorbanan adalah sebuah tuntutan dari pengaturan egoisme kita. setiap ego diri yang kita atur, maka konsekuensinya adalah pengorbana. besar kecilnya relatif, tergantung pada bagaimana kita mampu merayu hati yang mengatur ego diri

Kedua hal diatas, boleh jadi merupakan syarat dalam usaha kita bersahabat dengan hati. Tentunya setiap syarat yang kita laksanakan akan melahirkan keluaran, seperti konsep Aksi – Reaksi.

pribadi yang menarik
kemampuan kita dalam mengatur ego dan bersedia melakukan pengorbanan akan membuat kita menjadi pribadi yang menarik, membuat kita sangat disukai banyak orang dan membuat kita dapat diterima oleh komunitas kita

kemudahan-kemudahan dalam kehidupan
setelah menjadi pribadi yang menarik, penilaian komunitas pada diri kita juga akan berubah positif dan melalui persahabatan hati yang baik, maka seluruh isi dunia ini akan berkolaborasi untuk memberi kemudahan-kemudahan dalam kehidupan kita

kebahagiaan
mencapai nilai akhir kehidupan adalah mendapatkan kebahagiaan lahir dan bathin. kebahagiaan yang menjadi capaian kita merupakan satu keadaan dimana kedamaian hati yang kita terima, kecukupan lahir yang kita rasakan dapat dipadukan untuk disebarkan pada manusia-manusia yang lain yang kita cintai, yang bersentuhan dengan kita dan berhubungan dengan kita

keep on istiqomah untuk selalu bersahabat dengan hati

16 Januari, 2010

Satu karena Beda

Satu karena Beda

gemerecap kata meluncur berkelanjutan …
bersahutan kecap menyilang silang …
mengalirnya kata bertaut kalimat …
menyatukan perbedaan adalah tujuan

kadang emosi diri ternyatakan …
menyusup ditengah-tengah kesehatan akal …
melupakan tata tertata …
karena kuasa ego meluluhlantakkan segalanya

galibnya tautan diri …
berdasar pada nilai-nilai dan tata silaturahmi …
mengkedepankan kesatuan yang mendamaikan …
mendamaikan jiwa menuju kebahagiaan

sebuah perbedaan kata terjadi berulang …
sebuah perbedaan pengertian terjadi setiap saat …
mencari titik tengah adalah keharusan …
menggiring sepakat menuju satu kata

menyadari berbeda adalah anugrah …
menyadari diskusi adalah sarana …
mengesampingkan ego diri …
menyungging senyum sesame

keindahan perbedaan …
keberkahan perdebatan …
kenikmatan penyatuan persepsi …
segalanya akan terasa indah pada saat kelegawaan diri ternyatakan

mengalahkan tidak merendahkan …
terkalahkan tidak menjadi pecundang …
karena kelebihan adalah anugrah …
karena kekurangan adalah hikmah

11 Januari, 2010

Tukang Parkir Pesawat





Cerita tentang Akar Ulin




cerita tentang sejumput alang-alang ...




cerita tentang sejumput alang-alang ...

akarnya merantai tepat digaris tanah, mengajarkan pada kita arti tentang PERSAHABATAN
saat panas berkepanjangan dan kekeringan melanda, dia selalu mampu bertanahn dan berkembang biak, mengajarkan pada kita arti tentang SURVIVE
bunganya beterbangan meniti angin, mengajarkan pada kita arti tentang SOSIALISASI

Pesawat





08 Desember, 2009

“Ya Tuhan, Yang Maha Kuasa … berilah kekuatan kepada hambaMu untuk dapat menjalankan perintahMu dan menjauhi semua laranganMu”

kalimat sakti yang sering kita perdengarkan saat kita berdo’a atau saat kita sedang berserah diri padaNya. tanpa sadar, karena sudah menjadi kebiasaan, maka kalimat itu menjadi sebuah budaya yang selalu terbiasa diucapkan.

andaikan kita sebagai manusia beriman yang ingin beribadah dibumiNya, tentunya kalimat itu menjadi pegangan dalam kehidupan kita. seperti kehidupan kita yang memiliki aturan main, larangan – anjuran – himbauan yang sering kita temui.

kembali, kita sering melanggar dan selalu penuh toleransi.

apakah kita masih :
1. kadang menerobos lampu pengatur lalu lintas yang menyala merah?
2. menerobos bahu jalan di jalan bebas hambatan?
3. menggunakan/mengaktifkan telpon seluler saat berada di dalam pesawat terbang?
4. memilih member tips kepada oknum petugas lalulintas yang menangkap kita karena kita melanggar rambu lalulintas?
5. membuang sampah di jalan raya saat kita mengendarai kendaraan?
6. berkecepatan tinggi di jalan raya?
7. merokok pada daerah “dilarang merokok”?
8. menggunakan jasa calo?
9. menerobos antrian?

bila kita masih melalukan hal” kecil itu, adalah sangat disayangkan bila kita selalu mengucapkan kalimat sakti diatas tetapi tingkah laku perbuatan kita masih bertolakbelakang.

tentunya semua penegakan aturan/hukum berawal dari hal terkecil … dan sudah saatnya bagi kita untuk memulai langkah kecil … ingat, sebuah bangunan gedung berawal dari sebongkah batu yang menjadi pondasinya, seribu langkah kemuka berawal dari satu langkah pertama.

keep on istiqomah mentaati aturan …

REBUTAN …. sentilan sebuah fenomena

REBUTAN …. sentilan sebuah fenomena

Berita tentang sesuatu, baik itu barang – uang – jasa – jabatan – kuasa – berahi selalu menjadi sebuah hal yang saat ini dianggap biasa untuk diperebutkan. Penguasaan kita akan hal” itu dikarenakan kesemuanya akan menampilkan sensasi kenikmatan, kenyamanan, kesenangan, kepuasan dan keindahan yang luar biasa.

Gengsi, pamor, kekayaan dan kewenangan adalah tujuan yang akan diraih dari semua itu. Sebagai manusia, kita diberi rahmat yang bernama NAFSU, suatu hasrat, keinginan, kemauan yang merajai setiap sisi waktu perjalanan kehidupan.

NAFSU ini terkadang mampu merajai setiap sudut hati manusia dimuka bumi dan mengesankan bahwa ketamakan, keserakahan, keinginan menguasai adalah wujud asli NAFSU belaka. Akhirnya, menginjak kepala teman, menjilat atasan, kolusi, korupsi, nepotisme, kongkalikong, mafianisme, permakelaran dan penyikutan menjadi alat untuk mengamankan NAFSU kita. Saat kejadian itu, tiada saudara, tiada teman, tiada kolega, tiada lawan dan tiada anggapan persahabatan lagi … yang ada hanya satu : MERAIH KEMENANGAN, MENGAMANKAN NAFSU dan MEMUASKAN KESERAKAHAN DIRI

Tengok fenomena Pilkada atau Pileg, semuanya berusaha meraih simpati masyarakat, bukan untuk rakyat semata, ternyata – sebagian dari anggota legislatif benar” ingin menjadi anggota dewan untuk menempatkan NAFSU diatas singgasana kehidupannya, sangat sedikit anggota dewan yang benar” mengabdikan diri.

Yang terbaru, tengok suasana pembagian hewan qurban yang semata” diperuntukkan bagi kaum dhuafa. Esensi qurban sebagai media berbagi kasih, berbagi perhatian dan berbagi rejeki untuk merasakan sebuah kenikmatan dan membersihkan harta dijadikan sebagai ajang meluapkan nafsu.
Bagi manusia yang berqurban, sebagian mengkedepankan riya’ … bukan syiar, seperti yang semestinya dilakukan. Sebaiknya para manusia yang berqurban, mengatasnamakan nazar berqurban demi membersihkan harga dan berbagi kasih dengan kaum dhuafa, bukannya demi gengsi dan kebanggaan tentang kemampuannya berqurban. Padahal belum semua umat muslim di seantero jagat ini mengetahui nisabnya qurban, kebanyakan masih merasa bahwa berqurban hanya bagi yang mampu, sementara setiap bulan membeli steak atau makanan berlebih dengan harga Rp. 100.000/bulan saja mampu … andaikan Rp. 100.000/bulan x 12 bulan = Rp. 1.200.000, seekor kambing atau domba yang gemuk dan sehat atau bertujuh bergabung, akan mampu membeli seekor sapi dengan harga Rp. 8.400.000 … waoooooooo
Bagi kaum dhuafa penerima qurban, sebuah pernyataan tentang kenistaan dilakukan. Kebanggaan menerima kupon dan keharus berebut kantung plastik dengan seonggok daging rela dilakukan, mengantri sejak pagi lalu merangsek masuk saat waktunya pembagian daging dan tidak lagi peduli dengan tetangga atau saudara, berdesak”an, terinjak”, terhimpit, meratap, berteriak, menagis, meraung” adalah sebuah pemandangan biasa yang masih sedikit mampu diatasi.

Fenomena diatas berujung pada satu hal, MENGUMBAR HAWA NAFSU …

Apabila kita menarik kembali contoh suri tauladan yang dikedepankan oleh pada anbiyaa, tentunya kita akan dengan bangga melakukan hal” ini :

Elegan dalam menyatakan diri untuk memegang amanah rakyat. Pernyataan kesediaan memegang amanah rakyat dilakukan dengan tindakan nyata melalui langkah” dan upaya nyata untuk berbuat demi rakyat. Setelah terpilih, dengan seluruh keikhlasan dan ketulusan hati, bersemangat menerima amanah dan melaksanakan tugas demi kemakmuran bangsa-negara untuk mensejahterakan rakyat

Mengendalikan diri dari keinginan menguasai harta, memperkaya diri sendiri, mengambil hak orang lain atau menghilangkan karakter orang lain, merupakan langkah strategis sebagai wujud tanggungjawab sebagai sesama manusia. mengendalikan hawa nafsu seperti yang dilakukan umat muslim beriman pada setiap Ramadhan merupakan latihan mengendalikan diri dan merangsang pembentukan pribadi tangguh

Tangan kanan memberi tangan kiri tidak tahu, merupakan sebuah wujud kerendahan hati. Konsep kerendahan hati akan meninggikan derajat kita dimata Yang Maha Kuasa, kita tidak perlu menjadi terkenal atau bergengsi saat orang lain tahu kita memberi … cukup hati kita berniat, tangan melakukan dan Tuhan yang kita informasikan

Melayani orang lain dengan sepenuh hati
. Pembagian rejeki dengan cara kita haturkan secara langsung kepada penerima merupakan sebuah cara elegan yang saling eninggikan derajat. Apabila kaum dhuafa menerima langsung pemberian kasih di muka pintu mereka, akan menimbulkan kesan mendalam tentang sebuah keikhlasan. Teknisnya kita balik, biasanya panitia berkeliling mengantarkan kupon pengambilan daging qurban, sekarang … panitia tidak perlu mengantarkan kupon, tetapi mendata dhuafa yang memenuhi syarat sebagai penerima daging qurban. Saat data sudah diterima, segera dipersiapkan dan dilakukan penghantaran daging langsung door to door. Efeknya, sebuah rasa penghargaan yang mengharukan manakala kaum dhuafa merasa terlayani dan dihargai, sebuah tebaran kasih yang sangat membanggakan

keep on istiqomah untuk mengendalikan diri, mengekang NAFSU, melayani hati, berbagi kasih dan menghargai ….

28 November, 2009

kabari di TV .... masih saja injek"an saat pembagian daging qurban. malah ada calo daging segala ... andaikan pembagian daging qurban dilakukan dengan elegan, para penerima didata dan seluruh daging diantarkan, betapa penghargaan terhadap kaum dhuafa benar" nyata ...

15 November, 2009

another view





Wet Day

udah mulai masuk musim hujan neh ... semoga aja bisa aman dan lancar aktifitas dan kesuburan lahan bisa didapat ... berkahMu tiada tara

10 November, 2009

tantangan itu bernama . PERTIKAIAN

dalam kehidupan manusia yang merupakan makhluk sosial, alat yang digunakan untuk melakukan hubungan itu adalah Komunikasi. komunikasi dibentuk dengan berbagai cara, baik dengan bahasa lisan, bahasa tubuh dan juga bahasa hati

interaksi yang terjadi antar personal, personal dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok bukan hanya merupakan bahasa formalitas belaka, tetapi harus dilingkupi dengan atmosfer hati yang kental dan penuh penjiwaan. bila hanya komunikasi sekedarnya, maka interaksi yang terbentuk hanya sebuah basa basi dan akan sangat sulit mencapai kesempurnaan dalam mencapai tujuan

mengiringi kesamaan bahasa lisan dan tubuh, keselarasan hati dan jiwa dalam melakukan komunikasi untuk mencapai tujuan yang diidam-idamkan dengan status : Terbaik

terkadang, kita mengalami kegagalan berkomunikasi sehingga terjadi ketidakharmonisan dalam mencapai tujuan, yang berakhir pada renggangnya hubungan, ketidak harmonisan serta pertikaian yang berkepanjangan dan penuh perasaan marah dan dendam.

hal ini dikarenakan beberapa hal :

ketidakikhlasan

dalam melakukan komunikasi untuk mencapai tujuan, keilkhasan dalam melakukan kerjasama adalah hal yang mutlak diperlukan. komunikasi yang didasari dengan keikhlasan akan melahirkan pemikiran" berilian, masukan" yang cerdas karena masing" berfikir tentang tujuan bersama. keikhlasan hati dalam mencapai tujuan akan meminimalkan pertikaian yang terjadi

egoisme
melakukan 'penyelamatan' diri sendiri adalah fitrah manusia. mendahulukan kepentingan mereka menunjukkan betapa manusia masih diliputi dengan rasa mementingkan diri sendiri. kepentingan diri sendiri/kelompok akan lebih didahulukan dan itu adalah galibnya manusia. tentunya hal itu adalah sesuatu yang sangat wajar, hanya saja dengan satu komitmen bahwa kepentingan bersama adalah lebih prnting, maka kita harus mengendalikan rasa egoisme itu. pengendalian rasa egois akan memeudahkan komunikasi dan hubungan kita sehingga pertikaian dapat dihindari dan tujuan bersama akan lebih mudah tercapai bisa dibilang, kita harus "sadar diri" sehingga kita mampu 'mikul duwur, mendhem jero'

berlapang dada
mengakui kekeliruan, menyadari kesalahan dan bertujuan meminimalkan bentrokan adalah wujud kelapangan dada kita. lapang dada akan memperbaiki hubungan dan membuat kita menjadi manusia yang elegan, mengapa tidak? lapang dada dalam menerima sebuah perbedaan untuk mencapai tujuan tanpa meninggalkan prinsip bersama adalah sebuah tindakan terpuji. saat ini lapang dada bagai jauh panggang dari api, ketidakinginan mengakui kesalahan dan menyadari kebenaran orang lain serta hanya menginginkan kebenaran nisbi demi kepentingan sendiri/kelompok adalah naif. berlapang dadalah untuk menghindari pertikaian

merasa lebih berkuasa

memiliki kekuasaan lebih sama dengan pemikiran memiliki kekuatan lebih sehingga merasa sebagai yang terhebat dan tidak mungkin terkelahkan. bila hubungan komunikasi diselimuti dengan rasa saling mengalahkan, maka pertikaian itu tinggal menunggu konban yang berjatuhan dari kedua pihak. manakala yang kemudian merajai adalah rasa kasih sayang, kebersamaan, manyadari bahwa tidak semua yang berkuasa akan kuat, maka jalur komunikasi kedua belah pihak akan sangat luar biasa, komunikasi akan terbentuk dan keinginan untuk maju bersama akan mejadi pedoman

tak seorangpun dari kita sepintar kita semua
sebuah penyadaran bahwa kita adalah konstributor sebuah perubahan, kita adalah pembawa obor kemajuan, kita adalah sparepart sebuah mesin jet yang masing" memiliki peran penting sehingga mesin jet dapat melaju kencang. menyadari kekurangan diri sendiri dan secara jeli memaksimalkan potensi kolega akan menjadikan kita mampu berfikir dewasa dan bertindak cerdas dalam menghilangkan pertikaian dan menjalakan komunikasi yang efektif

akhirnya, sebuah penyadaran dalam bahasa Jawa : "Menang dadi Arang, Kalah dadi Abu" adalah ungkapan yang tepat untuk sebuah hasil pertikaian. tidak ada yang mampu menghasilkan nilai positif.

keep on istiqomah dalan menghilangkan pertikaian dan membawa kebersamaan

04 November, 2009

SISTEM BERAKTIFITAS - berkaca pada kejadian negara

setidaknya sore sampai menjelang pagi ini aku masih terkesiap dengan apa yang aku saksikan dilayar kaca ... betapa tidak? ... institusi negara di'udal adul' seenaknya sendiri dengan segepok kebendaan yang membuat nilai aparat negara menjadi sangat rendah.

pengistilahan yang timbul karena tarik menarik ini juga sungguh ironis ... "Cicak vs Buaya" .. sepasang reptil yang berada pada garis keturunan yang sama dan selalu berfikir tentang nilai diri masing-masing (egois)

ego sektoral ini sebenarnya merupakan 'penyakit' birokrasi kita .. birokrasi kita seakan ingin menjadi pahlawan ... menjadi populer .. menjadi artis .. menjadi bahan pembicaraan orang lain ... dan SELALU INGIN DIPUJI

keinginan untuk saling memuji inilah yang membuat negara ini berada pada bayang-bayang kehancuran identitas, setiap aparat berlomba-lomba untuk meraih sematan bintang didada yang dibarengi dengan selempangan selendang dipundak dengan gemerlap lampu blitz serta ... tentunya segepok materi yang entah halal, entah tidak ...

kondisi ego sektoral inilah yang membuat negara ini menjadi tertatih karena masing-masing departemen pelaksana disini selalu berfikir tentang 'DIRI SENDIRI' ... topangan aparatur penyelenggara negara tidak kompak, tidak bersatu dan selalu ingin lebih dari departemen lain

berkaca dari kasus yang terjadi, sebenarnya apa yang terjadi saat ini adalah bentuk sebuah kekeliruan dalam membuat sistem negara.

satu institusi yang berada langsung dibawah kepala negara sedang menjadi pesakitan alat negara. entah karena cemburu atau karena 'gemes' dengan begitu lancangnya kewenangan institusi ini yang mampu melucuti warga negara, institusi yang dianggap melakukan tindak pidana

sistem awal inilah yang akhirnya membuat kedua alat negara lainnya merasa disepelekan, alat negara yang 'seharusnya' melalukan penyidikan dan menerima laporan serta melaksanakan penangkapan 'dilangkahi'birokrasi negara ini sehingga penangkapan itu menjadi terkesan dadakan dan alasan yang dibuat-buat

andaikan sistem ini dudah diatur sedemikian rupa sehingga masing-masing mampu mengetahui tugas dan wewenangnya, maka akan sangat mudah untuk menata sistem komunikasi dan koordinasi antar lembaga negara sehingga harmonisasi dan keseriusan merubah negara menjadi lebih baik akan tercapai

memang sistem adalah awal yang akan menentukan gerak langkah sebuah harmonisasi aktifitas. dengan sistem yang tertata, teratur dan terbentuk oleh sebuah pola manajemen, komunikasi dan koordinasi yang harmonis, maka aktifitas sebuah kegiatan menjadi sangat ideal

semoga segera selesai dan sistem segara terbentuk ..

keep on istiqomah dalam sistem yang harmonis

WAKTUHOLIC

"Maaf, waktu saya terbatas .. saya harus meeting lagi. kita bertemu diwaktu yang lain ya"
"Berhubung waktu sudah habis, maka pertemuan kita tutup sampai disini"
"waktu kita terbatas, saya tidak bisa menunggu lama ... mari kita tinggal saja"
"uuuuh, andaikan waktu masih ada 5 menit saja, semua soal bisa saya jawab pasti"
"andaikan saya datang lebih awal, pasti saya tidak ketinggalan kereta"

Kita sedang menukikkan persepsi, pandangan, kesimpulan kita pada satu hal yang bernama WAKTU

waktu tidak akan pernah mundur,yang ada hanya kenangan
waktu tidak akan pernah kembali, yang ada hanya hikmah tersisa
waktu tidak akan pernah berputar ulang, yang ada hanya penyesalan
waktu tidak akan pernah menunggu, yang ada hanya kesempatan yang musnah
yang pasti dari waktu didunia ini adalah ... WAKTU TIDAK PERNAH BERHENTI

berada pada dimensi waktu yang melingkupi kita, seakan kita berada pada sebuah dimensi berbeda-beda ... dikota besar, waktu menjadi sangat ketat .. berangkat kantor saja harus awal waktu, bila tidak .. waktu terlambat akan jauh lebih lama dan kredibilitas kita akan turun.

tetapi kehidupan di kota besar yang padat dan hiruk pikuk akan membuat kita terlatih untuk menggunakan waktu dengan baik

kehidupan kita yang terukur oleh waktu, mulai dari sepersekian detik, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, semester, tahun, dasa warsa, abad akan terus bergulir tetap penuh kepastian

nilai-nilai waktu yang dapat kita jadikan pegangan dalam kehidupan :

1. KEMANTAPAN
waktu adalah kemantapan. mantapnya detak waktu dikeseharian ini membuat kita harus menjadi manusia yang mantap dalam menjalani kehidupan dan mengisinya dengan hal terbaik. nilai mantap disinilah yang harus kita jadikan sebagai gaya kita, mantap - tidak tergoyahkan

2. KEYAKINAN
pernahkan waktu tiba-tiba menjadi peragu, lalu berputar mundur? ... keyakinan bahwa waktu terus berjalan adalah sebuah keyakinan yang abadi di dunia ... yakin melangkah, yakin mengambil keputusan, yakin melakukan setiap keputusan adalah cerminan manusia yang sukses

3. TAK ADA ALASAN
pernahkah waktu berhenti dengan alasan-alasan? ... dia tanpa alasan untuk berhenti dan tanpa alasan untuk berputar maju, karena waktu dimuka bumi ini adalah KEABADIAN YANG BERLALU

ketiga alasan diatas, cukup buat kita untuk menjadi penghormat waktu ...

menghormati waktu adalah menggunakan waktu untuk menjadi yang terbaik dan berguna untuk orang lain.
menghormati waktu adalah sebuah torehan kebajikan pada setiap hikmah kehidupan kita
menghormati waktu adalah bukti ketaatan kta pada Sang Maha Memiliki Waktu

"menunggu waktu adalah hal yang menjemukan dan terasa lama ... tetapi jika kita lengah, berjuta kesempatan akan musnah"

tetaplah istiqomah dalam waktu yang penuh hikmah dan berkah

SALESISME

Sales … sebuah kata yang berkaitan dengan penjualan sesuatu. Pada sebuah Department Store, banyak terpampang kata “SALE” pada produk-produk fashion yang ditawarkan oleh Sales Promotion Girl. Kadang kita juga sering melihat serombongan belia dengan pakaian serapi mungkin (pria menggunakan dasi, dan wanita menggunakan blazer) membawa beberapa barang dan ditawarkan langsung kepada konsumen, DIRECT SELLING. Atau kita juga pernah mendapatkan penawaran barang melalui selebaran yang di’domplengkan’ dengan tagihan kartu kredit serta beberapa model yang lain.
Metode-metode penjualan itu dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai PENJUAL dan terkadang kita memandang sebelah mata terhadap profesi ini. Padahal, semua dari kita adalah seorang penjual. Kegiatan penjualan merupakan kegiatan tertua dimuka bumi ini setelah prostitusi (sementara prostitusi sendiri juga merupakan konsep penjualan khan?).
Kita adalah PENJUAL. saat dulu kita melakukan pendekatan kepada kekasih, kita mengobral janji .. rayuan … trik dan bahkan tipuan agar kekasih kita tertarik. Ada kalanya penawaran kita berhasil juga kemungkinan gagalpun ada. Penawaran adalah salah satu bentuk model penjualan. Kita menawarkan janjian, rayuan dan segudang kata-kata yang memabuk kepayangkan. Saat kita minta sesuatu kepada orang tua kita, kadang kita merajuk sehingga timbul rasa kasihan sehingga apa yang kita inginkan dituruti. Merajuk juga merupakan sebuah penawaran dan kasihan adalah bentuk rangsangan untuk memenuhi keinginan kita.
Seorang guru yang mengajar murid-muridnya, ia adalah seorang sales .. bukan barang yang dijual/ditawarkan .. tetapi cara mengajar, tingkah laku, tutur kata, kemampuan berkomunikasi … kita sebagai murid akan melakukan respon dengan cara tetap berada di kelas dan antusias atau tetap berada di kelas dan biasa-biasa saja atau memilih ‘titip absen’ dan meningalkan kelas. Guru yang mampu ‘menjual’ akan menjadi idola, kedatangannya akan ditunggu, cara bicaranya mengundang inspirasi, gaya komunikasinya menghanyutkan dan penguasaan intelektualitasnya mengagumkan.
Sebagai seorang sales, kita dituntut untuk memenuhi beberapa hal yang sangat penting agar ‘jualan’ kita laku, antara lain :
1. Antusiasme
tidak aka nada yang akan membeli ‘dagangan’ kita kalau kita tidak antusias, tidak bersemangat dan tidak memiliki keceriaan dalam menawarkan ‘dagangan’ kita. Antusiasme kita akan memancarkan daya tarik yang hebat dan akan mempermudah kita ‘menjual’ karena calon pembeli akan tertarik dengan nuansa luarbiasa yang kita tawarkan
2. Yakin
cara kita menyampaikan kata-kata, berkomunikasi, bersikap dengan penuh keyakinan akan membuat calon pembeli memiliki tekad bulat untuk menggunakan ‘dagangan’ kita. Keyakinan kita adalah garansi bahwa ‘dagangan’ yang kita tawarkan berkualitas dan memuaskan
3. Berpikiran Positif
memberi nilai positif pada apapun, termasuk competitor akan membuat calon pembeli kita merasa menemukan ‘dagangan’ yang beretika karena tidak menjelek-jelekan competitor dan pasti tidak dimusuhi kompetitor
4. Melangkah Lebih Jauh
kadang sebagai sales, kita hanya memenuhi kepentingan customer semata, padahal customer akan lebih terpikat bila kita mampu memberi lebih dari sekedar keinginannya. misalnya, Ibu kita meminta kita membeli sarden diwarung, kita berjalan kewarung dan membawa sarden dengan beberapa lampiran resep masakan yang menggiurkan, boleh jadi ibu kita akan terkesan dan memasakkan kita bukan hanya sarden, tetapi sarden dengan tempe goreng yang gurih, misalnya
5. Simbiosis mutualisma
saling menguntungkan. sebagai sales kita akan merasa untung karena ‘dagngan’ kita laku .. tetapi pembeli juga dipastikan merasakan manfaat lebih dari sekedar manfaat standar yang diterima
6. After Sales Service
pelayanan … bukan hanya setelah membeli, tetapi member pelayanan terus menerus kepada pembeli akan membuat kita memiliki nilai lebih dan akan selalu diingat serta pelanggan kita akan menjadi PELANGGAN SEUMUR HIDUP
7. Karakter
last but not least … KARAKTER, semua penjual menawarkan barang yang sama (malah lebih bagus), tetapi pembeli akan memilih ‘dagangan’ kita karena ‘dagangan’ kita memiliki KARAKTER … sebuah nilai khas yang mencerminkan betapa bernilainya ‘dagangan’ kita

Menjual … adalah seni. seni memikat orang, seni menyampaikan informasi, seni teknis dan seni menggembirakan orang lain …

bravo untuk kita … penjual terbaik dinegeri ini.

tetap istiqomah … dan jadilah penjual yang selalu bergembira dan menceriakan

SERBA SERBI HATI (Sequel Keempat)

SERBA SERBI HATI (Sequel Keempat)
Saat kita membaca tentang hati, ingatan kita pasti tertuju pada seonggok organ tubuh yang berwarna merah kecoklatan (akhirnya timbul satu warna baru : merah hati) dengan fungsi yang sangat vital, sebagai penyaring darah. karena berfungsi sebagai penyaring, sering kita ibaratkan hati itu sebagai sepasang ‘mata’ hidup seorang manusia.
“Kata Hati”, misalnya. Orang sering artikan sebagai sebuah pekataan milik jiwa yan paling bersih dan paling suci. Kata hati terkadang kita dijadikan sebagai penentu keputusan. Berbicara tentang hati, tentunya kita akan kaitkan dengan ‘Kalbu atau Nurani’. Kalbu atau Nurani diibaratkan sebagai bagian tubuh yang paling bersih dan suci, berkaitan dengan pusat kotrol seluruh aktifitas lahiriah dan bathiniah. Selanjutnya kita leburkan saja hal-hal yang berkaitan dengan kalbu atau nurani dengan satu kata “HATI”
Serba serbi tentang hati ini cukup bagus kita ulas untuk saling mencerahkan dan memahami tentang hati kita.

Sequel Keempat
Menata Hati


“Prang !!!” … bunyi yang ditimbulkan manakala piring atau gelas atau benda kaca lain terjatuh di atas pemukaan keras dengan gaya grafitasi besar. Akibatnya, barang itu akan hancur berantakan menjadi beberapa bagian besar atau kecil. Barang dari beling itu jatuh dan hancur dapat disebabkan karena dilakukan orang lain atau kita sendiri yang melakukan dan dapat karena disengaja atau memang bukan karena disengaja, tetapi yang jelas barang beling itu tetap saja hancur. Sama seperti hati kita, pasti suatu waktu ada hal yang membuat hati kita menjadi hancur, bisa karena orang lain bisa juga karena perbuatan kita sendiri. Ada hal yang sama antara hati dengan sebuah piring atau gelas yang hancur, saat dilem kembali atau disembuhkan tetap akan meninggalkan bekas, tetapi perbedaan yang paling hakiki adalah hati dapat kembali sembuh total, sementara barang pecah belah itu tetap terlihat bekasnya.
Semua dari kita pasti pernah merasakan hati yang hancur, dengan berbagai sebab : mulai dari masalah pelajaran sekolah, pekerjaan, hubungan antar manusia sampai hubungan dengan Sang Maha Pencipta. Nilai pelajaran sekolah yang jelek, akan membuat kita serasa tidak berguna dan masa depan yang suram. Prestasi pekerjaan yang tidak memuaskan pimpinan sehingga kita ditegur mereka juga dapat menjadi faktor hati yang hancur. Saat kita ditegur atau diberi peringatan oleh orang tua atau orang yang kita cintai, kita merasa sebagai manusia yang tidak berguna dan hati kita seakan berantakan. Mungkin juga kita sempat merasa hancur hati kita karena Sang Maha Pemberi ternyata tidak memberikan apa yang kita inginkan, tidak mengabulkan apa yang kita minta atau kehidupan kita tidak sesuai dengan rancangan hidup yang sudah kita buat.
Nilai emosional yang kita miliki terkadang menguasai kita sehingga kita seakan lupa dengan satu hal yang ada dibalik itu semua:HIKMAH. Nilai emosional kitalah yang membuat hati kita serasa hancur berantakan, merasa tersakiti, merasa tertipu, merasa hidup ini tak berguna, merasa menjadi manusia paling menderita, merasa manjadi tidak berharga dan merasa menjadi hamba yang tidak disayang pemiliknya.

Pengendalian nilai emosional merupakan satu tahapan penting yang harus kita lakukan. Nilai emosi yang kita kedepankan sebenarnya tidak perlu, kita hanya akan sebatas menunjukkan arogan kita, ketidakdewasaan, kelemahan dan ketidakterimaan diri pada nilai-nilai kehidupan. Pengendapan dan menanggapi dingin akar permasalahan yang muncul akan memudahkan kita dalam menata hati yang sebelumnya hancur. Nilai emosional hanya akan menghabiskan energy kita karena kita akan terlalu sibuk mengobral arogansi sehingga kita melupakan kebesaran jiwa dan kita menjadi terlihat kerdil.

Keyakinan atas nilai kehidupan. Sebagai manusia yang menjalani kehidupan dengan penuh semangat, keyakinan kita akan nilai-nilai kehidupan merupakan hal terpenting dalam menghadapi permasalahan. Saat nilai diri berada pada zona ketidaknyamanan, ketidakenakan dan ketidaklapangan maka kita harus merasakan nilai-nilai ketetapan yang hakiki dimana kehidupan manusia adalah utuk merasakan nilai yang penuh dengan keyakinan dan semangat. Melalui penilaian kehidupan yang kuat, maka semangat dan keyakinan kita untuk selalu berada pada nilai-nilai kehidupan yang sempurna akan membuat kita mampu mengatasi permasalahan.

Hikmah pada setiap sisi perjalanan hidup.
Sang Maha Pemberi selalu menelurkan kuasaNya pada setiap kehidupan manusia. Manusia adalah pelaku, subjek dan merupakan pemberi apresiasi agar Dia mudah dalam menentukan perjalanan kehidupan kita. Setiap perjalanan kehidupan yang kita laksanakan akan menemui etape-etape yang menjadi jalur kita. Pada akhir etape kita akan menorehkan kualitas kita menempuh perjalanan, boleh jadi kita seharusnya harus mengevaluasinya. Terkadang kita tidak perduli dengan evaluasi, kita terjebak pada suatu kondisi bahwa Perjalanan Kehidupan Terus Berlangsung padahal bukan hanya itu, kita juga harus pastikan bahwa setiap etape perjalanan mengandung hikmah yang akan membuat kita matang, dewasa dan mengerti arti kehidupan. Saat kita mendapatkan nilai buruk pada kertas ujian, kita seharusnya mengambil hikmah bahwa kita kurang menguasai pelajaran tersebut, hikmahnya kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas penguasaan kita atas pelajaran tersebut untuk menghadapi ujian mendatang dan menggunakan kualitas penguasaan keilmuan itu untuk kehidupan sehari-hari.

Pengendalian emosi, keyakinan atas nilai kehidupan dan hikmah pada setiap sisi perjalanan hidup adalah hal-hal yang akan membuat hati kita selalu berada dalam kondisi terbaik dan nilai spiritual yang berada sebagai nilai hakiki manusia dapat lebih mendominasi kehidupan yang menceriakan.

Tetaplah istiqomah bersama hati yang gembira …

Mengenai Saya

Foto saya
keberadaan saya didunia ... bagi saya adalah keberkahan yang sangat besar .. anugerah tiada tara .. dunia peternakan menjadi salah satu tempat terindah yang saat ini saya selami ... sedikit yang saya dapat berikan saat ini ... sedikit yang dapat saya abdikan saat ini ...

COWMANIA

COWMANIA